Riza Falepi dan Suwandel Muchtar senam pagi lansia, bersama pensiunan PNS di halaman kantor bupati lama.

Sabtu (30/6) pagi, pasangan calon Walikota Payakumbuh nomor 5 yaitu Riza Falepi - Suwandel Muchtar menyapa para pensiunan PNS ini ketika melakukan senam lansia pagi tadi di Kantor Bupati lama di Pusat Kota Payakumbuh.

Terlihat sederhana dan santai (foto: dua dari kanan), sosok pemimpin muda ini membuat ibu-ibu yang sedang senam pagi pangling dan setengah tidak percaya jika yang sedang ikut senam bersamanya adalah, sosok pemimpin muda dan tokoh nasional ini ternyata terlihat sangat sederhana dan ramah menyapa warga masyarakat. Tidak seperti pemimpin atau pejabat yang selama ini terfikirkan oleh masyarakat.

Kesan yang tergambarkan di fikiran masyarakat selama ini jika seorang pejabat itu selalu "jaga wibawa" dan gengsi pada bawahan atau masyarakat biasa langsung sirna ketika bertemu dengan sosok tokoh nasional yang satu ini (red: Riza Falepi) yang merupakan Calon Walikota Payakumbuh 2012-2017.

21.23 | Posted in , | Read More »

Penggantian Sekkab bukan Isu. Resman Kamars: Itu Kebijakan Pemkab


Limapuluhkota, Padek—Adanya rencana pergantian Se­kretaris Kabupaten (Sekkab) Li­mapuluh Kota dalam waktu de­kat, agaknya memang benar. Se­bab Kepala Daerah di bawah pim­pinan Bupati Alis Marajo te­lah mengusulkan sejumlah na­ma kepada pemerintah pro­vinsi un­tuk menggantikan Sekkab yang kini dijabat Resman Ka­mars.

Meski masa pensiunnya ma­sih lama dan tidak memiliki ma­salah dengan jabatannya, na­mun Sek­kab tidak berpikir ne­g­a­tif soal ada­nya kabar posi­sinya aka­n di­gantikan peja­bat baru. Ken­d­ati de­­mikian, pertanyaan-per­­ta­nya­an apa sebab nama-nama ter­sebut telah diusulkan tetap jadi per­tanyaan sejumlah pihak. Ar­tinya, tentu dalam waktu dekat Sek­kab Limapuluh Kota akan di­g­antikan pejabat baru.

Ketika dikonfirmasi Padang Eks­pres, Resman terkesan eng­gan menjawab pertanyaan yang di­a­jukan. Setelah didesak, ia akhirnya mem­be­rikan pen­jela­san singkat. Me­nu­rutnya, se­juml­ah nama me­mang ben­ar sudah diusulkan Bupati Lima­puluh  Kota,

”Itu bukan isu lagi, memang be­nar bupati telah mengusulkan nama ke Provinsi (Pemerintah Pro­vinsi Sumatera Barat,red),” ung­kap Sekkab yang saat dikon­firmasi berada di Jakarta.

Tiga nama yang diusulkan tersebut, seperti yang di muat Harian Pagi Padang Ekspres, edisi, Jumat (29/6), Yendri Thomas Kepala DPPKAD Lima­pu­luh Kota, Kepala Inspek­torat Kas­man Ka­sim dan Kepala BKD, In­dra Nazwar. Ketiga nama itu­lah yang di­usulkan Bupati ke­pada peme­rintah provinsi Su­matera Barat, sebagai calan pengganti Sekdakab Limapuluh Kota yang lama.

Namun ketika ditanya soal ada­­nya persoalan internal di ling­­k­u­ngan Pemkab Lima­puluh­kota, Resman men­jawab tidak ada masalah apapun, dan masa pen­­siunya juga masih panjang. ”Itu kebijakan kepala daerah, soal adanya masalah dengan pe­ker­­jaan, saya rasa tidak ada,” ung­­kap Resman. (*)

21.10 | Posted in , | Read More »

Guru Keluhkan Kebijakan Tunda. Nominal Turun dan tak Dicairkan Setiap Bulan


Limapuluh Kota, Padek—Guru di Kabupaten Limapuluh Kota keluhkan pencaairan tun­jangan daerah (tunda) tidak te­pat waktu. Selain itu, nominal pe­nerimaan tunjada juga turun. Pa­­dahal jika dibandingkan de­ngan daerah lain, guru-guru me­rasa iri dengan jumlah yang lu­mayan besar dan pencairan tun­jangan guru yang tepat waktu.

Hal itu dikeluhkan salah se­orang guru SDN 04 Nagari S­i­tu­juah Gadang, di kecamatan Si­tu­juah Limo Nagari (Simona), yang minta namanya tidak ditu­lis­kan. Menurutnya me­mang saat ini sudah ada kabarnya tun­jangan daerah akan diba­yarkan. Namun kapan dicairkan belum ada kepastiannya.

”Tidak seperti didaerah lain­n­ya di Sumatera barat tunj­angan untuk beban tugas guru tersebut di­bayarkan setiap bulannya de­ngan nominal yang dibaya­rkan cu­kup lumayan besar. Semen­tara kita di Limapuluh Kota ha­nya mendapatkan Rp 180 ribu untuk golongan IV A kalau tidak sa­lah,” terangnnya.

Sebagai guru biasa, per­ma­salahan dan kendala pen­cai­ran tersebut tentunya tidak men­jadi tu­gasnya untuk men­cari tahu. Se­hingga terpaksa harus me­nerima apa adanya sesuai kebija­kan yang lebih tinggi. ”Kita ya, te­rima saja. Sebab tidak mung­kin rasanya kita mencari tahu ba­gaimana sebenarnya penya­lu­ran tunjangan daerah tersebut hing­ga ke hulunya. Namun kita ber­harap kepada pemerintah dae­rah mekanismennya agar men­jadi lebih baik,” harapnya

Sementara itu salah seorang guru di SDN 01 Sikabu-kabu Tan­juang Haro Padang Panjang, Ke­camatan Luak, Sofiati menye­butkan, dalam waktu dekat tunjada akan dicairkan. Pasalnya sekolah sudah diminta untuk mengusulkan nama-nama guru untuk mendapatkan tunjangan daerah tersebut.

”Biasanya kalau sudah di­min­ta untuk mengusulkan na­ma guru penerima tunjada, pen­cairannya tidak akan lama lagi,” ungkap Sofiati kepada Padang Ekspres, Jumat (29/6).

Menurut guru Agama yang te­lah puluhan tahun menjadi guru tersebut, tunjangan daerah se­jak dua tahun terakhir jumlah­nya turun dari sebelum­nya. ”Pada tahun 2010  tunjangan dae­rah  kalau tidak salah sekitar Rp 250 ribu untuk golongan IV A. Namun sekarang hanya Rp 180 ribu dan itu di potong pajak,” jelasnnya.(fdl)

21.04 | Posted in , | Read More »

Nusyirwan Janjikan Pendidikan Gratis. Tolak Mall dan Studi Banding Luar Daerah


Payakumbuh, Padek—Ca­lon Wali Kota Payakumbuh dari Partai Amanat Nasional Nusyirwan Nazar Sago, men­janjikan pendidikan gratis dari SD, SMP sampai SMA buat seluruh warga. Janji itu dilon­tarkan Nusyirwan saat me­nyampaikan visi-misi di ge­dung DPRD Senin (25/6) dan saat mengikuti debat terbuka di GOR M Yamin Kubugadang, Selasa (26/6) malam.

”Program saya tidak mu­luk-muluk. Saya tidak banyak terori. Kalau terpilih menjadi wali kota, saya akan gratiskan pen­di­di­kan mulai dari SD, SMP sampai SMA,” ujar Nusyirwan Na­zar Sago, disambut tepuk tangan pen­dukungnya.

Selain berjanji menggratiskan pen­didikan dari SD, SMP sampai SMA, Nusyirwan yang berpasangan dengan Chandra Setipon, ber­janji akan memberikan ruang bagi masyarakat dalam pem­bangunan. "Bagi saya, tidak ada pembangunan tanpa par­tisipasi," ujarnya.

Bukan itu saja, Nusyirwan yang ak­rab dipanggil Boy juga memastikan, kalau dirinya terpilih sebagai wali kota, dia tidak akan mem­beri izin untuk pem­bangunan mall, supermarket dan mini­market. "Bagi saya, cukup me­ngem­bang­­k­an pasar tra­disional kita dan me­nguatkan sektor UMKM," ka­tanya.

Nusyirwan juga menyebut, akan melakukan konsep pem­bangunan yang terintegrasi degan Kabupaten Limapuluh Kota. ”Indak bisa Payo­kum­buah ko, tanpa kabupaten. Kalau ambo jadi wali kota, Nagari Sungaibaringin, ambo bao ka kota. Supayo, aia iri­gasi untuak Payokumbuah lancar,” ujarnya.

Dia juga menolak, me­ngi­kuti studi banding pertanian jauh-jauh. ”Untuk pertanian, manga ka jauah-jauah awak studi banding. Ma abiahan pitih seh tu mah. Ka Nagari Andaleh (Kecamatan Luak, Limapuluh Kota) seh, bisa awak mah, kalau baraja,” demikian Nusyirwan. (frv)

21.01 | Posted in , | Read More »

Kartu Pemilih belum Dibagikan. Warga belum Tahu, Nyoblos atau Nyontreng


Payakumbuh, Padek—Pe­milihan wali kota Payakumbuh tinggal 12 hari lagi. Namun masyarakat yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap, belum kunjung memperoleh kartu pemilih atau surat pang­gilan untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari Panitia Pemungutan Suara (PP­S) ataupun Kelompok Penye­leng­gara Pemungutan Suara (KPPS).

Alun ado awak dapek kar­tu pamiliah lai? Nyo bilo jadi­nyo, pemilihan wali kota tuh,” tanya Si Il, warga Jalan Soekarno-Hatta Nomor 152, Koto Nan Ompek, Kota Paya­kumbuh ketika ditanya Padang Ekspres, Kamis (28/6) malam.

Ungkapan serupa di­sam­pai­kan Rio, warga Nagari Koto Nan Gadang, Payakumbuh Utara. ”Alun ado awak dapek un­dangan untuak mamiliah lai. Urang lain, alun pulo ado nam­pak lai,” kata Rio, Jumat (29/6) siang.

Hal serupa disampaikan Frida, warga Nagari Tiaka, Keca­matan Payakumbuh Timur. ”Kita tahu, pemilihan tanggal 12 Juli. Tapi undangan atau kartu pemilih, kita belum dapat. Ba­rang­kali, belum didistribusikan oleh KPU ke PPS atau KPPS. Kita tunggu sajalah,” ujarnya.

Selain belum memperoleh kar­tu pemilih, warga di Paya­kum­buh juga belum tahu de­ngan cara pemilihan nantinya. ”Ba caronyo bisuak tuh? Samo jo pamilu mamiliah caleg-caleg dulu, di­coreng karate suaro? Atau ban­tuak mamiliah guber­nur tahuan patang, langsuang di­antak seh surek suaro,” ujar No­pi, warga Kapalokoto, Nagari Aua­­kuniang, Payakumbuh Selatan.

Pertanyaan serupa di­sam­pai­kan Garin, Dodi, warga Pa­dang Jariang Bawah, Nagari Limbukan, Kecamatan Paya­kumbuh Selatan. ”Dalam pemi­lihan nanti, apakah kita me­nyo­blos kertas suara atau me­nyen­trong? Kalau menyoblos, apakah kita boleh mencoblos gambar calon wali kota dan calon wakil wali kota yang berpasangan atau hanya mencoblos salah satunya,” ujar petani muda itu.

Banyaknya warga yang be­lum tahu sistem pemilihan wali kota, dinilai Ketua Serikat Pe­kerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Payakumbuh Basril Abbas Karya, karena kurangnya so­sialiasi dari Komisi Pemilihan Umum. ”Ya, sosialiasi cara me­milih memang masih kurang. Di kalangan buruh, banyak yang tidak tahu,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan ak­-tifis Forum Masyarakat Peduli Pa­yakumbuh Sevindrajuta, Yu­dil­fan Habib, Nedi Rinaldi dan Ris­man Mansyur. Menurut para ak­tifis lembaga swadaya ma­sya­ra­kat ini, KPU perlu menggenjot so­sialiasi tentang Pilwako, me­ngingat pemilihan tinggal 12 hari lagi.

”Libatkan semua stake­hol­ders dalam melakukan so­sia­lisasi. Media-massa juga perlu diberdayakan. Sehingga, tingkat partisipasi pemilih nantinya bagus. Distribusi kartu pemilih, surat surat dan kotak suara juga harus di­percepat,” ujarnya. (*)

20.56 | Posted in , | Read More »

Padang dan Sijunjung Buka LPI


Padang, Padek—Juara Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2012 Padang tingkat SMP, SMP 5 Padang akan berha­dapan dengan SMP 7 Si­jun­jung pada partai pembuka LPI 2012 ting­kat Sumbar. Ke­pas­tian itu dida­pat­kan pada technical meeting di gedung serba Guna KONI Sumbar, Kamis (28/6). Pem­bu­kaannya sendiri akan dilak­sa­nakan pada 2 Juni men­da­tang di stadion H Agus Salim Padang.

“Dalam perencanaan yang kami buat, kompetisi ini akan dibuka Guberbur Sumbar Ir­wan Prayitno, pukul 14.00 WIB. Kompetisi ini akan dilak­sa­nakan hingga 11 Juli,” sebut Koor­dinator LPI Sumbar Dedi Umar.

Sekadar diketahui, kompe­tisi ini terbagi dalam tiga katego­ri, yakni SMP, SMA, dan Per­gu­ruan Tinggi. Untuk SMP ada 17 tim yang akan bersaing. Pada babak pe­n­yisihan, tim-tim terse­but dibagi ke dalam enam pool.

Pada pool A ada SMP 3 Solsel, SMP 2 Batusangkar, dan SMP 5 Padangpanjang. Di pool B akan saling berhadapan MTsN Kotobaru, SMP 2, dan­Suliki SMP 1 Payakumbuh. Lalu di pool C ada SMP 1 Silaut, SMP 2 Sawahlunto, dan SMP 2 Solok. Sementara itu di pool D persai­ngan akan melibatkan SMP 2 Batanganai, SMP 2 Bukittinggi, dan SMP 1 Lubuk­si­kaping. Pool E ada SMP 3 Matur, SMP 6 Pariaman, dan SMP 2 Gunuang­talang. Se­dang­kan 2 tim yang menjalani par­tai pembuka bera­da pada pool F.

Untuk kategori SMA juga dibagi ke dalam enam pool terhadap 17 tim peserta. SMA 7 Padang, SMA 1 Pariaman, dan SMA 1 Sitiung berada pada pool J. Di pool K ada SMA 2 Lubuk­ba­sung, SMK 2 Padang­panjang, dan SMA 1 Pa­ria­ngan. Kemu­dian di pool L ada SMA 1 Jun­juangsiriah, SMA 1 Kota Solok, dan SMA 1 Guguak 50 Kota. Di pool M, SMA 3 Payakumbuh, SMK 2 Sa­wah­lunto, dan SMA 1 Batanganai akan saling berhada­pan. Se­lan­jutnya, pool N akan di isi SMA 1 Tarusan, SMA. 1 Rao, dan SMA 7 Sijunjung. Dan pool O ditempati SMA 3 Solsel dan SMA 2 Bukittinggi.

Sementara itu di kategori Perguruan Tinggi sembilen tim peserta dibagi ke dalam 3 pool. Politeknik Unand, UPI Pa­dang, dan IAIN Imam Bonjol be­rada pada pool A. Di pool B ada UNP Padang, ATIP Padang, dan STAIN Bukittinggi. Sedangkan di pool C saling berhadapan Unand Padang, STAIN Batu­sangkar, dan Bung Hatta.
Semua partai final akan dimainkan di H Agus Salim dari 8 higga 10 Juli.  (cip)

20.54 | Posted in , | Read More »

Madrasah Sumbar Raih Juara Terbanyak


Bandung, Padek—”Sumbar yes...Sumbar yes....” sorak gembira duta-duta Sumatera Barat yang menjadi utusan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional pada malam pengumuman hasil Kamis (28/6) di Hotel Ibis Bandung Supermal (BSM) Bandung, Jawa Barat. Dari 8 cabang lomba, Sumbar ber­hasil meraih 5 perak dan 2 perunggu.

Reflinas, salah seorang tim Ofisial Sumbar, mengatakan, juara 2 fisika tingkat Madrasah Aliyah diraih Faidil Yusri, siswa MAN 2 Payakumbuh dan juara 2 biologi MA oleh M Irfan, siswa MAN Model Bukit­tinggi. Juara 3 matematika oleh Siti Aisyah dan Juara 3 kimia direbut siswa MAN Mo­del Bukittinggi.

Untuk tingkat MTs,  juara 2 matematika oleh Fitri Ra­madhanti, siswa MTsN Pa­dangpanjang, juara 2 fisika diraih Reyhan Fadhil Irianto, siswa MTsN Model Padang, juara 2 biologi direbut Ririn Yustika Putri siswa MTsN Batusangkar.

Kontingen yang berjumlah lebih kurang 15 orang itu di­pimpin Kabid Mapenda Kan­wil Kemenag Sumbar Artis Arjun.

“Kompetisi Sains Ma­dra­sah Tingkat Nasional yang dilaksanakan Direktorat Pen­didikan Madrasah Ditjen Pen­didikan Islam Kemenag RI, berlangsung dari tanggal 25-29 Juni, diharapkan menjadi momentum yang baik dalam memetakan siswa-siswi ma­drasah berprestasi untuk diikut­sertakan dalam Olim­piade Sains Tingkat Inter­nasional,” kata Direktur Pen­didikan Madrasah Prof Dr Dedi Djubaedi.

Soal yang diujikan dalam KSM ini jauh lebih sulit dari soal seleksi provinsi. Soal KSM ini kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung.

“Dengan kompetisi ber­mutu, maka akan memupuk motivasi dan gairah siswa dalam sains, sehingga bisa berprestasi dan mampu ber­kompetisi hingga di tingkat internasional,” tambah Dedi Djubaedi. (w)

20.52 | Posted in , | Read More »

Atlet Sumbar ke Rusia


(foto: ilustrasi)

Padang, Padek—Ma­sya­ra­kat Sumbar pantas ber­bangga hati. Satu atlet putrinya, Apri­lia Kartina mewakili Indonesia di The 5th Children of Asia International Sport Games di Yakutia, Rusia, 4 -16 Juli.

”Ini bukan saja menjadi kebanggaan masyarakat Sum­bar, namun juga bangsa in­donesia. Soalnya tak gampa­ng memperkuat tim merah putih di tingkat Internasio­nal,” kata Ketum PASI Sum­bar, S Budi Syukur.

Pada iven bergengsi ting­kat dunia tersebut, anak asuh pelatih Priadi K dan Boy Chan­dra tersebut bergabung de­ngan lima atlet atletik lainnya. Termasuk enam orang atlet renang, empat orang atlet panahan dan em­pat orang atlet taekwondo.

Aprilia Kartina yang juga atlet binaan Sungai Beri­ngin, Limapuluh Kota terse­but dijad­walkan bakal berto­lak ke Jakarta hari ini. Seda­ng­kan pada 2 Juli men­da­tang mereka bertolak lang­sung dari Jakarta ke negara eks Uni Soviet. (zul)

20.45 | Posted in , | Read More »

Josrizal Dukung Syamsul-Weri


Payakumbuh, Padek—Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar Jos­rizal Zain, mendukung pe­nuh pencalonan pasangan Syam­­sul Bahri-Weri Yunaldi atau SABAR, sebagai wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh pe­riode 2012-2017. Dukungan itu disampaikan Jos­rizal Zain, saat menghadiri kam­panye dia­logis pasangan SABAR  di hall ba­d­­minton Ke­lu­ra­han Koto Pan­jang Padang, Ke­ca­matan Lam­pasi Tigo Nagari, Kamis (28/6) sore.

”Pak Syamsul adalah sosok pe­nyabar. Beragam fitnah diala­mat­kan kepadanya. Tapi dia te­tap sabar, seperti sabarnya Pre­siden SBY. Pak Syamsul cerdas, ber­­pe­ngalaman, dikenal dan me­­nge­nal Payakumbuh. Se­men­tara, wa­kilnya Pak Weri adalah  pe­ngu­saha yang peduli dan dan vi­s­ioner. Kita yakin, di tangan  pa­sa­ngan nomor em­pat ini, Pa­ya­kum­buh akan se­makin maju. Kita du­kung pasa­ngan ini,” kata Jos­rizal Zain.

Sebelum terang-terangan me­­nyatakan dukungan buat pa­sa­ngan Syamsul Bahri-Weri Yu­naldi yang diusung Partai De­mo­krat bersama rakyat. Jos­rizal yang sudah mengajukan cuti se­ba­gai pejabat negara untuk 5 kali kam­­panye kepada Gubernur Sum­bar Irwan Prayitno, me­nyampaikan terimakasih buat se­luruh elemen masyarakat yang su­dah memberinya kepercayaan me­mimpin Payakumbuh sela­ma hampir 10 tahun.

”Saya berterimahkasih kepa­da se­luruh elemen mas­yarakat. Sa­ya mo­hon maaf, apabila ter­da­pat ke­kurangan. Payakumbuh ada­­­l­ah tang­gungjawab kita se­mua. Kema­juan yang ada men­ja­di bukti, bahwa tak ada kerja ke­ras yang sia-sia. Kekurangan yang ada menjadi do­rongan un­tuk te­rus bergan­de­ngan ta­ngan. Maju te­­rus, Paya­kum­buh kita,” kata Josrizal.

Tokoh kharismatik Paya­kum­buh ini juga meminta sege­nap simpatisan, kader, dan pe­ngurus Partai Demokrat, serta re­­la­wan atau tim kampanye pa­sa­­ngan SABAR, agar tidak men­ci­derai proses demokrasi. ”Saya m­o­hon kepada simpatisan, ka­der dan pengurus Partai Demo­krat, be­serta relawan dan tim kam­pa­nye SABAR, jangan coba-coba la­kukan kampanye hitam. Biar kita difitnah, tapi jangan mem­fitnah,” ujar Josrizal de­ngan santun.

Kampanye dialogis pasa­ngan SABAR di Koto Pan­jang Pa­dang, Ke­camatan Lamposi Tigo Nagari sen­diri, dihadiri se­jum­lah politisi dari Partai Demo­krat. Seperti Ke­tua DPRD Paya­kum­­buh Wil­man Sing­kuan, Ke­tua DPRD Li­mapu­luh Kota Dar­man Sahladi, ben­da­hara Par­tai De­­mokrat Sum­bar Fer­­yanto Gha­ni, anggota DPRD Pa­ya­kum­buh Adi Surya­ta­ma, Efri, Vem­­brian Asung Nu­groho dan Syaiful Anwar.

Selama kampanye yang di­ha­diri ratusan masyarakat terse­but, Josrizal Zain mem­perlihat­kan contoh yang baik sebagai pe­jabat negara. Putra Nagari Pa­yo­basuang itu sama-sekali tidak meng­gunakan mobil dinas dan fa­­si­litas negara lainnya. Josrizal ber­sama pengurus Partai Demo­krat Sumbar Zulfahmi, memi­lih naik mobil pengurus Partai De­mo­krat Payakumbuh Wardi AS.

”Pak Josrizal sudah me­nga­jukan cuti kepada guber­n­ur, un­tuk mengikuti kampanye SABAR sebanyak 5 kali. Beliau meng­hadiri kampanye, tanpa meng­gunakan fasilitas negara. Tan­pa mengerahkan pegawai ne­geri sipil. Ini kelebihan Pak Jos­rizal sebagai pejabat negara,” ujar Sekretaris DPC Partai De­mo­krat Adi Suryatama, didam­pingi Wakil Ketua Irfan Qadim dan M Yusuf Ginting.

Dalam kampanye SABAR di Ke­­camatan Lamposi Tigo Na­gari, Josrizal berpesan kepa­da Syam­­sul Bahri dan Weri Yui­nal­di atau Haji Singa yang duduk di sampingnya, agar terus me­lan­jutkan pembangunan di ke­ca­matan pemekaran tersebut. ”Saya titip, dua kecamatan hasil pe­­mekaran, yakni Lamposi Tigo Na­­gari dan Payakumbuh Sela­tan kepada Pak Syamsul Bahri dan Pak Weri. Mohon, per­hati­kan terus nasi masyarakat di dua kecamatan ini,” ujarnya.

Josrizal pun bernostalgia. Li­ma tahun lalu, dia ditemui to­koh-tokoh masyarakat Lam­posi Tigo Nagari (di antaranya Res­nu­lius, SY Dt Damuanso, A Dt Per­patiah, M Dt Parpatiah, Mhd Budi Anand, Mawi Arianto dan bun­­do kanduang). ”Para tokoh, me­­minta Lampasi dimekarkan, un­tuk mempercepat pelaya­na­nan.Alhamdulillah, per­mintaan itu kita realisasikan dengan perse­tu­juan DPRD,” ujarnya.

Setelah Lampasi dime­kar­kan, sebut Josrizal, dia bersa­ma Syam­sul Bahri, serius men­ja­di­kan kecamatan tersebut se­bagai sentral agribisnis perta­nian dan pusat pendidikan agama Islam. Di bidang pertanian, telah diberi ber­bagai bantuan dan sentuhan buat petani. Sehingga Lampasi di­kenal sebagai penghasil cabai terpanjang di Indonesia dan sayur-mayur di Sumbar-Riau.

”Di bidang pendidikan aga­ma, kita coba bangkit batang ta­ran­dam. Kita coba me­ngem­balikan kejayaan Lam­pasi seba­gai penghasil ulama dan tokoh aga­ma, dengan mendukung ke­hadiran Sekolah Tinggi Aga­ma Islam Darul Al-Quran. Makanya, kita minta dan kita titipkan ke­pada pasangan SABAR, kon­sep pem­bangunan Lampasi Tigo Na­gari,” ujar Josrizal.

Terkait hal itu, Haji Weri Yu­naldi atau Singa Choedr  me­nya­takan siap, melanjutkan program-program pembangunan dan pela­yanaan publik yang su­dah dilaku­kan Josrizal Zain-Syam­sul Bahri di Kecamatan Lam­pasi Tigo Na­gari. ”Sebagai pen­damping Pak Syamsul, kita siap melanjutkan program Paya­kum­buh memba­ngun,” ujar We­ri yang masih tercatat sebagai ben­dahara Partai Golkar Paya­kumbuh.

Hal serupa ditegaskan Syam­­­sul Bahri. Wakil wali kota in­­cum­bent itu dengan rendah ha­ti, me­mohon kepada warga di Ke­­ca­matan Lampasi Tigo Na­ga­ri, agar dapat memberikan hak pi­lih mereka untuk dirinya dan Weri Yunaldi yang memperoleh no­­­mor urut empat. ”Kita, ber­ko­mit­­men membangun Lam­posi Ti­go Nagari,” tegas Syamsul. (*)

20.41 | Posted in , | Read More »

Riza Falepi CaWako Nomor Urut 5: Silaturahmi dan Tanak maek jo masyarakat di Balai Gurun.

Jum'at  (29/6) siang, kandidat Calon Walikota nomor urut 5 (red: Riza Falepi) bersilaturahim di Balai Gurun, Koto Nan Gadang. 


Kehadiran kandidat yang satu ini disenangi masyarakat khususnya yang ibu-ibu, karna kandidat yang satu ini adalah kandidat yang paling ganteng ( red: Riza Falepi ) dibandingkan dengan kandidat yang lain, celoteh ibu-ibu yang hadir ketika acara tersebut berlangsung.


Selain silaturahim dan "sambia malopeh golak" juga ada acara batanak yang ramai dihadiri oleh masyarakat Balai Gurun. Lokasi acara bertempat di depan Congkong Balai Gurun. (nd)

16.09 | Posted in , | Read More »

PANTAU PEMILUKADA : Kemenkopolkam Kirim Tim ke Payakumbuh

Payakumbuh, Singgalang
Sebelum berlangsungnya pemilukada pada Juli mendatang, tim desk Pemilu Kemenko Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) dipimpin Kolonel TNI Jusmarizal, bersama anggotanya Kolonel TNI Jeffry AR, berkunjung ke Payakumbuh 26-29 Juni.
Kunjungan tim desk guna memantau persiapan pemilukada. Selama di Payakumbuh, kedua kolonel itu melakukan pertemuan dengan pemko, KPUD, Dandim dan Polres Payakumbuh. 
Di Balaikota dalam acara dipimpin Asisten II Setdako H. Benni Warlis, tim desk meminta laporan persiapan pemilukada, baik dari pihak penyelenggara KPUD dan Panwaslu, serta pihak keamanan TNI/Polri.
Di depan Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf. Isdon Handoko, Kapolres AKBP Rubintoro S, Ketua KPU Hendrayani, Ketua Panwaslu Yusril Yazid, Kepala Kesbang-PBD Musdik Agus, Ketua tim desk Kemenkopolhukam Jusmarizal, menyampaikan maksud kunjungan tim yang diturunkan Menko Polhukam itu.
“Pemerinta pusat ingin mendapatkan data dan fakta akurat, terhadap kesiapan daerah dalam penyelenggaraan pemilukada. Sukses pemilukada, akan menentukan terhadap sukses penyelenggaraan pilpres dan pemilu legislatif,” ujar Jusmarizal.
Dikatakan, sukses pemilukada, bukan sekedar keberhasilan penyelenggaraan kampanye dan terpilihnya kepala daerah. Tapi, benar-benar tidak bermasalah sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Buat apa penyelenggaraan sukses, kalau akhirnya bermuara ke MK juga. Ini namanya juga tidak sukses,” tambahnya.
Suasana yang kondusif itu, diminta Jusmarizal dan Jeffry, terus dipelihara dan ditingkatkan. Kedua kolonel berharap pemilukada sukses, tertib, aman dan lancar dan tidak sampai ke MK.
Tim desk Kemenkopolhukam mendapatkan laporan secara tertulis dari pemko berupa alokasi anggaran Pemilukada, jumlah PNS di KPU dan Panwaslu, jumlah Linmas dan surat edaran tentang netraliras PNS. Dari Polresta, juga diminta laporan tentang rencana pengamanan pemilukada, kegiatan yang dilaksanakan, jumlah personil yang dilibatkan, pola pengamanan, data kerawanan pemilukada.
Kapolres Rubintoro, melaporan, penyelenggaraan pemilukada di Payakumbuh sejak dimulai pentahapan pendaftaran calon, hingga saat kampanye sekarang ini berjalan tanpa adanya gangguan. (302)

22.49 | Posted in | Read More »

Pansus Aset Dinilai Asbun. Walnag: Tak Ada Aset Pusat di Batubalang


Limapuluhkota, Padek—Per­nyataan Pa­nitia Khusus (Pansus) Asset DPRD Limapuluhkota soal ada­nya aset Pusat atau Provinsi dinilai asal bunyi (asbun). Wali Nagari (Walnag) Batubalang, Yondri YS, menegaskan, tidak asset Pusat atau Provinsi di daerah tersebut.

“Setahu saya, di Batubalang hanya ada aset nagari yang ter­sebar dan dikelola oleh enam jorong yang ada di daerah ini,” tegas Yondri kepada Padang Ekspres, kemarin (26/6).

Penegasan itu dilontarkan Yondri, menanggapi statemen Ketua Pansus Aset (DPRD) Li­mapuluh Kota, Tedy Sutendy seperti diberitakan Padang Eks­pr­es, terbitan Selasa (27/6). Di­mana Tedi menyebut, ada aset di Bon­cah Batu Balang, Kecamatan Harau yang rencananya dulu akan dibangun transmigrasi. Namun lokasi tersebut apakah aset pusat, provinsi atau ka­bu­paten belum bisa dipastikan. Terlepas dari itu, kata Tedi, aset tersebut sudah ada yang dicaplok masyarakat.

Menurut Yondri, aset yang ada di Nagari Batubalang adalah aset nagari yang berdasarkan kepada ulayat masyarakat. “Seta­hu saya saat sebelum dan men­jadi wali nagari, saya belum pernah mendengar adanya aset Pusat, Provinsi atau Kabupaten di Batubalang. Sebab di nagari tentunya hanya ada aset nagari yang berdasarkan pada ulayat nagari,” ungkapnya.

Begitu juga soal adanya ren­ca­na transmigrasi di Batubalang, se­perti disebutkan Tedi, Yondri juga mengaku belum pernah men­dengarnya samasekali. “Y­ang ada di Boncah, nagari Batu­ba­lang cuma batu bara. Kalau soal aset yang bu­kan milik pe­me­rintah nagari sa­ma sekali tidak ada,” tegas Yondri.

Pernyataan senada disam­paikan Kepala Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKAD) Limapuluh Kota Yendri Thomas. Menurut Yendri, dia belum me­nge­tahui soal aset di Boncah, Batu­balang yang disebutkan Tedy telah dicaplok masyarakat.

“Kami (DPKAD, red) sama­sekali tidak mengetahui infor­masi (pencaplokan) tersebut,” pungkas Yendri.Terlepas dari itu, ma­sya­rakat meminta agar Pan­sus Aset DPRD bekerja secara mak­simal. Sehingga semua aset benar-benar jelas statusnya. “Kita sangat ber­harap Pansus Aset DPRD mem­bahas persoalan ini hingga tuntas, dan jangan sete­ngah-setengah,” pinta Ketua LSM Forum Peduli Luak Limopuluah, Yu­dilfan Habib yang dihubungi ter­pisah. (*)

22.48 | Posted in | Read More »

Urus Akta Kelahiran Berbelit


Limapuluhkota, Padek—Ma­syarakat mengeluhkan birokrasi pembuatan akte kelahiran. Se­bab, untuk memenuhi per­sya­ra­tan seperti surat nikah orang tua yang dilegalisir kantor urusan agama, kadang sangat sulit, ter­uta­ma bagi mereka yang surat ni­kah orangtuanya hilang harus meminta surat keterangan hi­lang dari polisi.

Sementara mengurus surat keterangan kehilangan ke polisi, dibutuhkan akta nikah dari Kan­tor Urusan Agama (KUA). Dilain pihak, meminta legalisir arsip dari kantor KUA tidak semudah yang dibayangkan. Butuh waktu lama, bahkan ber­hari-hari untuk mendapat­kan­nya. Hal itu dise­bab­kan banyak­nya arsip di KUA.

Dian, 28 warga Kecamatan Luak, Limapuluh Kota yang dite­mui Padang Ekspres di KUA, Kecamatan Luak, menge­luhkan sulitnya pengurusan untuk men­da­patkan akte ke­lahi­ran dengan prosedur

yang berbelit. Dian mengaku sudah satu bulan lebih me­la­ku­kan pengurusan akte kelahiran adik­nya yang, butuh surat nikah kedua orang tuanya. Sementara, surat nikah orang tuanya sudah hilang.

“Kami tentunya butuh waktu juga untuk bekerja dan tidak me­lulu harus mengurus pem­buatan akte. Namun, sudah lebih satu bulan mengurus, arsip yang di­per­lukan belum juga ditemukan,” ung­kap Dian yang menunggu nomor akta nikah orang tuanya di temukan di KUA kecamatan Luak, Selasa (26/6).

Padahal, lanjut Dian, untuk mendapatkan surat keterangan dari kepolisian harus memiliki dulu nomor akta nikah. Hal itu ditujukan untuk memastikan bahwa orang yang bersangkutan benar-benar telah menikah du­lu­nya. “Kadang kita juga berfikir apakah dengan tidak adanya akta nikah, pernikahan orang tua kami tidak sah,” ungkapnya kesal.

Penghulu KUA Kecamatan Luak, Junaidi yang dihubungi Padang Ekspres, secara terpi­sah menyebutkan, nomor akta nikah harus dicari dulu di arsip yang telah banyak sejak dulu. Sehingga sedikit kesulitan un­tuk men­emu­kan­nya, jika benar sudah ter­daf­tar, tentunya arsip­nya akan ada di KUA. Namun jika nikahnya ti­dak terdaftar, tentunya petugas tidak akan menemukannya.

“Jika tidak ditemukan ar­sipnya, terpaksa harus di laku­kan sidang Isbat di pengadilan. Ke­mu­dian berdasarkan keputu­san pengadilan, baru akan di­buat­kan duplikat surat ni­kah,” jelas Ju­naidi. (fdl)

22.48 | Posted in | Read More »

Indonesia Tak Perlu Risau Jika Rendang Diklaim

Metrotvnews.com, Padang: Pemerintah Daerah dan masyarakat Sumatra Barat tak perlu risau jika Malaysia mengklaim rendang. Sebab, masakan tak bisa dipatenkan.

"Makanan itu tidak bisa dipatenkan. Contohnya sushi dari Jepang yang tidak dipatenkan, bahkan masyarakatnya senang nama itu dipakai di luar negara mereka," ungkap pakar kuliner William Wirjaatmadja Wongso saat meninjau Festival Rendang di Taman Budaya, Padang, Sumatra Barat, Selasa (26/6).

Ia mengatakan, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal penyajian dan cara pembuatan makanan. Namun yang harus diperhatikan, adalah bagaimana cara menyebarkan cara memasak rendang yang benar di luar daerah. Supaya cita rasa masakan itu dikenal berasal dari Sumatra Barat.

"Masyarakat Malaysia yang memasak rendang ayam hingga berwarna merah sudah menyebutnya dengan rendang, sementara bagi saya jika rendang tidak hitam itu bukan rendang," ujarnya.

Selain itu, masyarakat Malaysia juga mencampurnya dengan kelapa yang diparut, dan sudah pasti berbeda dengan penyajian rendang di Sumatra Barat. Bahkan di Belanda, banyak ditemukan makanan bernama rendang tapi rasa semur.

"Yang terpenting itu adalah bagaimana menyebarkan cara memasak rendang yang benar di luar Summatra Barat, sehingga tidak ada perbedaan rendang di Sumatra Barat dengan di daerah lain," katanya.

Ia mengakui rendang berasal dari Sumatra Barat. Tapi jika masakan yang terbuat dari daging sapi, kerbau, ayam, atau kambing, itu diperbincangkan di luar Sumatra Barat sebaiknya menggunakan nama Rendang Padang.

"Tapi jika menjadi pembicaraan di Sumatra Barat sebaiknya diikuti nama daerah seperti rendang Padang, rendang Pariaman, rendang Solok, rendang Limapuluh Kota, atau nama daerah lain pembuatnya. Ini sebentk apresiasi karena rendang di masing-masing daerah di Sumbar memiliki cita rasa berbeda," ujarnya.(Ant/TII)

22.47 | Posted in , | Read More »

Tinta Pilkada Tercipta di Sumbar. Pertama Dipakai di Pilkada Payakumbuh


Padang, Padek—Sebuah te­ro­bosan besar lahir dari Su­matera Barat. Tinta untuk pe­milu dan pemilihan kepala dae­rah (pilkada) yang selama ini diimpor dari India, kini berhasil diciptakan di dalam negeri dari olahan gambir asal ranah Minang.

Tinta digunakan untuk menandai pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara. Untuk pertama kali, tinta itu akan digunakan pada pilkada Paya­kum­buh yang akan ber­lang­sung Juli mendatang. Tinta ini juga memungkinkan untuk digunakan di pilkada kabu­pa­ten dan kota lainnya di Indonesia, bahkan pemilu dan pilpres 2014 mendatang.

Hari ini (27/6) akan dila­ku­kan peluncuran (launching) dan penandatanganan kerja sama (MoU) antara KPU Kota Payakumbuh dengan CV Rasdi & Co sebagai perusahaan yang memproduksi tinta berbahan baku gambir itu.

Tinta itu tercipta, setelah Ramal Saleh, pengusaha eks­por komoditi Sumbar me­la­ku­kan penelitian gambir di Balai Riset dan Standardisasi In­dus­tri (Baristan) Sumbar di Ulu Gadut Padang. “Hasilnya ke­mu­dian kami bawa ke KPU Payakumbuh, dan KPU Paya­kum­buh kemudian mengu­ji­nya di KPU pusat dan Alham­du­lillah dinilai layak di­gunakan untuk pilkada,” ujar Ra­mal Saleh, pimpinan CV Ras­di & Co, Senin (25/6) ma­lam.

Ketua Asosiasi Komoditi Gambir Indonesia (AKGI) itu menyebutkan, pihaknya de­ngan Baristan sudah MoU se­pekan lalu terkait kerja sama memproduksi tinta itu. “Bagi saya, ini momentum ke­bang­ki­tan komoditi dan industri gambir Indonesia, khususnya di Sumbar. Dengan terciptanya industri hilir dari gambir ini, saya berharap produksi dan kesejahteraan petani gambir kita bisa semakin meningkat,” ha­rapnya didampingi rekan­nya Syafri MD.

Selama ini gambir asal Sumbar diekspor ke luar ne­geri, termasuk Negara yang mem­produksi tinta pemilu seperti India. Dengan begitu, me­reka seenaknya bisa mem­per­mainkan harga gambir. Namun, apabila gambir bisa diproduksi sendiri di dalam negeri dengan berbagai pro­duk turunannya, maka akan meningkatkan nilai jual gam­bir. “Setelah di pilkada Paya­kum­buh, ke depan diharapkan bisa dipakai di pilkada di selu­ruh Indonesia, bahkan di pe­milu dan pilpres. Tinta ini ber­ba­han alami dan sudah ber­ser­tifikat halal. Selain bisa dijual di Indonesia, kita pun bisa ekspor ke Negara lain seperti Timur Tengah,” ujar senior Kadin Sumbar, ini.

Koordinator Divisi Logistik KPU Payakumbuh Rika sebe­lum­­nya menyebutkan tinta ber­bahan dasar gambir hasil uji coba Baristan Sumbar ini akan dipakai dalam pilkada Payakumbuh 2012 sekitar 404 botol atau dua botol untuk satu TPS. “Adapun satu botol itu kapasitasnya 30 CC. Kalau 404 botol, berarti sekitar 12,2 liter,” ujarnya Selasa (19/6).

Rika menjelaskan, pema­kaian tinta pilkada berbahan dasar gambir ini, telah men­dapat rekomendasi KPU Pu­sat, Kementerian Pere­ko­no­mian dan Kementerian Perin­dus­trian. “Ini merupakan kali pertama, tinta gambir dipakai sebagai tinta penanda sudah memilih, dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia,” ucapnya.

Dengan pemakaian tinta pemilu berbahan dasar gambir hasil olahan Baristand Padang yang sudah mendapat ser­tifikat halal dari MUI dan LP-POM tersebut, KPU berharap, pemilih ganda dalam pilkada Payakumbuh dapat dicegah. Selain mencegah pemilih gan­da, pemakaian tinta gambir berbahan alami diharapkan menyehatkan masyarakat.

Jika tinta gambir dipakai dalam pemilu di Indonesia, maka akan sangat me­ngun­tungkan bagi petani gambir di Indonesia, khususnya Sumbar. Gambir, salah satu komoditi spesifik unggulan daerah Sum­bar yang memasok lebih ku­rang 80 persen ekspor gambir nasional. Pasar utama ko­moditi ini adalah negara-ne­gara India, Pakistan, Bang­la­desh, Srilangka, Singapura, Ma­laysia, Taiwan dan Jepang. Bahkan India mengimpor 68 persen gambir Indonesia.(***)

22.44 | Posted in , | Read More »

Butuh Jalan ke SDN 03 Andaleh. Murid Terpaksa Seberangi Sawah Menuju Sekola


Limapuluh Kota, Padek—SDN 03 Andaleh, Jorong An­daleh Baliak Bukik, Nagari Andaleh, Kecamatan Luak, butuh akses jalan. Pasalnya, hingga saat ini, murid SD harus menyeberangi sawah untuk bisa mencapai sekolah mereka.

Hal itu diungkapkan Wali Nagari Andaleh, Harmen Sas­tra kepada Padang Ekspres beberapa waktu lalu.

Menurut Harmen, meski sudah diusulkan pem­ba­ngu­nan­nya kepada pemerintah kabu­paten, namun pem­ba­ngu­nan jalan sepanjang kira-kira 700 meter tersebut be­lum juga terealisasi.

Wali Nagari Andaleh itu, menyebutkan di Andaleh ma­sih membutuhkan jalan pen­di­dikan di Andaleh Baliak Bu­kik. ”Kini anak sikola tapaso malintang sawah untuak bisa sampai di sikolanyo,” ungkapnya.

Padahal sebelumnya, lan­­jut Harmen, mereka juga usulkan jalan tersebut da­lam Program Pembangunan In­fra­struktur Perdesaan (P­PIP). Namun usulan jalan ke SDN 03 belum dikabulkan. Kendati demikian wali na­gari bersyukur salah satu jalan di daerahnya saat ini disentuh program PPIP.

”Tapi kita bersyukur sa­lah satu jalan kita di An­daleh yang di Tabekburuak bisa men­dapatkan bantuan dalam program nasional PPIP tahun ini,” terangnya. (fdl)

22.43 | Posted in | Read More »

6 Cawako Baca Sendiri, F-WAN (Falepi Wandel) Gantian. Penyampaian Visi-Misi tanpa Dialog


Payakumbuh, Padek—Pe­nyam­paian visi-misi 7 pasang calon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh, dalam ra­pat paripurna istimewa DPRD,  Se­nin  (25/6) siang, ber­langsu­ng tanpa dialog. Walau visi-misi yang disampaikan ke­tujuh pasang calon akan di­ca­tat dalam dokumen daerah dan menjadi rel bagi jalannya pe­merintahan 5 tahun ke de­pan, namun animo masyarakat un­tuk menyaksikan acara ter­se­but masih rendah.

Buktinya, puluhan kursi yang disediakan untuk ma­sya­rakat di lantai satu gedung DPRD, terlihat kosong mel­om­pong sejak awal sampai akhir acara. Lantai satu dan lantai dua gedung DPRD, nampak lebih didominasi oleh para tim sukses dan relawan calon. Ini menandakan, sosialiasi Pil­wa­ko Payakumbuh, masih perlu un­tuk digenjot oleh KPUD sebagai penyelenggara.

Tidak hanya animo ma­sya­rakat yang rendah dalam me­nyak­sikan penyampaian visi-misi calon pemimpin Pa­ya­kum­buh. Kesadaran anggota DPRD untuk mendengar kon­sep para calon juga patut di­per­tanyakan. Sebab, sampai acara penyampaian visi-misi ber­akhir, hanya 20 dari 25 ang­gota dan pimpinan DPRD ya­ng hadir. Sedangkan 5 orang ti­dak terlihat batang hidung­nya.

Rapat penyampaian visi-misi calon wali kota dan calon wakil wali kota di gedung DPRD sendiri, memakan wak­tu selama hampir 3,5 jam.  Ma­sing-masing pasangan calon, mendapat jatah me­nyam­pai­kan visi-misi secara ber­gan­tian, selama 15 menit.

Walau tampil ke depan publik dengan pasangan ma­sing-masing, namun 6 calon wali kota, yakni Desra, Mulyadi Afmar, Almaisyar, Syamsul Bahri, Zainul Jusri dan Nu­syir­wan Nazar, nampak melahap sendiri visi-misi mereka. Se­dang­kan 1 calon wali kota, yak­ni Riza Falepi, memilih mem­baca visi-misi bergantian de­ngan wakilnya Suwandel Mukh­tar.
Pasangan No 1, 2, 3.

Penyampaian visi-misi ca­lon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh, diawali oleh pasangan nomor urut satu, Haji Desra-Fitma Indra­ya­ni. Pasangan ini, memiliki visi, ”Terwujudnya Payakum­buh Menjadi Kota Jasa yang Di­namis, Emansipatif, Se­jah­tera, Ramah dan Adil, Dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Melayani, Berbasis Imtaq dan Iptek, Dalam Konteks Negara Kesa­tuan Republik Indonesia.”

”Visi ini kami buat penga­ma­tan selama bertahun-tahun. Artinya, kami menyampaikan visi-misi ini tidak secara dada­kan. Tidak secara instan. Ka­rena, tidak mungkin seseorang bisa memimpin Payakumbuh, kalau datang hanya dadakan,” kata Desra. Komentar Desra ini disambut tepuk tangan pertama kali oleh wali kota Josrizal Zain, disusul ratusan hadirin.

”Benar yang disampaikan Desra, visi-misi itu tidak mu­ng­kin dadakanlah. Memimpin Payakumbuh juga tidak bisa instan,” kata Josrizal Zain didampingi Sekdako Irwnadi Dt Batujuah kepada sejumlah wartawan, selepas acara pe­nyam­paian visi-misi di gedung DPRD.

Selepas Desra tampil, gili­ran pasangan Mulyadi Afmar-Edward DF yang tampil. Pasa­ngan ini, memiliki visi "Me­wu­jud­kan Kota Payakumbuh yang Agamais, Maju, Ber­wa­wa­san Ipteks (Ilmu Penge­ta­huan, Teknologi dan Seni) dan Nyaman". Visi itu diserahkan Mulyadi-Afmar kepada pim­pinan DPRD dan hadirin, da­lam bentuk tabloid 4 halaman.

Sementara, pasangan no­mor urut tiga, Almaisyar-Ded­rizal memiliki visi, "Ter­wu­jud­nya Masyarakat Payakumbuh Sejahtera yang Memiliki Daya Saing, Agamais, Beradat, Dan Berbudaya Dengan Peme­rinta­han Yang Profesional. Namun, visi ini tidak bisa disampaikan Almaisyar dengan tuntas, ka­re­na keterbatasan waktu.

”Waktu sudah habis,” kata ketua DPRD Wilman Singkuan memotong pidato Almaisyar. Mendengar hal itu,  Almaisyar hanya dapat menyampaikan, bahwa visi-misi yang disam­pai­kannya dengan didampingi Ded­rizal, semata-mata dida­sa­ri semangat berniat baik, ber­fikir yang baik, berbuat yang ter­baik, untuk Payakumbuh yang lebih baik.

Pasangan 4,5,6,7.

Usai Almaisyar-Dedrizal tampil, giliran pasangan no­mor urut empat Syamsul Bah­ri-Weri Yunaldi, yang me­nyam­paikan visi-misi. Visi Syamsul dan Weri, tidak jauh berbeda dengan visi Syamsul dalam mendampingi Josrizal Zain dari tahun 2007 sampai 2012. Kesamaan visi ini me­nu­rut Syamsul, karena ia me­mang bertekad melanjutkan cita-cita Josrizal.

”Kalau dengan Pak Jos­ri­zal, kami punya visi, Ter­wu­jud­nya Payakumbuh Sebagai Kota Sehat dan Mandiri yang di­du­kung Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Beriman dan Ber­taqwa. Maka kini, kami me­ngusung visi, Terwujudnya Pa­ya­kumbuh Sebagai Kota Man­diri, Sehat dan Sejahtera yang Menyatu dalam Iman dan Taq­wa,” kata Syamsul.

Selama menyampaikan vi­si-misi, Syamsul Bahri yang me­n­gusung tagline "Terbukti Men­cintai Rakyat" dan "Lan­jut­kan, Payakumbuh Mem­ba­n­gun", menyajikan sejumlah pem­bangunan yang sudah dilakukannya untuk warga Kota Payakumbuh bersama Josrizal Zain. Mulai dari program kota sehat, revitalisasi pasar, pengembalian Unand ke Payakumbuh, pembangunan RPH Modern dan RTH Regional, serta sejumlah program lain.

Josrizal Zain nampak ma­ng­gut-manggut dan ter­se­nyum puas, saat Syamsul me­nyam­paikan visi-misi. Setelah itu, baru giliran pasangan nomor urut lima, Riza Falepi-Suwandel Mukhtar yang tam­pil. Mereka memiliki visi, ‘Ter­wujudnya Payakumbuh men­jadi Kota yang Maju, Sejahtera, Re­ligius, Pro-Rakyat, Bebasis Ilmu Pengetahuan dan Pen­di­dikan yang Berlandaskan Adat Basyandi Syarak, Syarak Ba­syan­di Kitabullah.

Sementara, pasangan calon nomor urut enam, Zainul Jus­ri-Supardi, memiliki visi, ”Ter­wujudnya Payakumbuh Kota Mandiri dan Sejahtera, Ber­martabat, Berbasis pada Sum­ber Daya Manusia yang Ber­iman dan Bertaqwa. ”Visi-misi ini, akan kami jalankan dengan motto, jujur, amanah, adil dan istiqamah,” kata Zai­nul Jusri yang merupakan putra KH Zainudin Hamidi, ulama-pe­juang di Paya­kum­buh.Adapun pasangan calon nomor urut tujuh, yakni pa­sangan Nu­syir­wan Nazar-Chandra Setipon, memiliki visi, ”Terwujudnya Paya­kum­buh Sebagai Pusat Pendidikan, Pemerintahan, Perdagangan dan Industri, Berbasis UMKM  serta Kota Pariwisata Dengan Sumber Daya Manusia yang Cerdas, Mandiri, Berakhlak dan Ber­bu­daya”.

Dalam menyampaikan vi­si-misi, Nusyirwan Nazar Sago yang memiliki moto tepat waktu, tepat ukuran dan tepat aturan, dengan prinsip di­manapun berada akan mem­beri manfaat pada orang se­kitarnya, nampak cukup berse­­ma­ngat. Ia juga berkali-kali mengunakan dialek Pa­ya­kum­buh, namun dengan gaya ”Pa­lem­bang-nya” yang lugas dan tegas. (*)

22.42 | Posted in , | Read More »

70 Kg Ganja Disita, 2 Kurir Dibekuk. Kibuli Polisi, Kijang Kapsul Dimodifikasi


Payakumbuh, Padek—Satuan Nar­­­ko­ba Polresta Payakumbuh meng­ga­­galkan pengiriman 70 kilogram gan­­ja kering dari Desa Penampaan, Ke­­camatan Blangkejeren, Kabupaten Ga­­yolues, Provinsi Nangroe Aceh Da­russalam ke Payakumbuh dan Lima­puluh Kota, Minggu (24/7) malam.

Tidak cuma meng­gagal­kan pengiriman dan tran­saksi 70 kg ganja, Sa­tuan Nar­koba Polresta Paya­kum­buh yang di-back up Satuan Re­serse dan Kriminal, ber­hasil pula meringkus dua pria yang membawa mari­yuana dari Aceh menuju Payakumbuh de­ngan Kijang Kapsul BK 1739 DM.

“Kedua pria itu Syamsul Bahri, 26, dan Herman, 24. Mereka dari  Desa Pe­nampaan, Kecamatan Blangke­jeren, Nangroe Aceh Darus­sa­­lam,” kata Kapol­resta Pa­ya­kumbuh AKBP Ru­bintoro Su­hada di­dam­pingi Wa­ka­polres Kom­pol Heri P dan Ka­sat Narkoba Iptu Adrian R Lubis kepada wartawan, Se­nin (25/6).

Sampai kemarin siang, Syamsul dan Herman masih men­jalani pemeriksaan di ruang Sat­narkoba Polres Payakum­buh. Polisi me­n­duga mereka meru­pa­kan anggota sin­dikat penge­dar nar­koba lintas pro­vinsi. Namun, Syamsul yang berba­dan gempal tapi sedikit tuli dan Her­man yang bertubuh kecil, me­ngaku hanyalah sebagai kurir.

”Kami disuruh seseorang yang bia­sa kami panggil Wan, me­ngantar­kan barang (ganja) kepada PS (pa­sien atau pemesan) di Payakumbuh.
Untuk itu, kami dibayar Rp 3,5 juta, termasuk biaya rental mobil,” ujar Syamsul Bahri dan Herman kepadaPadang Ekspres, di Mapolres Payakumbuh, Minggu malam.

Kendati mengaku hanya mendapat tugas sebagai kurir, tapi Syamsul dan Herman, tidak tahu kepada siapa ganja yang mereka bawa akan diserahkan. “Kami tidak tahu, siapa dan di mana alamat pemesan. Sebab, pemesan berkomunikasi langsung dengan orang yang menyuruh kami. Nanti, orang yang menyuruh kamilah yang memberi petunjuk,” sebut mereka.

Syamsul dan Herman berangkat dari Aceh ke Sumbar sejak Sabtu (24/6) malam lewat Medan-Pasaman-Bukittinggi. “Sampai di Bukittinggi, kami mendapat perintah untuk mengantar barang ke Payakumbuh. Kami tidak tahu Payakumbuh dan banyak bertanya di jalan,” ucap Herman.

Dalam perjalanan dari Bukittinggi ke Payakumbuh, kedua pria itu mendapat ’perintah’ dari Aceh, untuk mengantar barang ke sebuah warung kosong di jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh, persisnya di Jorong Batutanyuah, Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota, atau sekitar 750 meter setelah PLTA Batang Agam dan 150 meter dari simpang empat Batu Ampa.

Setiba di warung kosong tersebut, Syamsul dan Herman, ternyata tidak bertemu dengan pemesan ganja, melainkan bertemu dengan anggota Satuan Narkoba Polres Payakumbuh yang sedang menyamar. “Jangan bergerak, kalian ditangkap,” teriak sejumlah polisi berseragam preman. Syamsul dan Herman pun tidak berkutik. Mereka menyerah.

Dari mobil Kijang kapsul yang sudah dimodifikasi kedua kurir untuk mengibuli polisi, awalnya ditemukan 18 paket ganja kering seberat 18 kg. Ganja tersebut di antaranya disimpan pada celah dinding dalam dan dinding luar mobil. Selain itu, ada pula ganja yang disimpan dalam ban serap dan di bagian bawah mobil.

Setelah berhasil diamankan di hadapan Kepala Jorong Batutanyuah Masrizal dan Ketua Pemuda Koto Tangah Batu Ampa Afdal, sebanyak 18 kg ganja bersama kedua kurir pengantar dan mobil yang digunakan, langsung digelandang anggota Satnarkoba dan Satreskrim ke Mapolresta Payakumbuh.

Beberapa jam kemudian, polisi mulai melakukan pemeriksaan terhadap Syamsul dan Herman yang sudah diberi makan dan kopi. Dari hasil pemeriksaan itulah diketahui kalau kedua kurir sempat membuang dan menyimpan ganja, pada salah satu tempat dekat lokasi mereka digerebek.

Tanpa menunggu lama, anggota Satnarkoba pun bergegas ke jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh untuk menjemput barang bukti tambahan. Ternyata, di lokasi ditemukan lagi ganja kering sebanyak 52 kg. Dengan demikian, total barang-bukti yang didapat polisi mencapai 70 kg.

Informasi yang beredar, kedua kurir ganja beserta bandar mereka dari Aceh, sejak awal sebenarnya bukan berkomunikasi dengan pengedar ganja dari Payakumbuh, tapi berkomunikasi langsung dengan polisi yang menyamar. Namun, polisi tidak memberi keterangan terkait hal tersebut.

“Tersangka sudah lama menjadi target operasi kita. Pada intinya, kita jajaran Polres Payakumbuh, komit dengan perintah Kapolda Sumbar menjadikan Sumbar zero narkoba. Sekarang, kasus ini masih dikembangkan,” ujar AKBP Rubintoro Suhada didampingi Iptu Adrian R Lubis. (frv)

22.38 | Posted in , | Read More »