Kepala SMKN 2 Dikirim ke Korsel


Payakumbuh-Today.com, Payakumbuh —Kepala SMKN 2 Paya­kumbuh Busrizal Djaafar, satu-satunya kepala sekolah kejuruan tekhnologi di Sumatera Barat  yang diberi kesempatan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, untuk mengikuti program attachment ke Seol, Korea Selatan, 9-14 September mendatang.

Selain Busrizal Djaafar, juga ikut 15 kepala sekolah dan guru  kejuruan tekhnologi lainnya di sejumlah kota/kabupaten di Indonesia. Yaitu, dari Kabupaten Ende (2 orang), Bandung (2 orang), Lahat (2 orang), serta Surabaya, Cimahi, Manado, Palem­bang, Kuta Chane, Bima, Banjarmasin, Ta­ngerang, Ambon, masing-masing seorang kepsek.

Kepala SMKN 2 Paya­kumbuh Busrizal Djaafar, saat dihubungi, Minggu (2/9), membenarkan, kalau dirinya diberi kepercayaan untuk mengikuti program attachment tersebut. “Benar, kami baru saja menerima foto copy surat panggilannya melalui Dinas Pendidika Payakum­buh,” sebut lelaki bertubuh tambun tersebut.

Program ini, jelas Busrizal, sebuah peng­hormatan yang harus dibayar dengan tang­gungjawab untuk peningkatan mutu SMKN 2 Payakumbuh ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Edvia­nus,  mengatakan, program attachment yang dilun­curkan Kementerian Pendidikan dan Kebuda­yaan Nasional itu, sema­cam penggabungan program antara sekolah kejuruan tekhnologi di Korea dan Indonesia.

09.48 | Posted in | Read More »

Pansus Aset tak Seirama


Payakumbuh-Today.com, Payakumbuh - Panitia khusus (Pansus) Aset Daerah DPRD Kabupaten Li­ma­puluh Kota tidak seirama, alias memiliki perbedaan pan­dangan terhadap masalah aset. Kondisi itu berbuntut penari­kan diri  Fraksi Golkar dari Pansus. Padahal, Pansus set sudah bekerja sejak April Lalu.

Penarikan diri Fraksi Gol­kar tersebut, sangat disayang­kan Ketua Pansus Aset, Tedi Sutendy. Keputusan itu dinilai memiliki maksud lain dan ada kepentingan tertentu. Semen­tara pengelolaan aset yang baik, sangat dibutuhkan dae­rah, guna melihat secara jelas keberadaan aset dan melin­dunginya dari kepentingan-kepentingan pihak tertentu.

”Entah apa sebenarnya maksud Fraksi Golkar menarik diri dari Pansus Aset. Jangan-jangan ini sebuah manuver politik atau memang ada ke­mungkinan melindungi sesua­tu. Sehingga patut kita menjadi curiga,” ungkap Tedi kepada Padang Ekspres, akhir pekan lalu.

Menurutnya, kondisi se­per­ti akan menimbulkan per­ta­nyaan di kalangan anggota Pansus, anggota DPRD hingga masyarakat luas. Sebab Fraksi Golkar dinilai tidak menja­di­kan persoalan aset hal yang pen­ting. Bahkan yang lebih ek­strimnya lagi, Fraksi Golkar akan dinilai tidak mendukung terbentuknya aturan daerah yang akan melindungi aset daerah.

”Penarikan diri Fraksi Gol­kar dari Pansus Aset ini, kita melihat Golkar tidak meng­ingin­kan adanya Perda atau memang ada sesuatu yang di sembunyikan atau dilindungi. Padahal sejumlah persoalan aset membutuhkan Pansus untuk menyelesaikannya,” tegas Tedi

Ketua Fraksi Golkar DPRD Limapuluh Kota, Riko Feb­rianto membeberkan sejumlah alasan fraksinya keluar dari Pansus Aset. Menurut Riko, setelah tiga kali diperpanjang, masalah aset tidak mene­mu­kan hal yang prinsipil untuk diselesaikan. Sehingga tidak perlu dibahas dalam Pansus.

”Kita sudah dua kali mem­perpanjang pansus aset. Na­mun hasilnya belum signifi­kan. Tugas kita bukan mencari kesalahan, tapi menyelesaikan persoalan dan menje­las­kan­nya. Namun, sejak dilakukan pembahasan tidak ditemukan hal yang prinsipil. Lebih baik kita bahas dulu hingga menge­rucut di komisi, setelah mene­mukan fokusnya dan perlu pansus, mari dibentuk pan­sus,” ungkap Riko.

Sejauh ini, Riko belum melihat adanya semacam pe­ng­gelapan aset, penya­lahgu­naan oleh pihak-pihak tertentu atau ada aset Limapuluh Kota yang dimanfaatkan daerah lain. Selain itu, dari laporan BPK dari tahun ke tahun tidak ditemukan adanya perma­salahan aset.

”Misalnya, ada aset daerah yang di salahgunakan, dijual atau digelapkan pihak-pihak tertentu atau ada laporan dari BPK yang perlu diselesaikan melalui pansus, barulah kita perlu pansus,” terangnya.

Menurut Riko, jika sudah tiga kali diperpanjang, tentu­nya Pansus Aset tidak efektif lagi. Sebab akan mengha­bis­kan banyak biaya untuk mela­kukan konsultasi ke sejumlah daerah. ”Bahkan, kita kha­wtir­kan pansus akan mengha­bis­kan uang saja untuk konsul­tasi. Sementara hal yang prin­si­pil tidak ditemukan, bahkan baru-baru ini sudah disusun pula jadwal konsultasi,” be­bernya.

Kontradiktif dengan pen­da­pat anggota Pansus Aset, Yakubis. Menurutnya persoal­an aset sangat penting untuk terus bekerja hingga perda tentang aset daerah rampung dan semua persoalan aset bisa menjadi jelas. Sehingga daerah bisa  mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengacualian (WTP).

”Persoalan aset perlu dije­las­kan dengan sejelas-jelasnya. Sebab disinyalir saat ini ada sejumlah tanah yang se­harus­nya milik daerah. Namun di manfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak terkait dengan  kepentingan daerah. Jika hal ini hanya di bahas dalam komisi yang membi­dangi aset saja akan ditemukan sejumlah kesulitan,” kata Ya­ku­bis.

Jika persoalan hanya di bahas di dalam komisi saja, kata Yakubis kita akan kesu­litan untuk melakukan pene­lusuran dan memanggil se­jum­lah pihak yang bukan dari mitra kerja kita di pemerintah daerah. Sebab menurut Yaku­bis, ada mantan pejabat yang mungkin akan di mintai kete­rangannya soal aset.

”Ada sejumlah mantan pe­ja­bat atau kepala daerah yang mungkin akan kita mintai keterangannya untuk men­jelaskan semua aset daerah. Sehingga tidak akan bisa di bahas didalam komisi saja,” terangnnya.

Disinggung soal konsultasi yang telah dilakukan oleh Pansus Aset, Yakubis menja­wab baru satu kali melakukan konsultasi ke Badan Pertana­han Negara (BPN) di Padang.

09.47 | Posted in | Read More »

Gubernur Apresiasi Payakumbuh Capai Target E-KTP


Payakumbuh-Today.com, Payakumbuh - Kota Payakumbuh sukses memenuhi target nasional perekaman E-KTP. Malahan, hingga 25 Agustus 2012, pencapaian perekaman mencapai 100,26%. Sementara itu, angka 100% perekaman E-KTP, sesuai batas waktu ditentukan, 10 Agustus 2012, sudah dipenuhi Disduk Capil Payakumbuh bersama Kabupaten Padangpariaman. Kedua daerah ini diapresiasi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dalam suratnya Nomor 471/1188/Pem-2012, tanggal 27 Agustus. Payakumbuh berpeluang memperoleh reward dari Mendagri Gamawan Fauzi.


Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, sebut Kepala Disduk Capil Payakumbuh Drs. Iqbal Bermawi, M.Si, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Kamis (30/8), mendorong Disduk Capil kota ini, tetap memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat yang masih belum melakukan prekaman E-KTP. “Kita setiap hari kerja tetap melayani warga dari lima kecamatan di Payakumbuh, dalam pengurusan E-KTP ini,” tegasnya.


Sesuai kontrak, Payakumbuh diberi target perekaman E-KTP oleh Kementerian Dalam Negeri, untuk 73.500 jiwa. “Angka tersebut sudah kita penuhi. Tinggal lagi, melayani perekaman E-KTP bagi penduduk yang saat ini masih berdomisili di daerah lain, karena alasan kuliah dan pindah alamat. Kemudian, masih ada sebagian warga yang sakit tetap, berhalangan datang ke kantor kecamatan dan Disduk Capil, selain warga yang baru menginjak usia 17 tahun,” sebut Iqbal didampingi Sekretaris Disduk Capil Drs. Hendri Warman.


Perekaman E-KTP, per 27 Agustus yang sudah mencapai 100,26% (73.691 jiwa), berasal dari Kecamatan Payakumbuh Barat, 27.676 jiwa, Kecamatan Payakumbuh Timur, 15.223 jiwa, Kecamatan Payakumbuh Utara, 19.443 jiwa, Kecamatan Payakumbuh Selatan 5.794 jiwa dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagori 5.555 jiwa. Angka tersebut akan terus berubah, karena nyaris setiap hari ada warga yang datang berurusan melakukan perekaman E-KTP, jelasnya.

Perekaman E-KTP di Payakumbuh dimulai sejak 19 April lalu. Menjelang Ramadhan lalu, perekaman dialihkan dari kantor kecamatan ke Disduk Capil di Jalan Imam Bonjol Payakumbuh. Perekaman di Disduk Capil lebih efektif, karena terhadap tempat tanggal lahir warga yang salah, dapat dirobah secara langsung.

Sesuai janji Mendagri, daerah yang sukses mencapai target perekaman E-KTP sesua batas waktu ditentukan, akan beroleh reward dari Mendagri Gamawan Fauzi. “Apa hadiahnya, belum disebutkan. Tapi, sangat bermanfaat buat operasional Disduk Capil, “ simpul Iqbal.

09.46 | Posted in | Read More »

Inkoppol Bangun Perumahan Polri


Payakumbuh-Today.com, Lima Puluh Kota —Induk Koperasi Kepolisian Indonesia (In­koppol) bekerjasa­ma dengan PT Mutiara Karina, membangun peru­mahan bagi anggota Polri di kawasan Ibu­kota Kabupaten Limapuluh Kota, persisnya di belakang GOR Singa Harau, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Perumahan yang dinamai Peru­mahan Bhayangkari Bukit Asri ter­sebut, diresmikan pe­ma­kaiannya oleh Ketua Inkop­pol Brigjen Polisi (Purn) Pai­min AB bersama Komi­saris PT Mutiara Karina Tasrif, Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi dan Kayanma Polda Suma­tera Barat Kompol Emrizal Hanas, Sabtu (1/6) lalu.

Ikut hadir dalam peresmian ter­se­but, bendahara Inkoppol Kombes (Purn) Drs Askari, Kepala Proyek Perumahan Bhayangkari Bukit Asri Kombes (Purn) M Karim, Ketua Banwas Inkoppol Kombes (Purn) Usman, Wakapolres Limapuluh Kota Kompol Heru Ekwanto, Direkur PT Mutiara Karina  F Takarina,  Sekre­taris DPRD Husin Daruhan, serta puluhan perwira Polres Limapuluh Kota maupun Polres Payakumbuh.

Direktur PT Mutiara Karina F Takarina dan komisaris Tasrif me­nye­butkan, perumahan  Bhayagkari Bukit Asri yang dibangun Inkoppol bersama pihaknya di kawasan Ibu­kota Kabupaten Limapuluh Kota, memiliki berbagai jenis dan tipe.

”Saat ini sudah terbangun 137 unit rumah. Sebanyak 73 unit, dimi­liki anggota Polri. Sisanya, milik PNS dan masyarakat umum. Memang, selain anggota Polri, masyarakat umum juga dibolehkan tingal di perumahan Bhayangkari Bukit Asri ini,” kata Tasrif yang akrab dipanggil Sa’i.

Disisi lain, Sa’i menyebut, pihak­nya masih memiliki lahan untuk 50 kavling bangunan diperumahan Bhayangkari Bukit Asri. ”Anggota Polri  atau masyarakat umum yang berminat tinggal di sana, masih kita tampung. Bagi anggota Polri, beker­jasama dengan Inkoppol, akan kita beri fasilitas khusus,” sebutnya.

Selain di IKK Limapuluh Kota, PT Mutiara Karina juga mengem­bang­kan usaha perumahan di Kabupaten Darmasraya dan beberapa daerah di Sumatera Barat. Ketua Inkoppol Brigjen Pol (Purn) Drs Paimin AB  Perum Bhayangkara Bukit Asri, secara tidak langsung menjadi icon wilayah hukum Polres Limapuluh Kota

Hal senada diungkapkan Benda­ha­ra Inkoppol Kombes (Purn) Drs Askari. Menurut bekas Kasatlantas Polres Payakumbuh itu, perum Bha­yangkara Bukit Asri sangat strategis, karena hadir di pusat pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota.

Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi, mengapresiasi langkah Inkoppol dan PT Mutiara Karina yang melakukan pengem­bang­an usaha dengan bentuk property di IKK Sarilamak. Darman yakin, tanpa adanya dukungan dari semua pihak, pusat Ibu Kota Kabupaten Limapuluh Kota tidak akan semarak.

”Kita yakin sekali, hari ini IKK Li­mapuluh Kota sudah sangat ber­kembang. Ini dibuktikan, tumbuhnya bisnis perumahan,” kata Ladi. Master Ekonomi ini juga menaksir, lima atau 10 tahun mendatang,  IKK Li­mapuluh Kota akan terus berbenah. 

09.44 | Posted in | Read More »

Payakumbuh, Kota Pendidikan Inklusi Pertama di Dunia


Payakumbuh-Today.com, Payakumbuh - Ke­men­terian Pendidikan dan Ke­budayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan He­len Keller International In­donesia, menganugerahkan Inclusive Education Award  2012 kepa­da Wali Kota Paya­kumbuh Josrizal Zain dan Kepala SLB Center Paya­kum­buh Dewi Mar­za.

Inclusive Education Award adalah penghargaan yang diberikan Kemendikbud dan Helen Keller Inter­nasio­nal-Indonesia, untuk pihak-pi­hak yang dinilai telah berjasa da­lam mewujudkan penye­leng­garaan pendidikan in­klu­­si atau pendidikan anak berke­butuhan khusus di Indonesia.

Tahun 2011 lalu, Inclusive Education Award dianu­gerah­kan buat 9 tokoh. Yak­ni, Gu­ber­nur Jabar Ahmad Herya­wan, Gubernur Jatim Soekar­wo, Kepala SDN 16 Cempaka Putih Jakarta Kela­na­wati, Kepala SDN Teupit Pukat Aceh Sumarni,  Prof Dr HM Iim Wasliman MSi dari Jabar dan Iis Masdiana MPd dari Sula­wesi Selatan.

Sedangkan tahun 2012, penghargaan serupa diberi­kan buat 30 tokoh. Terdiri da­ri 2 gubernur, 5 bupati, 3 wa­li kota, serta  11 rektor, aktifis pendi­dikan, lembaga pendidikan dan orang tua. Dari 30 tokoh yang mene­rima, dua orang berasal dari Payakumbuh, yakni Josrizal Zain dan Dewi Marza.

Josrizal menerima peng­hargaan untuk kategori peme­rintah daerah peduli pendi­dikan inklusi, sedangkan Dewi menerima penghargaan untuk kategori perorangan. Penghar­gan buat mereka diserahkan oleh Wamendikbud Prof Mus­liar Kasim dalam sebuah acara di Provinsi Bali, Minggu (2/9) siang.

Sekretaris Kota Paya­kum­buh Irwandi Dt Batujuah dan Kepala Dinas Pendidikan Ed­via­nus yang ikut berangkat ke Bali, mengatakan, peng­har­ga­an yang diterima Josrizal Zain dan Dewi Marza, melam­bung­kan nama Payakumbuh di pen­tas nasional. Sebab, dari ba­nyak provinsi dan kabu­pa­ten/kota di Indonesia, ha­nya Kota Payakumbuh dan Provinsi DKI Jakarta yang menerima 2 pe­ng­hargaan sekaligus.

”Sementara, daerah lain­nya hanya merebut satu kate­gori award. Ini jelas sebuah catatan prestasi yang sangat bergengsi bagi Kota Paya­kumbuh dan Sumnbar. Peng­hargaan  ini, juga merupakan kado istimewa bagi Wali Kota Josrizal Zain yang akan meng­akhiri masa tugasnya 23 September mendatang,” sebut Irwandi dan Edvianus kepada Padang Ekspres, Minggu (2/9) sore.

Sebelum menyerahkan Inclusive Education Award 2012 buat Josrizal Zain dan Dewi Marza, Kementerian Pendi­dikan dan Kebudayaan, me­nyam­paikan apresiasi khusus buat Pemerintah Kota Paya­kum­buh. Apresiasi ini diberi­kan, karena Payakumbuh me­ru­pakan kota pertama di Indonesia bahkan dunia, yang men­deklarasikan diri sebagai kota pendidikan inklusi.

”Di Payakumbuh, terdapat SLB Center yang mencetak buku-buku braile untuk bahan ajar di seluruh sekolah di Indonesia. SLB Center Paya­kumbuh juga disiapkan seba­gai pusat pelatihan guru-guru berkebutuhan khusus di pulau Sumatera,” kata Josrizal, de­ngan bangganya.

Selain punya SLB Center, Payakumbuh menurut Josrizal Zain, telah lama menerapkan pendidikan inklusi. ”Anak-anak berkebutuhan khusus, tidak lagi dipisahkan dengan anak-anak yang lahir normal. Mereka kita beri kesempatan untuk belajar di kelas yang sa­ma. Hal ini pula yang mem­buat pemerintah Norwegia, Afganistan dan Timor Leste, pernah belajar ke Payakum­buh,” kata Josrizal.

14.07 | Posted in , | Read More »

Lima Pejudi Song Digulung


Payakumbuh-Today.com, Lima Puluh Kota - Perang terhadap judi terus dilan­carkan Satuan Reserse dan Kri­minal, Polres Limapuluh Kota. Bila sebelum Idul Fitri lalu, satuan yang dipimpin AKP Russirwan itu menangkap 5 pemain judi toto gelap di Nagari Aiaputiah. Maka Sabtu (19/9) lalu, giliran 5 pemain judi song yang ditangkap di Jo­rong Boncah, Nagari Batubalang, Kecamatan Harau.

Kelimanya penjudi yang dia­man­kan polisi itu adalah BC, 29,  asal Jorong  Kotopanjariangan, Nagari Bukiklimbuku. Kemudian, AI alias RK, 26, asal Jorong Balai, Batubalang.Selanjutnya, EH, 27, warga Kotokociak, Batubalang. Lalu, Ib alias By, warga Jorong Ba­lai, Batubalang, 26. Dan  AG,29, warga Batubalang, Keca­matan Harau.

”Kelima pejudi song itu, di­tang­kap saat sedang asyik main pada sebuah rumah kosong,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto didampingi Wakapolres Kompol Heru Ek­wan­to dan Kasat Reskrim AKP Russirwan dan Kasubag Humas Ipda Muchri Sawair kepada war­ta­wan di Mapolres Limapuluh Kota, Minggu (20/9).

Kelima pejudi song yang di­tang­kap tersebut, menurut AKP Russirwan, sudah diamankan di Mapolres Limapuluh Kota, untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka di­amankan bersama barang-buk­ti berupa uang sebanyak Rp151 ribu dan 80 lembar kartu remi.

Proses penangkapan kelima pejudi, menurut informasi yang dihimpun Padang Ekspres, ber­lang­sung dramatis. Anggota Bu­ser Satreskrim Polres Lima­puluh Kota yang terjun menggunakan dua unit kendaraan roda empat dan dua unit sepeda motor, sem­pat kesulitan mencari tempat pelaku bermain judi.

Hingga akhirnya dapat diketa­hui, kalau kelima pelaku tengah bermain judi di sebuah rumah kosong yang ditinggal pergi oleh warga setempat. Dari luar rumah, anggota Satreskrim bergerak dan melakukan pengepungan.

Sebahagian dari insan Polri berpakaian preman ini, berupaya mengetuk pintu rumah. Jangan­kan membuka pintu, pelaku judi malah langsung mengambil lang­kah seribu. Beruntung, niat untuk kabur ditepis petugas. Pelaku yang berupaya meloncati dua unit pintu jendela sebelah kanan dan sebelah kiri bangunan kosong tersebut, langsung disergap.

”Angkat tangan. Kami Polisi,” teriak Dantim Buser Brigadir Bainur kepada para pejudi.

Begitu ditangkap, kelima pe­ju­di mengaku salah kepada petu­gas. Hingga akhirnya, mereka digiring dan dinaikkan ke dalam mobil, untuk diminta keterangan di Mako Polres Limapuluh Kota.

Kepada penyidik yang mela­kukan interogasi, satu dari lima pelaku beralibi, praktik judi song yang mereka lakukan merupakan sebuah bentuk hiburan. Artinya, tidak bermaksud main judi. Ma­lang, alasan tersebut tidak masuk akal oleh petugas, lantaran dari TKP berhasil disita sederet barang bukti.

”Kasus judi ini terungkap berkat laporan masyarakat Batu­ba­lang yang resah, kampung mereka dijadikan arena judi. Penangkapan in, membuktikan komitmen kami, mewujudkan zero judi di Limapuluh Kota, sebagaimana attensi Kapolda Sumbar dan Kapolres Limapuluh Kota,” tegas AKP Russirwan.

14.05 | Posted in | Read More »

Target parkir payakumbuh naik menjadi RP1.250 M

Payakumbuh-Today.com, Payakumbuh - Dinas Perhubungan dan Komunikasi dibebani target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir sebesar Rp1.250.000.000. Angka tersebut naik Rp250.000, dari target awal pada APBD 2012 yang berjumlah Rp1 Milyar. Penambahan target tersebut sudah tercantum dalam KUPA (Kebijakan Umum Perubahan Anggaran) 2012.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Payakumbuh Adrian, SH, M.Si, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, menginformasikan, Senin (27/8). Peningkatan target retribusi parkir itu, dinilai, cukup berat. Tapi, sebagai Staf yang baik, tak ada kata-kata menyerah untuk itu. “Kita siap dan berupaya maksimal memenuhi target penerimaan tersebut,” tegas Adrian.

Pencapaian retribusi parkir itu, hingga akhir semester pertama, dikatakan, sudah mendekati 50%. Meski belum mengembirakan, tapi pekerjaan berat ini jika dikerjakan dengan senang hati, akan menjadi ibadah. Adrian optimis, target tersebut akan diperoleh seperti diharapkan.

Sesuai Perda Payakumbuh, tarif parkir di kota ini, masing-masing Rp2.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp1.000 buat kendaraan roda dua. Potensi parkir di Payakumbuh, dikatakan, di Jalan Sudirman dan Jalan Sukarno-Hatta Payakumbuh serta di Pasar Ibuah.

Kepada seluruh petugas lapangan di seluruh titik parkir, diminta Adrian, untuk memberikan pelayanan dengan baik kepada seluruh pemilik kendaraan. Jagalah seluruh kendaraan yang parkir di kota ini, sehingga seluruh warga kota dan tamu yang datang, benar-benar merasakan nyaman dan aman ketika memarkir kendaraan di kota ini, sebut Adrian.

14.05 | Posted in , | Read More »