IKADI adakan Pelatihan Da'i


Payakumbuh-today.com- (Payakumbuh)
Untuk meningkatkan kwalitas dan wawasan para mubaligh/Da'i di Kota Payakumbuh dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat, maka Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) melaksanakan kegiatan Pelatihan Da'i dan Mubaligh yang bekerja sama dengan Bamu'is BNI.

Acara yang di mulai hari Jum'at malam kemaren dibuka oleh Bapak Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang berlokasi di Hotel Mangkuto, dan di laksanakan sampai hari Minggu 14 oktober besok.

Peserta yang terdiri dari utusan berbagai kecamatan di Payakumbuh dan Lima Puluh kota sekitar 50 orang ini mengikuti dengan cukup antusias disetiap sesi materi yang di suguhkan panitia. Bahkan di acara ini juga di perkenalkan cara memanfaatkan tekhnologi internet guna menunjang kerja para da'i di lapangan yang bekerjasama dengan 5 unit mobil MPlik .
(red)

17.30 | Posted in , | Read More »

Tokoh Adat se-Sumbar Sepakat Siapkan Paga Nagari dan Bentuk Badupari

Payakumbuh-today.com-(Padang)
 Wacana pe­ningkatan peran dubalang men­jadi penjaga keamanan nagari semakin menguat. Ra­bu malam (10/10), tokoh-tokoh adat yang terdiri dari ninik mamak, bundo kan­duang, pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Sumbar serta unsur pemerintahan dan kepolisian di Sumbar, meng­hadiri rapat koordinasi pe­man­tapan fungsi dan peran du­­balang dalam nagari di Kantor LKAAM Sumbar.

Tokoh-tokoh yang hadir sepakat membentuk Barisan Dubalang Paga Nagari (Ba­du­pari) di semua kabupaten dan ko­ta se-Sumbar.  Ke de­pan, se­tiap dubalang akan diberi pem­bekalan dan keah­lian bela diri dasar seperti yang dimiliki polisi.

Pemikiran itu berangkat dari maraknya kasus kri­mina­litas di Sumbar, padahal Sum­bar se­lama ini dikenal daerah paling aman di Indonesia. “Eksistensi dubalang di te­ngah masyarakat Minang saat ini semakin lemah. Ruang gerak mereka semakin sem­pit,” papar Ketua Umum LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Rajo Pangulu dalam pertemuan tersebut.

Untuk itu, perlu dilakukan koordinasi antara pemangku adat dengan pemerintahan. Du­balang dalam suku hingga du­balang nagari perlu kerja sama dengan pemerintah untuk mem­fungsikan kembali dubalang.

Dengan adanya dubalang, kata dia, tugas pemerintahan dan kepolisian dalam membe­rikan rasa aman pada ma­sya­rakat akan terbantu. Jika du­balang aktif, akan menjadi per­sonel pengamanan nagari, baik mengendalikan masyarakat maupun menangkap penjahat di daerahnya.

Untuk itu, LKAAM Sumbar berharap pemerintah Kabupa­ten/Kota bisa menganggarkan biaya yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali duba­lang. Salah satuya biaya pem­binaan, pemberian materi dan keahlian seperti yang dimiliki polisi. “Setiap dubalang nanti­nya akan dididik,” tuturnya.

Pengamat kebijakan publik, Eka Vidya Putra mengatakan, pengaktifkan dubalang dalam nagari sangat bagus. Jika pe­merintah memiliki dana, sah-sah saja pemerintah mendukung program ini karena manfaatnya untuk masyarakat juga.

Walaupun begitu, dia me­nilai posisi dubalang adalah tugas sosial. Jadi, tanpa adanya anggaran yang disediakan pe­merintah, dubalang tetap harus menjalankan fungsinya dalam suku dan nagari. “Jika anggaran tersebut tidak ada, lantas apakah dubalang tidak berjalan juga?” tanya Eka.

Karena itu, Eka Vidya me­ngi­ngatkan konsep LKAAM ha­rus jelas. Jangan sampai program yang dibuat hanya sebagai upaya untuk mendapatkan dana saja.

Sebelumnya, Pengprov Ika­tan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar menyatakan duku­n­gannya terhadap upaya LKAAM mengerahkan para dubalang menjaga stabilitas daerah.

Sekretaris IPSI Sumbar, Adib Alfikri menegaskan, setiap dubalang perlu mendapatkan bekal. Salah satunya dengan olahraga beladiri pencak silat. Ini sekaligus untuk kembali meng­gairahkan beladiri pencak silat ke tengah-tengah masyarakat, terutama silat tuo. (padek)

14.13 | Posted in | Read More »

Gubernur Dukung Pembangunan Bandara di Payakumbuh

Payakumbuh-today.com-(Payakumbuh)
Niat pasangan Riza Falepi-Suwandel Muchtar menjadikan Paya­kum­buh sebagai pioner dalam rea­lisasi pembangunan bandar udara di Luhak Limopuluah, baik dengan permodalan kon­sorsium pemerintah daerah mau­pun dengan konsep swas­tanisasi (investor), mendapat dukungan dari Gubernur Sum­bar Irwan Prayitno.

”Rencana kita mem­bangun bandara di Luak Limopuluah Koto (sebutan lain untuk Paya­kumbuh dan Limapuluh Kota-red), sudah men­da­pat dukungan dari Gubernur Sumbar Ir­w­an Prayitno,” kata Riza Falepi  ke­pada Padang Ekspres se­lepas menghadiri pe­resmian gedung baru BPS Paya­kumbuh di Jalan Imam Bonjol Nomor 6, Bulakan Balai Kandi,  Koto Nan Ompek, Rabu (10/9) lalu.

Menurut Riza, saat dirinya mengemukakan rencana pem­bangunan Bandara, gubernur memang sempat bertanya. ”Kata gubernur, masak Payakumbuh mau membangun bandara? Saya bilang, Bang, Bandara itu penting. Kalau terjadi bencana alam seperti tsunami di seki­taran pantai Padang, bisa-bisa Bandara Internasional Mi­nang­kabau di Katapiang,  Padang­pariaman, luluh-lantak. Tentu ini akan menyulitkan pengang­kutan logistik, makanya perlu dibangun Bandara,” ujar Riza Falepi.

Mendengar penuturan Riza yang merupakan adik ‘ideo­logisnya’ di Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Irwan Prayitno akhirnya mendukung. ”Saya yakin, Pak Gubernur bukan hanya mendukung karena jawa­ban saya tadi. Tapi beliau yakin, bahwa keberadaan bandara memang diperlukan untuk me­nopang pertumbuhan ekonomi Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Payakumbuh saat ini tertinggi di Sumbar,” kata Riza.

Wali kota pilihan rakyat itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat Payakumbuh, untuk tidak berhenti bermimpi mem­bangun Bandara. ”Kita tidak boleh berhenti bermimpi. Pem­bangunan Bandara itu harus terus kita dengungkan dan  kita usahakan bersama-sama. Saya yakin, dengan ke­ber­samaan, tidak ada yang tidak mungkin,” sebut Riza.

Riza menyadari, masih ada pihak yang pesimis dengan pem­bangunan Bandara di Paya­kumbuh, melihat wilayahnya yang kecil. Namun dengan opti­malisasi pemanfaatan lahan, kerjasama  dua daerah  dan cara ber­fikir yang tidak biasa, pem­bangunan ban­dara itu pasti bsia dilakukan. Apalagi secara ge­os­tra­tegis, Payakumbuh seb­e­nar­nya dekat ke mana-mana. Baik ke Medan, Palembang, Batam, bahkan ke Hongkong.

Sisi positif itulah yang me­nurut Riza perlu dipikirkan bersama-sama, untuk bisa ‘men­jual’ nilai-nilai yang dimiliki Payakumbuh. Yang jelas, de­ngan adanya bandara, pasti orang-orang akan lalu lang di Payakumbuh. Kota ini akan menjadi kota penghubung. ”Satu hal lagi yang bisa kita sadari, dengan peran bandara, seikat bunga tulip yang dipetik di Belanda pada malam hari, ke­eso­kan paginya sudah segar nongkrong di lobby sebuah hotel di Singapura,” ujar Riza.

Dia menambahkan, kalau balik cerita yang lebih lanjut, ada kalanya kita perlu ‘gila’ sedikit atau berpikir agak nyeleneh. (Padek)

14.04 | Posted in | Read More »

Kemensos bantu 600 juta rupiah untuk 30 Kube Payakumbuh

Payakumbuh-today.com - (Payakumbuh )
Sebanyak 30 Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Payakumbuh, Sumatera Barat menerima bantuan sebesar Rp600 juta dari Kementerian Sosial untuk digunakan sebagai modal usaha.

"Setiap Kube mendapat modal usaha sebesar Rp20 juta, bantuan ini sudah diserahkan secara simbolis kepada masing-masing ketua Kube," kata Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Payakumbuh Yummardius, Rabu.

Dia mengatakan, pembentukan Kube pada setiap kelurahan di Payakumbuh bukan sekedar untuk menampung bantuan dari pemerintah pusat, tapi harus mampu memberikan nilai positif untuk peningkatan kesejahteraan keluarga kurang mampu.

Karena itu, bantuan yang diberikan harus dikembangkan dalam bentuk usaha yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan anggota Kube.

Kube-kube di Payakumbuh, kata dia, sudah banyak yang berkembang dan punya modal besar. Malahan beberapa Kube sudah mencatat prestasi nasional dan menjadi tujuan pembelajaran bagi Kube dari banyak kota/kabupaten dari sejumlah provinsi di tanah air.

"Kube yang baru dibentuk jangan malu belajar ke Kube kelurahan tetangga yang telah berhasil," katanya.

Dia juga meminta agar instansi terkait bersama pendamping Kube yang ditunjuk agar melakukan pembinaan yang tak terputus agar keberadaan Kube mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Dia menyebutkan, seluruh dana bantuan yang berasal dari Kementerian Sosial langsung masuk ke rekening kelompok.

"Namun dalam pencairannya harus mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait," katanya.

Dia mengatakan, Kube yang baru tumbuh mendapatkan dana bantuan sebesar Rp20 juta dan lanjutan menerima sebesar Rp30 juta dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi kelompok.

Menurut dia, di Payakumbuh hingga Oktober 2012 sudah tercatat 155 Kube dengan total anggota 1.550 orang.

Usaha yang dilakukan berbagai macam, mulai dari usaha pertukangan, bengkel, industri tas dan anyaman, pertanian, peternakan ikan, sapi, ketering dan usaha pembuatan kue.

Kube yang dibantu Kemensos tahun 2012 ini berasal dari Kecamatan Payakumbuh Utara 7 kelompok, Kecamatan Payakumbuh Selatan 6 kelompok, Kecamatan Payakumbuh Timur 5 kelompok, Kecamatan Payakumbuh Barat 9 kelompok, dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagori 3 kelompok. (antara)

12.20 | Posted in | Read More »

Polisi Musnahkan 20 Kg BB ganja

 
Payakumbuh-today.com - (Payakumbuh)
Kepolisian Polres Payakumbuh kembali menggelar aksi pemusnahan barang bukti ganja,Senin (8/10). Kali ini sebanyak 20 kg daun ganja kering yang disita dari tangan tiga orang tersangka, yang ditangkap oleh satuan narkoba polres payakumbuh di daerah sicincin mudik payakumbuh timur 21 september lalu, masing - masing tersangka itu adalah Zainal Abidin (32 th) dan Safaruddin (60 th), yang mana keduanya adalah warga Simpang Rembo,desa Simeurah Aceh Utara, dan seterusnya tersangka Fransiska (32 th) warga sicincin mudiak Payakumbuh Timur.
 
Pemusnahan barang bukti ganja ini dilaksanakan dengan cara membakar di halaman depan Mapolres Payakumbuh,sekitar pukul 9.30 wib pagi tadi. Selain dari jajaran kepolisian,kegiatan pemusnahan barang bukti juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Suwandel Muchtar, ketua Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh (BNNK) AKBP.Ricky Yanuarfi,selanjutnya dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh ibuk Neneng Rahmadini serta beberapa unsur dari tokoh masyarakat di Payakumbuh.
 
Berdasarkan surat keputusan yang di keluarkan oleh Kejaksaan Negeri Payakumbuh No B 2478/M.3.12/MPP/09/2012,tanggal 25 September 2012,tentang barang bukti dari tersangka yang ditangkap pada tanggal 21 september tersebut,maka waka polres payakumbuh KOMPOL Herry.B mengeluarkan surat ketetapan STAP/Tgl 05 Oktober 2012,tentang perampasan atau pemusnahan barang bukti.
 
 
Waka Polres Payakumbuh Kompol Herry.B yang memimpin langsung acara pemusnahan barang bukti daun ganja kering,kepada PAYAKUMBUH-TODAY mengatakan, bahwasanya 20 keping ganja yang masing - masingnya memiliki berat 1 kilogram  oleh warga kota serambi mekah tersebut ke wilayah Payakumbuh.dan mereka di tanggap anggota Satnarkoba sewaktu melakukan transaksi dengan warga setempat yang diduga sebagai pengedarnya. Dengan melibatkan segala unsur baik itu pemerintah maupun unsur masyarakat dalam melakukan pemusnahan ini,diharapkan nantinya seluruh warga akan enggan melakukan tindak pidana khususnya dalam dunia narkoba, tambah waka polres itu.
 
Pembakaran untuk memusnahkan barang bukti tersebut di mulai pertama kalinya oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Suwandel Muchtar,dan kemudian di ikuti ketua BNNK,Kejaksaan Negri payakumbuh dan seterusnya unsur dari tokoh masyarakat. Selama 2012 ini kepolisian polres payakumbuh sudah melakukan tiga kali pembakaran terhadap barang bukti daun ganja kering,dan secara keseluruhan BB ganja yang telah dimusnahkan lebih kurang seberat 99 kg.
 
Wakil Wali Kota Suwandel Muchtar sangat menyokong aksi kepolisian yang serius untuk memerangi narkoba di daerah Payakumbuh, dia berharap kedepannya agar jaringan kerjasama antar unsur polisi,pemerintah(BNNK),dan tokoh masyarakat yang sudah terbangun agar tetap dilestarikan dan bahkan lebih ditingkatkan,agar narkoba benar - benar terkikis di Payakumbuh, mengingat Kota Payakumbuh adalah wilayah stragegis,yang merupakan jalur persinggahan antar propinsi Riau dan Sumbar,yang tentu saja sangat rentan dengan adanya warga nakal,yang bermain dengan barang haram tersebut, tentu saja ini akan menuntut polisi untuk bekerja ekstra, unkapnya.. (W.Gerhana)

22.12 | Posted in , | Read More »

Pemuda Pelopor Sumbar Pilih Wirausaha Ketimbang PNS


Payakumbuh-today.com- Payakumbuh
Utusan Sumatera Barat pada lomba Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Ayu Meidia Sari mengaku tidak tertarik menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena prospek ekonomi sebagai wirausahawan jauh lebih bagus dari pada menjadi aparatur pemerintah.

"Status PNS memang menjadi salah satu lowongan kerja yang paling diinginkan banyak orang, termasuk saya ketika baru tamat kuliah, namun setelah menekuni bidang wirausaha biarpun ditawarkan saya tidak ingin lagi menjadi PNS," kata Ayu saat membagi ilmunya tentang peternakan itik kepada sejumlah warga di kediamannya Kelurahan Koto Baru Payobasung, Kota Payakumbuh, Jumat (5/10).

Menurut dia, selepas menamatkan studi di Fakultas Peternakan Unand tahun 2007 lalu, dia sempat dua kali mengikuti tes CPNS. Namun tidak lulus, sehingga Ayu memutuskan bergelut di bidang wirausaha bidang budidaya ternak itik.

"Di bidang ini, sejak awal merintis usaha kita telah menjadi tuan untuk usaha kita sendiri. Kita bisa mengambil keputusan sendiri terkait usaha yang kita jalankan. Berhasil atau gagal kita pula yang akan menikmatinya. Inilah daya tarik menjadi wirausahawan yang tidak dimiliki PNS,"kata juara pertama Pemuda Pelopor Sumatera Barat tahun 2012 bidang kewirausahaan ini.

Terkait usaha peternakan itik miliknya yang telah menginspirasi banyak orang di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Koto Baru Payobasung, maupun di Kota Payakumbuh, Ayu mengatakan perkembangannya sangat positif.

"Saya bersama sejumlah masyarakat yang tergabung dalam beberapa kelompok tani mulai memfokuskan diri pada beberapa bidang usaha, di antaranya pembibitan menggunakan mesin penetas telur buatan sendiri, peternakan itik betina petelur dengan sistem kandang, dan peternakan itik jantan untuk pedaging," katanya.

Camat Payakumbuh Timur, Yunida Fatwa mengatakan, Ayu telah mampu mempelopori masyarakat sekitar untuk mengikuti jejaknya menjadi pengusaha peternak itik.

"Dia juga mau memberikan ilmu secara gratis kepada masyarakat yang datang membeli bibit, agar menjadi peternak itik yang baik," katanya.

Yunida menambahkan, usaha Ayu tersebut juga telah mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warga sekitar. (antara)

16.48 | Posted in | Read More »

Pangkalan bakal jadi pusat Pendidikan khusus Gambir


Payakumbuh-today.com, (Lima Puluh kota)
 Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo mengatakan, Pangkalan merupakan satu ibu kota kecamatan yang dipersiapkan menjadi pusat pendidikan pengolahan gambir sebagai komoditas spesifik Sumatera Barat.
"Langkah untuk menjadikan pusat pendidikan pengolahan gambir, sudah diawali dengan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki jurusan pengolahan gambir," kata Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo di Padang, Rabu.
Alis menyampaikan hal ini seusai mengikuti rapat koordinasi forum pemerintah daerah dalam membahas rencana pelaksanaan program TMMD/N 2012, yang akan diselenggarakan di Pangkalan mulai 10-30 Oktober 2012 di auditorium gubernuran.
Ia menjelaskan, SMK yang punya jurusan tentang kegambiran ini perlu di dorong ke depan dan diarahkan ke profesionalitas bidang agroindustri hilir komoditas ekspor itu.
SMK yang dibangun sejak 2004 itu, bersumber dari bantuan pusat atas kebijakan pemerintah daerah, sekarang pengembangan kurikulum belum fokus.
"Kita berharap dukungan dan atensi dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam pengembangan SMK, meskipun sudah ada selama ini bantuan teknologi," ujarnya.
Menurut Alis, pentingnya menjadikan Pangkalan satu basis pendidikan tentang kegambiran, supaya masyarakat ke depan semakin tahu tentang produk turunan yang dihasilkan dari gambir.
Sebab, selama ini masyarakat atau petani hanya tahu gambir siap dipanen langsung dijual kepada pedagang pengumpul yang umumnya perpanjangan tangan pengekspor.
Sementara teknologi terus menuntut gambir punya produk-produk turunan kimiawi, seperti kathecin dan tanin yang dapat digunakan untuk industri farmasi dan industri cat serta untuk pewarna dan lainnya.
Karena itu, katanya, bagaimana ke depan itu dengan pengetahuan masyarakat semakin meningkatkan dalam pengolahan gambir sehingga dapat membangun industri cat melalui kerja sama dengan pabrikan.
Tanpa masyarakat mampu mengembangkan produk hilir gambir, tambahnya, tentu harga jual akan selalu ditekan pedagang pengumpul dan selama ini sudah terjadi puluhan tahun.
Sebaliknya, bila masyarakat mulai mengetahui pengolahan produk hilir serta ada pihak pabrikan yang mampu bekerja sama, tentu punya nilai tambah bagi masyarakat dan harga tidak selalu tertekan.
"Kini kita prihatin terhadap kondisi masyarakat di sentra gambir Limapuluh Kota, harga jual hanya Rp11.000/kg, cukup jauh turunnya dari Rp30.000 per kilogram. Gambir merupakan mata pencarian pokok masyarakat pada 39 nagari yang merupakan sentra komoditas itu," katanya.
Menurut laporan, tambahnya, bahwa 80 pasar ekspor komoditas gambir dunia berasal dari Indonesia, dan dipasok dari Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan.
Data BPS Provinsi Sumatera Barat menyebutkan luas tanaman gambir Sumatera Barat sekitar 19.575 hektare dengan total produksi 13.956 ton yang terpusat pada dua sentra tersebut. (*/sir)antara

12.20 | Posted in , | Read More »