Seragam Pramuka Khusus Kaum Muslimah

LONDON – Untuk menjawab permintaan dari kalangan masyarakat Muslim, Pramuka Kerajaan Inggris kini mempunyai seragam baru untuk mereka yang mengenakan jilbab.

Seragam yang dirancang khusus ini dilengkapai dengan penutup kepala gaya “hoodie” seperti yang dikenakan anak-anak remaja perkotaan pada umumnya.

Sekitar 600 pramuka Muslim putri dipastikan akan mengenakan seragam baru ini walau tidak tertutup untuk pramuka lainnya yang ingin mengenakannya, Menurut sang Perancang, Sarah Elenany, 27 yang merancang pakaian ini dengan label Elenany mengatakan bahwa pakaian ini ditujukan untuk memberi kesempatan pemakainya tetap beraktivitas dengan bebas dan nyaman

''Saya ingin anggota pramuka terlibat dalam perancangannya dan mereka kemudian memberi tahu pakaian seperti apa yang ingin mereka kenakan serta apa yang tidak mereka suka dengan yang sekarang ada,'' ujarnya.

Berdasar survey sensus Asosiasi Pramuka Inggris, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi peningkatan anggota putri yang lebih banyak dari pria. Sejak tahun 2005 saja terjadi peningkatan 88% dengan jumlah total 66.576 anggota.

23.17 | Posted in , | Read More »

Siaga 1 Kawal SPBU Hingga Rabu

Limapuluh Kota--Tim Gabungan Polres Limapuluh Kota, Sumbar, berhasil menggagalkan rencana pengangkutan 4.422 liter atau 4,4 ton bensin dan solar bersubsidi oleh empat warga dari SPBU Tanjungbalik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru menuju Kecamatan Kapur IX.

"Diduga, sebanyak 4,4 ton solar dan bensin itu akan dijual di Kapur IX, saat harga BBM naik," kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto, Minggu (1/4).

Sebanyak 4,4 ton solar dan bensin itu, saat ini masih diamankan untuk kepentingan penyidikan. Empat warga Kapur IX yang mengangkut atau memiliki BBM itu, yakni Iprianto, 35, Fuja Yehmal Illahi, 22, Hilmini Rusdi, 53, dan Ali Mardjohan,38, ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan BP Migas.

"Kita masih mendalami tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh keempat tersangka, " ujar Kabag Ops Polres Limapuluh Kota AKP Asrul Bayu, didampingi Kasat Reskrim AKP Russirwan, Kasat Tahri Ipda Abu Bakar dan Kasubag Humas Ipda Muchri Sawir dalam gelar perkara dengan wartawan, Minggu sore.

Menurut keempat perwira yang menghadiri gelar perkara, penyitaan 4,4 ton bensin dan solar itu, berawal dari operasi pengamanan SPBU yang dilakukan tim tabungan Polres Limapuluh Kota. Saat operasi di SPBU Tanjuangbalik, Pangkalan Koto Baru, tim menemukan empat pria membeli solar dan bensin dalam kapasitas banyak.

Keempat pria asal Kapur IX, membeli bensin di SPBU Tanjungbalik, dengan menggunakan 134 jeriken berkapasitas 33 liter. Sebanyak 133 jeriken, diisi dengan bensin. Sedangkan 1 jeriken diisi solar. Semua jeriken, dimuat dalam 2 unit mobil L-300, dengan nomor polisi BA 8420 CJ dan BA 8287 CJ.

Melihat ulah keempat pria, polisi kemudian menanyakan izin mereka. Salah seorang pria yang teridentiifikasi bernama Hilmini Rusdi, menyodorokan surat izin pembelian BBM dari Disperindag Kabupaten Limapuluh Kota dengan nomor 265/DP/IX/2008. Hanya saja, surat yang diteken Kabag TU Disperindag Drs Sulastopo itu dinilai polisi sudah kedaluwarsa.

"Izin yang mereka peragakan, izin empat tahun lalu yakni izin tahun 2008. Tentu saja, tim gabungan Polres Limapuluh Kota yang melakukan pemeriksaan menjadi curiga," beber Kasubag Humas Ipda Muchri Sawir kepada wartawan, dalam acara gelar perkara tersebut.

Tim gabungan, sambung Ipda Muchri Sawir, akhirnya berpijak dengan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 541/317/DESDM-2012, bahwa pembelian BBM dengan jerigen, diperbolehkan maksimal sebanyak 2 jerijken Premium dan dua jeriken Solar. "Makanya, bensin dan solar yang dibeli dalam kapasitas banyak, langsung kita amankan," ucapnya.

Ipda Muchri Sawir menambahkan, sesuai perintah Kapolda Sumbar Brigjen Wahyu Indra Pramugari dan Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto, seluruh jajaran Polres Limapuluh Kota akan tetap melakukan Siaga 1 pada setiap SPBU sampai Rabu (4/4) mendatang. "Kita juga akan memantau, Jalan Sumbar-Riau," ucapnya. (frv)

23.03 | Posted in | Read More »

Kasubdin Keswan Payakumbuh Akui Korupsi

Padang-Hariyeni, Kepala Sub Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Payakumbuh mengakui dirinya korupsi dana kegiatan penanggulangan flu burung di Dinas Pertanian dan Perikanan setempat tahun 2006-2007 lalu. Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang yang dipimpin Imam Syafei beranggotakan Kamijon dan M Takdir, Rabu (21/3), terdakwa mengakui perbuatannya dan meminta keringanan hukuman.

"Saya sangat menyesali perbuatan saya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," katanya saat membacakan pembelaan pribadi di Pengadilan Tipikor Padang. Selain mengaku bersalah, terdakwa juga mempertanyakan pasal dalam tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) berbeda antara dirinya dengan terdakwa lainnya. "Sama-sama dituduh melakukan korupsi tetapi pasal yang dikenakan berbeda," katanya.

Tidak hanya dalam penerapan pasal tuntutan, penuntut umum juga menuntut hukuman yang tinggi kepada Hariyeni, yakni lima tahun penjara dan membebankan pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan penjara dan uang pengganti sebesar Rp93,6 juta. "Tuntutan uang pengganti itu tidak jelas darimana perhitungannya oleh JPU," ujarnya. Sementara pengacara terdakwa, Wilson Saputra, batal membacakan pembelaan karena isi pembelaan yang akan dibacakannya bertentangan dengan isi pembelaan Hariyeni. "Dalam pledoi terdakwa, Hariyeni mengakui kesalahannya, sedangkan dari pihak pengacara, tetap mengutamakan terdakwa tidak bersalah," kata Wilson.


Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Payakumbuh menegaskan terdakwa bersalah dan secara meyakinkan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dalam dakwaan kesatu.


Terdakwa selaku pelaksana kegiatan dan pencegahan dan pemberantasan flu burung, tidak dapat mempertanggungjawabkan laporan penggunaan anggaran penanggulangan mewabahnya virus avian influenza (H5N1) di Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Payakumbuh tahun 2006-2007.(ant/mel)

23.01 | Posted in | Read More »

Kabupaten Limapuluh Kota Kembangkan Taman Kupu-kupu

DI tahun ini pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, terus mengembangkan sarana dan prasarana Taman Kupu-kupu Aka Barayun yang dibuka sejak 1 Januari lalu di dekat objek wisata Lembah Harau.

"Taman kupu-kupu Aka Barayun dibuka untuk umum pada 1 Januari 2012 dan tanpa biaya retribusi," ungkap Kasi Tujuan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota Yunasril, pekan ini.

Ia berharap pengembangan taman kupu-kupu Aka Barayun difasilitasi dengan penambahan dua kolam rekreasi anak-anak, panggung terbuka untuk event-event pementasan seperti festival seni dan budaya juga 35 kios untuk pedagang.

Kupu-kupu di Taman Aka Barayun untuk sementara dilepas guna memancing kupu-kupu yang lain datang. Ada berbagai jenis kupu-kupu dan bunga, yakni bunga panggil-panggil, melati, mawar merah dan kertas di sini.

"Kupu-kupu saat ini kita lepas untuk memancing kupu-kupu yang lain berdatangan. Saat ini populasinya masih dalam pendataan," ucapnya.

Ke depan, taman kupu-kupu yang selesai dirancang pada akhir Desember 2011 itu juga akan dilengkapi tempat penangkaran kupu-kupu.

"Beberapa kandangnya sudah mulai kita siapkan, tapi belum bisa digunakan karena belum sempurna," kata Yunasril.

Untuk kebersihan dan keamanan lingkungan taman kupu-kupu Aka Barayun, Disbudparpora pun mendukung dengan menempatkan tiga tenaga harian lepas (THL) di sana.

Daya tarik taman tidak hanya terfokus pada keunikan kupu-kupu atau bunga-bunga di atas, tapi juga dilengkapi dengan aneka satwa seperti buaya dan rusa serta tanaman rambai, kopi, karet, rambutan, anggrek, kantong semar dan pakis monyet.

"Kita juga merencanakan akan menambah jumlah jenis satwa untuk lebih menarik pengunjung," katanya. (MI/Wrt3)

21.56 | Posted in , | Read More »

Fokus Lima Puluh Kota 12 Cagar Budaya

SARILAMAK, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, akan memfokuskan perawatan terhadap 12 cagar budaya dari 65 situs yang ada di daerah itu.

"Ke-12 benda cagar budaya tersebut merupakan peninggalan zaman prasejarah, zaman Islam dan zaman kolonial," ujar Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota, Nopi Rita, di Sarilamak, Kamis.

Ia menyebutkan, cagar budaya peninggalan zaman prasejarah terdiri atas tujuh situs berupa menhir batu dan talempong batu.

Menhir batu, terang Nopi, adalah batu yang berfungsi sebagai tanda atau batas tanah, pemakaman dan pemujaan.

"Sedangkan talempong batu yang terdapat di Kenagarian Talang Anau, Kecamatan Gunung Omeh, adalah batu yang berbentuk talempong dan hanya seorang pawang yang bisa memainkannya dengan ritual khusus," kata dia.

Nopi mengatakan, menhir batu tersebut terdiri atas Belubus, Ampang Gadang dan Bawah Parit yang terdapat di Kenagarian Maek Kecamatan Bukit Barisan.

"Menhir batu yang lain adalah Talang I, Talang II dan balai adat yang terdapat di Kenagarian Sungai Talang Kecamatan Guguak," katanya.

Dia menyatakan, Surau Tuo Taram di Kecamatan Harau merupakan cagar budaya peninggalan zaman Islam pada abad ke 7-14 SM.

Katanya, cagar budaya peninggalan zaman kolonial berupa Museum Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Kenagarian Tujuh Koto Talago dan Tugu PDRI di Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh.

"Rumah Tan Malaka di Kenagarian Pandam Gadang Kecamatan Gunung Omeh dan rumah ukiran Cino yaitu rumah gadang berukiran Cina di Kenagarian Simalanggang Kecamatan Payakumbuh juga termasuk cagar budaya peninggalan zaman kolonial," kata dia.

Nopi menegaskan, cagar budaya yang lain saat ini membutuhkan pemeliharaan dan perawatan juga namun dana yang ada minim, jadi masih ditetapkan secara skala prioritas.

21.38 | Posted in , | Read More »

Tingkatkan Daya Saing dengan Pelatihan

Walau banyak pihak yang menuding tenaga kerja di Sumbar belum bisa bersaing karena skill yang tidak maksimal, pemerintah terus berusaha untuk meningkatkannya. Salah satu cara yang dilakukan, dengan memberikan pelatihan pada calon pencari kerja dan pencari kerja, serta korban PHK. Diharapkan dengan mendapatkan pelatihan, mereka bisa diterima bekerja sesuai skill yang diberikan atau membuka usaha sendiri.


Kepala Dinsosnaker Padang, Hariadi Dahlan didampingi Sekretaris, Firman Daus menyampaikan untuk meningkatkan daya saing pencari kerja, Dinsosnaker memiliki program pelatihan atau magang. Jadi, pencaker ini diberi kesempatan untuk belajar di sebuah perusahaan seperti di bengkel kendaraan, sablon atau percetakan.


Pencaker ini dapat menimba ilmu selama magang di perusahan itu. Jika telah selesai, bisa juga bekerja di perusahaan tersebut kalau memang ada lowongan atau bisa juga membuka lapangan kerja sendiri dengan keterampilan yang didapatkan ketika magang.


“Kendala untuk proses magang ini, belum banyak perusahaan yang belum bisa bekerjasama dengan dinas. Lalu, peserta magang juga belum memanfaatkan ilmu yang bisa didapatkan di perusahaan tersebut,” ujarnya.


Ada juga pelatihan yang dikelola Dinsosnaker sendiri, seperti pelatihan keterampilan. Contohnya saja dengan keterampilan memperbaiki komputer atau HP. Pelatihan seperti ini masih belum maksimal karena membutuhkan dana yang lebih banyak.


Hariadi mengharapkan bagi pencaker terutama tamatan SMA untuk melatih keterampilan yang ada dengan ikut berbagai pelatihan atau magang. Memiliki keterampilan lebih menjanjikan dibandingkan dengan bekerja dengan perusahaan.


Hal serupa juga dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, yakni dengan memberikan pelatihan gratis sesuai minat dan bakatnya sebelum terjun ke dunia kerja.


Pelatihan tak hanya diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh kabupaten/kota, tetapi juga dengan menjalin kerjasama dengan pihak swasta. Peserta yang sudah dilatih ini dapat magang kerja di perusahaan swasta tersebut. Hanya saja, informasinya belum tersosialisasikan dengan baik sehingga tak banyak masyarakat yang mengetahuinya.


Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Syofyan, pelatihan dan pendidikan keterampilan ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun, baik melalui APBN maupun APBD Sumbar. Tahun lalu, Sumbar mendapatkan anggaran sebesar Rp5,5 miliar untuk 100 paket pelatihan dengan target peserta 1.600 orang.


Jurusan keterampilan yang disediakan cukup banyak. Seperti pelatihan teknisi handphone, pembuatan bad cover, montir sepeda motor, elektronika, tukang, las dan mesin perkakas/bubut. Peserta akan menjalani proses diseleksi, ditelusuri dulu minat dan bakatnya.


“Bagi masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan ini, dapat mendaftarkan diri pada Dinas Tenaga Kerja daerah masing-masing. Pelatihan akan dilaksanakan di BLK. Bagi kabupaten/kota yang belum memiliki BLK, maka pelatihan akan dilak­sanakan pada BLK terdekat dari daerahnya,” jelas Syofyan.


Dia menjelaskan, syarat untuk mengikuti pelatihan ini tidak rumit, tingkat pendidikan tidak menjadi soal, kecuali untuk pelatihan keterampilan teknisi handphone memang ada syarat pendidikan tertentu. Yang pasti biaya pelatihan gratis, ditanggung pemprov dan pemda.


Lalu, untuk menarik minat masyarakat mengikuti pelatihan ini terutama mereka yang menganggur, di PHK atau yang ingin meningkatkan kompetensinya, Disnakertrans Sumbar juga menjalin kerjasama dengan perusahaan swasta.


Usai menjalani pelatihan selama 24 hari, peserta akan dimagangkan di perusahaan itu selama 4 bulan. Disnakertrans akan memberikan bantuan biaya transportasi bagi peserta. Jenis pelatihan yang tersedia untuk program ini di antaranya teknisi handphone, desain grafis, otomotif, sepeda motor dan menjahit bed cover.


Perusahaan swasta yang terlibat dalam program itu di antaranya LP3I (Padang), Sinar Maju Jaya (Padang), IBTI (Bukittinggi) dan beberapa perusahaan lainnya di Kota Payakumbuh dan Solok.


Selain itu, bagi masyarakat yang membutuhkan informasi pe­luang kerja, mereka juga tidak perlu bingung. Meski sempat vakum akibat gempa 2009 lalu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar kembali menyediakan sarana bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi peluang kerja melalui Bursa Kerja Online (BKOL).


Sebuah ruangan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Jalan Ujung Gurun, Padang disediakan sarana lengkap komputer yang tersambung ke jaringan internet. Masyarakat dapat mengaksesnya secara gratis. Bagi mereka yang belum memahami proses penggunaannya, akan dibantu pegawai kantor tersebut. (hijrah adi sukrial/eka rianto)

20.27 | Posted in , | Read More »

Siak Diguncang Gempa 5,1 SR, Getaran Terasa ke Payakumbuh

Siak, Padek—Gempa bumi berkekuatan 5,1 skala richer (SR), Sabtu (31/3) sekitar pukul 10.58 WIB mengguncang sejumlah kabupaten/kota di Riau. Informasi dari Badan Meteorologi Klima­tologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, pusat gempa 1.12 LU-101.63 BT atau 42 kilometer dari timur laut Siak, Riau dengan kedalaman 10 kilometer.


Gempa Siak juga dirasakan di daerah Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Namun gempa kecil tersebut, tak membuat warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota, panik. Juga tak ada kerusakan di kedua daerah tersebut.


Anehnya, di pusat kota Siak Sri Indrapura, masyarakat setempat tidak merasakan gempa tersebut. Bahkan dari 14 kecamatan yang ada, getaran gempa itu dirasakan warga Kecamatan Kerinci Kanan dan Tualang. Seperti diungkapkan Didi, 24, warga Kerinci kanan yang mengaku sempat merasakan getaran gempa tersebut.


Getaran gempa ini dirasakan dua kali oleh Didi warga Kerinci Kanan. Getaran yang berlangsung selama lebih kurang 30 detik ini membuat dirinya oleng dan beberapa benda yang ada di sekitarnya ikut bergoyang.


“Bukan saya saja yang merasakan itu, warga lainnya juga,” kata Didi.
Kendati getaran gempa dirasakan, rumah-rumah warga, pohon, tiang listrik dan lainnya tak ada yang rubuh. Begitu juga dengan warga, mereka tak panik apalagi berhamburan ke luar.


Getaran gempa serupa juga dirasakan masyarakat Tualang. Namun itu tak membuat warga panik. Ini dibenarkan pelaksana tugas Camat Tualang Perawang Zalik Effendi. Menurut dia, di saat gempa itu mengguncang, ia beserta warga yang sedang duduk terasa berge­tar, tapi tak berlangsung lama.


“Awalnya kami saling bertanya, apa ini gempa, namun belum sempat menjawab, gempa itu berakhir,” katanya.
Beruntung, getaran gempa yang cukup kuat pagi itu sama sekali tak berdampak bagi masyarakat Siak sekitarnya. Bahkan di saat gempa berlangsung iven Kejurda Motor Cross dan Grass Track di Sirkuit Sirkuit Tanjung Agung Kecamatan Mempura.


Bupati Siak, Syamsuar yang membuka Kejurda tersebut mengaku tidak merasakan gempa. Pejabat nomor satu di Kabupaten Siak ini malah balik bertanya dari mana info jika Siak itu dilanda gempa. Setelah mengetahui ada dua kecamatan yang merasakan getaran gempa, Syamsuar langsung menanyakan langsung kondisi warga di sana melalui camat setempat.


“Dari komunikasi yang dilakukannya pada camat, memang benar terjadi gempa, namun Alhamdulillah tak ada korban jiwa dan juga keruntuhan bangunan gedung baik rumah warga, perkantoran, pohon, tiang listrik dan lainnya,” ujar Syamsuar.


Kepala Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Philip Mustamu belum bisa menyebutkan penyebab gempa. Dia menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa tektonik, tetapi patahannya bersi­fat lokal dengan intensitas kecil dan tidak berada pada sesar tetapi pada pinggiran tidak seperti gempa Sumbar, beberapa waktu lalu.


Getaran gempa juga dirasakan masyarakat Duri (Bengkalis) dan Pangkalankerinci (Pelalawan).
“Getarannya cukup kuat. Dinding terlihat jelas bergetar,” ujar staf PT CPI Duri, Ir H Abdul Gaffar. Namun tidak semua warga Duri merasakan getaran gempa tersebut. (aal/gus/sda/mar)

20.23 | Posted in | Read More »