Jumlah Pemilih Pilwako Berkurang


Payakumbuh, Padek—Jum­lah warga Payakumbuh ya­ng wajib mengikuti Pilwako 2012, terus berkurang. Bila dalam Data Penduduk Po­ten­sial Pemilih Pemilu atau DP4 yang dise­rahkan Disdukcapil kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Januari 2012 la­lu, warga wajib pilih men­ca­pai 87.917 jiwa. Maka dalam Daf­tar Pemilih Sementara atau DPS yang dite­tapkan KPU April lalu, wajib pilih tinggal 83.947 jiwa.

Sementara, dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT yang disahkan dalam rapat pleno terbuka Panitia Pemilihan Ke­ca­matan (PPK), sepanjang Minggu (20/5) dan Senin (21/5) siang, jumlah pemilih ting­gal 83.837 jiwa. Angka se­ba­nyak itu dip­re­diksi masih bisa berkurang, sebab DPT tingkat Kota Paya­kumbuh baru disah­kan KPU melalui pleno ter­buka, Selasa (22/5) ini.

”Ya, besok (hari ini, red), KPU memang akan menggelar pleno terbuka, penetapan Daf­tar Pemilih Tetap tingkat Pa­ya­kumbuh. Kalau hari tadi dan ke­marin, pleno terbuka ten­tang penetapan DPT baru dila­kukan Panitia Pemilihan Ke­ca­matan,” ujar Kordinator Divisi Sosialiasi KPU Yuzalmon ke­pada Padang Ekspres, Se­lasa siang.

DPT di
Kecamatan A lot

Pantauan Padang Ekspres, rapat pleno terbuka penetapan DPT yang digelar PPK pada 5 kantor camat berbeda, ber­la­ng­sung alot dan dinamis. Di Keca­matan Payakumbuh Uta­ra, ra­pat dipimpin Ketua PPK Jhon­rizal, didampingi anggota Af­niwati, Daira Suraswati, Panca Budi Satria dan Witria Anis.

Dalam rapat yang dihadiri Camat Payakumuh Utara Nov­ri­wandi, Kordinator Divisi Sosia­lisasi KPU Yuzalmon, ang­gota Panwaslu Heidi Mur­sal, Pan­wascam, tim pe­me­na­ng­an bakal calon dan angota Panitia Pe­mungutan Suara (PPS) tersebut, PPK Pa­ya­kumbuh Utara, me­ne­tapkan jum­lah pemilih sebanyak 20.­449 jiwa. Terdiri dari 10.201 lelaki dan 10.248 wanita.

Sementara, dalam pleno terbuka PPK Payakumbuh Ti­mur, ketua PPK Andrino ber­sama anggota Karespi, Ir­fan Chanof, Neti Prayoka dan Ra­mon Saputra, menetapkan, daf­tar pemilih tetap di Pa­ya­kumbuh Timur sebanyak 16.­835 jiwa. Terdiri dari 8.155 pemilih lelaki dan 8.680 pe­milih wanita. Pe­netapan pe­mi­lih ini juga dihadiri Camat Pa­yakumbuh Yunida Fatwa.

Sedangkan, dalam rapat ple­no terbuka PPK Paya­kum­buh Selatan, ketua PPK Per­mata Budi, didampingi ang­gota Syah­rial N, Olfia Dhar­ma, I Dt Per­mato Dirajo, dan Rini Nelva Yona, menetapkan, jum­lah pe­mi­lih tetap di Keca­matan Pa­yakumbuh Selatan, se­ba­nyak 6.840 jiwa. Dengan rin­cian, 3.478 pemilih wanita dan 3.362 pemilih lelaki.

Penetapan ini disaksikan Camat Payakumbuh Selatan Elfriza Zaharman dan se­jum­lah lurah di Paya­kumbuh Se­latan. ”Dengan penetapan ini, Paya­kumbuh Selatan siap me­wu­judkan Pilwako ba­dun­sa­nak,” ujar Elfriza Za­harman yang calon camat terbaik Sumbar 2012 kepada wartawan.

Adapun di Kecamatan Pa­ya­kum­buh Baray, PPK yang dipim­pin YR Dt Parmato Di­rajo, dengan anggota Ahmad Nurhasan, Florina Meidia, Erinaldi, dan Rus­di, me­ne­tapkan DPT, se­banyak 33.118 jiwa, terdiri dari 16.782 pe­milih wanita dan 16.­336 pe­milih lelaki. Penetapan disak­­sikan, Camat Payakumbuh Barat Edvidel Arda.

Sementara itu, PPK Lam­posi Tigo Nagari, menetapkan DPT sejak Minggu (20/1). Me­nurut Camat Lamposi Tigo Nagari Mardius, PPK yang ter­diri dari M Israk, Beni Wan­dri, Zul­hin­dra, Zulwitra dan Noni Syawelli, menetapkan pemilih di Lamposi Tigo Na­gari, sebanyak 6.595 jiwa. Terdiri dari 3.278 pe­milih wanita dan 3.313 pe­milih le­laki. (frv)

20.33 | Posted in | Read More »

KPU: Tak Ada TPS Khusus

KPU Payakumbuh
Metrotvnews.com, Payakumbuh: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Payakumbuh, Sumatra Barat, Hendrayani, menyatakan tak ada tempat pemungutan suara (TPS) khusus seperti di rumah sakit atau lembaga pemasyarakatan (LP).

"Sebelum Peraturan KPU No 12 Tahun 2010 keluar, memang ada yang dinamakan TPS khusus yang biasanya ditempatkan di tempat-tempat khusus seperti rumah sakit atau LP, tapi untuk pilkada tahun 2012 ini tidak lagi membenarkan adanya TPS khusus tersebut," kata Hendrayani, Selasa (22/5).

"RS Adnand WD berada di wilayah Kelurahan Balai Kaliki Kecamatan Payakumbuh Utara. Di dekat RS tersebut kita dirikan sebuah TPS yang dapat digunakan pemilih yang berada di RS untuk memberikan hak pilih," sebutnya.

TPS itu, kata dia, tidak didirikan khusus untuk pemilih di RS, tetapi TPS untuk masyarakat Balai Kaliki. Hanya saja, pemilih yang ada di RS Adnand WD dan tidak bisa pulang ke kelurahannya dapat memilih di TPS tersebut dengan syarat terdaftar dalam DPT dan memiliki surat pindah pilih dari TPS tempatnya terdaftar sebelumnya.

Sementara untuk LP Klas II B Payakumbuh, kata dia, memang ada aturan LP yang melarang binaannya untuk keluar LP guna memberikan hak pilih. Karena itu, di dalam LP tersebut disediakan satu TPS, namun bukan TPS khusus.

"TPS itu berbasis DPT di kelurahan tempat LP itu berada," kata dia.

Bagi warga Payakumbuh yang mejalani hukumannya di LP klas II B Payakumbuh bisa memilih asal terdaftar di DPT. "Meskipun menjadi warga binaan LP, tetapi mereka masih memiliki hak pilih dan tetap harus kita akomodasi," katanya.

Pada pilkada tahun ini, jumlah TPS sebanyak 202 unit yang terdiri atas 76 TPS di Kecamatan Payakumbuh Barat, 54 TPS di Kecamatan Payakumbuh Utara, 41 TPS di Kecamatan Payakumbuh Timur, 16 Kecamatan di Payakumbuh Selatan dan 15 TPS di Kecamatan Latina.(Ant/ICH)

20.20 | Posted in , , | Read More »

Nenek Moyang Ku Seorang Saudagar

Rifki Payobadar, Dikediaman Buya Hamka











Oleh : RIfki Payobadar
Siang hari ini (23 Mei 2012) menumpangi bus Patas AC no.84 jurusan Depok - Pulo Gadung. Satu jam perjalanan menuju Rawamangun, selama itu pula mata ini melirik berbagai kejadian di Ibu Kota yang sudah beberapa  bulan ini saya tinggalkan.
Setiap orang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Pemulung tanpa malu dan gengsi mengumpulkan sampah, pengamen bersuara "merdu" bernyanyi tanpa gengsi demi selembar uang kertas, pedagang asongan dengan percaya diri menjajakan dagangannya, bisnisman dengan sibuk marah-marah di depan umum pada orang yang sedang berbicara dengannya di telpon dan masih banyak lagi.
Berani menyimpulkan setiap orang di jakarta ini berani mengerjakan sesuatu yang dia yakini bisa mendatangkan uang dengan percaya diri dan tanpa malu. Banyak alasan untuk tidak malu di Jakarta. Kenapa harus malu? Toh tidak ada yang kenal saya. Kenapa harus malu? Kalo malu saya ga bakalan bisa makan besok. Kenapa harus malu? Toh tidak merugikan siapapun.
Rubah Paradigma
Satu kata yang terfikirkan tapi banyak hal yang bisa di ambil hikmahnya. Yaitu malu. Jika menelusuri sejenak di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) malu itu artinya adalah : merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) karena berbuat sesuatu yg kurang baik (kurang benar, berbeda dng kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dsb).
Rubah paradigma! Gerakan mari menjadi pengusaha yang digaungkan dimana-mana saat ini menjadi titik terang bagi generasi muda yang memiliki banyak potensi dan lebih berwawasan dari pada generasi sebelumnya. Termasuk generasi muda Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Lulus sarjana kemudian tidak memilih menjadi pegawai kantoran atau pegawai bank, malah memilih berwirausaha bukanlah perbuatan yang kurang baik atau sesuatu yang memalukan. Sebenarnya hal tersebut malah perbuatan yang memiliki tantangan yang lebih berat dan malah bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang tidak sanggup menghadapi tantangan tersebut.
Apalagi pada saat ini ketika segala informasi nasional dan internasional berada di ujung jari anda. Dengan akses internet yang ada dimana-mana menjadi sumber informasi untuk mengembangkan potensi bisnis yang di geluti di daerah. Alasan keterbatasan informasi sudah tidak menjadi alasan memulai usaha di daerah.
Hilangkan Malu, Bunuh Gengsi dan Buang Sifat Malas
Kemudian apa hubungannya dengan peristiwa yang saya amati di Jakarta dengan merubah paradigma kita? Satu hal yang membuat banyak orang di perantauan (tidak hanya orang minang) bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan, adalah tidak menganggap status bukan karyawan atau pegawai kantoran itu suatu hal yang memalukan. Karena memang bukan susuatu yang memalukan. Yang memalukan itu adalah yang tidak berbuata apa-apa untuk menjemput rezeki Nya.
Adalagi cerita lain, istilah "jatuah tapai" seringkali di utarakan pada para sarjana Luak Limo Puluah yang pulang dari rantau dan memilih untuk memulai bisnis di kampung halaman. Ada juga yang menyampaikan, "apolah gunonyo kuliah tinggi-tinggi di UI (Univ.Indonesia), kalo pulang kampuang malah manggaleh? ". Beberapa  pertanyaan di atas malah lebih sering diutarakan oleh orang-orang sekitar.
Fenomena enterpreuner di Indonesia mulai mendatangi Luak Limo Puluah. Dua tahun belakangan dengan adanya para sarjana yang mulai pulang satu persatu kemudian memilih untuk memulai berbisnis ketimbang kerja di perusahaan mentereng di Ibu Kota. Hal itu makin kentara terasa dengan terbentuknya sebuah forum yang bernama SAGO (Saudagar Muda Gonjong Limo) pada minggu malam (20/05/2012) kemarin. Forum ini terbentuk setelah adanya kesamaan visi diantara pemuda-pemuda Luak Limo Puluah yang hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu untuk menumbuhkan budaya berwirausaha untuk lingkungan sekitarnya.
Sudah banyak yang membuktikan jika sarjana yang dibicarkan itu pulang kampung bukan jadi pengangguran, malah jadi jutawan. Ada yang mengukir cerita sukses dalam dunia agrobisnis ada yang mendapatkan kesuksessan finansial pada dunia peternakan ada juga yang mulai mengibarkan bendera pada bisnis kuliner dan jasa IT. Cerita indah itu berhasil meruntuhkan teori kalau hidup makmur jika jadi PNS atau pegawai kantoran saja.


Terlahir Sebagai Saudagar Muda
"Karatau madang di hulu, babuah babungo balun. Marantau bujang dahulu, dirumah paguno balun!" banyak hal yang bisa kita tafsirkan dari kalimat ini. Kadang bisa menjadi negatif, namun bisa juga di arahkan menjadi kalimat motifasi bermakna positif. Dirantau selah awak dulu, raso-raso alun paguno wak dek urang di kampuang dek alun berhasil. Hal negatif ini yang dominan dalam masyarakat kita saat ini, sehingga ragu untuk pulang ke kampung halaman. Padahal bisa dibalikan seperti berikut : "ko' nio manjadi urang yang ndak baguno di kampuang, jan lah pulang-pulang lai. Taruih selah di rantau tuh!" Pedas, tapi sangat manjur sebagai pelecut motivasi untuk "pulang" berbuat sesuatu untuk kampung halaman.
Jiwa saudagar dalam diri masyarakat minang yang selama ini sudah menjadi trandmark di perantuan perlu di kembalikan lagi. Jika kita harus jujur dalam menilai diri kita, bisa jadi mayoritas masyarakat kita sekarang banyak yang berprofesi sebagai pegawai negeri atau pegawai kantoran ketimbang menjadi pengusaha atau saudagar. Menjadi tugas yang masih muda-muda dan masih tegap untuk mengembalikan kejayaan saudagar minang khususnya Luak Limo Puluah di kancah nasional bahkan internasional. Dan bagi mamak dan orang tua untuk bisa mensupport anak kemenakannya yang ingin berwirausaha dan membangun nagarinya.

sumber: www.kalikisantan.wordpress.com

18.44 | Posted in , | Read More »

Senandung Azan dari Kubah Hijau di Bibir Danau

"Senandung Azan dari Kubah Hijau di Bibir Danau"
(pesona biru hijau Maninjau, dibidik dari tikungan indah kelok 44/Minggu 13.05.2012)



20.21 | Posted in | Read More »

Lanjutkan! Payakumbuh Membangun

Meskipun nomor dan waktu kampanye belum dimulai, nuansana pemilihan kepala daerah di Kota Madya Payakumbuh sudah sangat terasa. Lima puluh delapan (58) hari lagi menuju pemilihan walikota baru Payakumbuh, baliho raksasa bakal calon sudah mulai menghiasi pusat kota.

Senin (14/5/2012) siang, tampak baliho besar foto dari bakal calon walikota dari pasangan inkanben dipasang di tengah pusat Kota Payakumbuh.


Slogan, "Lanjutkan!!! Payakumbuh Membangun" sangat jelas tampak pada baliho tersebut. Pesan melanjutkan kepemimpinan kota Payakumbuh dari Walikota sekarang kepada Wakil Walikota saat ini menjadi pesan utama yang tampak pada baliho tersebut. Foto Walikota Payakumbuh selama dua (2) periode tersebut tampak membayang pada baliho yang di pasang di pusat kota.

20.14 | Posted in , , | Read More »

Pemimpin Dari Payakumbuh Yang Dekat Dengan Masyarakat dan PNS


Pria kelahiran 17 Juni 1970 di kota Payakumbuh ini merupakan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan tidak terkecuali juga ramah pada Pegawai Negeri Sipil. Setiap kesempatan bagi lulusan master di  ITB pada tahun 2002 ini dimaksimalkan untuk menyapa masyarakat yang di temuinya ketika bersilaturahim ke tanah kelahirannya dan juga pada waktu reses DPD RI.
Pemuda yang sudah menasional ini menjadi angin segar bagi masyarakat payakumbuh dan juga bagi Pegawai Negeri Sipil Payakumbuh Kota.

Pemimpin yang ramah dan memiliki pendekatan personal hati ke hati ini menjadi pemimpin dambaan yang dapat membangun kota Payakumbuh yang bersahabat, sesuai dengan salah satu misinya yaitu;  membangun kepercayaan yang baik terhadap pemerintah dalam suasana kota yang religius dan bersahabat, bersih dan tertata.

sumber: pkspayakumbuh.com

19.44 | Posted in , | Read More »

Silaturahim Riza Falepi Dengan Haji Anas; “Sakali lalu selah ka TPS lotiah wak duo kali ka TPS nyo”


Payakumbuh, 12/05/2012 pertemuan antara Riza Falepi dengan pengusaha sukses dan veteran politisi Haji Anas berlangsung hangat dan penuh canda tawa, namun tetap serius mengulik-ngulik permasalahan dan harapan masyarakat payakumbuh kepada pemimpin baru Kota Batiah ini.
Dengan sifat kebapaannya, Haji Anas sangat berharap pada generasi muda nan energik seperti Riza Falepi untuk dapat meningkatakan ekonomi kota Payakumbuh lebih baik lagi kedepannya. Dengan bermodalkan pengalaman sebagai Politisi Nasional yang sudah memiliki jaringan Internasional berharap perekonomian dan usaha-usaha yang sudah berkembang di Payakumbuh meningkat ke skala industri.
Kalau kini nan ado tu, kami-kami nan manggaleh ko barunyo ha alun bisa dikecekan ba bisnis lai. Ko ka di tingkekan menjadi skala Industri, yo kami butuh urang nan pintar dan paham mode Riza Falepi ko ha! Lah nampak ma nan ka naiak tu! Kutipan dari percakapan Haji Anas dengan Datuak Rajo Ka Ampek Suku, Riza Falepi.

Terakhir harapan dari haji Anas pada Pilkada Kota Payakumbuh ini. Ko bisa sakali putaran sajolah Riza Falepi ko, lotiah wak duo kali ka TPS tu nyo. Yang nan kamonang lah jaleh juo kudo nan sodang balari koncang (Riza Falepi) koha! 
sumber: www.pkspayakumbuh.com

19.39 | Posted in , | Read More »