Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-11 Tahun 2012










Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-11 Tahun 2012. PPRI merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia jenjang S1 dengan usia maksimal 24 tahun yang memiliki ketertarikan di bidang penelitian.

Persyaratan

  • Karya tulis dan karya cipta harus dari hasil penelitian peserta dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba ilmiah tingkat nasional lainnya.
  • Peserta adalah mahasiswa S1 perorangan atau kelompok (maksimal beranggotakan tiga orang) dengan usia tidak lebih dari 24 tahun terhitung pada tanggal 30 September 2012 dan belum pernah menjadi pemenang PPRI dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
  • Melampirkan surat rekomendasi dari Kepala Jurusan / Dekan / Rektor.
  • Melampirkan daftar riwayat hidup lengkap yang diketahui oleh orang tua / wali dengan mencantumkan alamat dan no. telepon / HP yang mudah dihubungi dan faksimili (bila ada).
  • Karya tulis diketik dengan jarak 1½ spasi menggunakan font Arial ukuran 11.
  • Peserta mengunggah berkas karya ilmiah penelitian melalui situs http://kompetisi.lipi.go.id/ppri11/ (akan diaktifkan) dengan terlebih dahulu melakukan registrasi. Berkas karya tulis ilmiah diterima paling lambat 25 Agustus 2012. Apabila tidak dapat mengunggah berkas karya ilmiah melalui situs tersebut, peserta dapat mengirimkan melalui pos sebanyak 4 eksemplar (1 asli dan 3 fotokopi) ke alamat panitia PPRI yang tertera di bawah.
  • Pengumuman finalis PPRI 2012 akan dimuat pada situs LIPI http://www.lipi.go.id/. Finalis yang terpilih akan diundang ke Jakarta untuk melakukan presentasi. Bagi finalis kelompok, yang diundang hanya seorang peneliti utama. Apabila peneliti utama berhalangan hadir, dapat diwakilkan oleh anggota lain atas persetujuan kelompoknya.

Bidang Lomba

  • Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)
  • Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  • Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT)

Tanggal Penting

    Batas akhir penerimaan berkas: 25 Agustus 2012
    Registrasi Finalis: 24 September 2012
    Presentasi Finalis: 25 September 2012
    Audiensi dan Field Trip: 26 September 2012
    Malam Penganugerahan: 26 September 2012

Hadiah

    Pemenang akan mendapatkan piala dan piagam penghargaan dari LIPI serta uang tunai dari AJB Bumiputera 1912 sebesar:
    Juara I : Rp 12.000.000,- (Dua belas juta rupiah)
    Juara II : Rp 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah)
    Juara III : Rp 8.000.000,- (Delapan juta rupiah)

Lokasi

    Jakarta dan / atau Depok (Jawa Barat)

Akomodasi

    Panitia hanya menanggung akomodasi (penginapan dan konsumsi) bagi finalis yang diundang selama melakukan kegiatan presentasi di Jakarta. Transportasi dari tempat asal ke Jakarta dan sebaliknya ditanggung sendiri oleh finalis.

Kontak

    Panitia Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-11 Tahun 2012
    Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
    Sasana Widya Sarwono Lt. 5
    Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 10
    Jakarta Selatan 12710
    Telp. (021) 52920839 / 5225711 Ext. 273, 276 atau 274
    Fax. (021) 52920839 / 5251834
    Facebook page: “PPRI LIPI (Official)”

» Kontak : BKPI

10.32 | Posted in , | Read More »

Guru Wajib Bikin Karya Tulis

Limapuluh Kota, Padek—Terhitung mulai tahun ajaran baru mendatang, seluruh guru bidang studi di Kabupaten Limapuluh Kota, diwajibkan membuat karya tulis. Baik karya tulis dalam bentuk buku, LKS maupun karangan ilmiah populer di media-massa.


“Sesuai anjuran bupati dan wakil bupati, terhitung tahun ajaran baru mendatang, guru bidang studi memang diwajibkan membuat karya tulis,” ujar Kadisdik Limapuluh Kota Desri saat mendampingi kunjungan Wakil Bupati Asyirwan Yunus ke SMAN 1 Guguak, Senin (2/4) pagi.


Selain mewajibkan guru bidang studi membuat karya tulis, Dinas Pendidikan juga mengeluarkan edaran pelajaran pemakaian handphone (HP) bagi pelajar SMP dan SMA. Ini dilakukan agar proses belajar mengajar menjadi lebih baik.


“Kalau proses belajar-mengajar baik, kita berharap peringkat lulusan SMP dan SMA menjadi lebih baik. Lalu, lulusan SMA yang diterima di perguruan tinggi juga diharapkan lebih banyak,” kata Desri yang sebelumnya merupakan pejabat Asisten II Setdakab Pesisir Selatan.


Sementara, Wabup Asyirwan Yunus dalam kunjungannya ke SMAN 1 Guguak menegaskan, perbaikan dunia pendidikan harus terus-menerus dilakukan. “Kita tak boleh berhenti melakukan perbaikan ke arah yang lebih. Pemerintah daerah akan terus membuat kebijakan propendidikan,” ujarnya. (frv)

17.35 | Posted in | Read More »

Golkar, PPP, PBR Pastikan Koalisi Hari Ini, Almaisyar-Dedrizal Didaftarkan ke KPU

Payakumbuh, Padek—Pengurus Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bintang Reformasi (PBR) Payakumbuh, dipastikan berkoalisi untuk memenangkan Pilwako 2012. Kepastian itu disampaikan Ketua Partai Golkar H Sudirman Rusmam selepas memimpin rapat pleno pengurus Partai Golkar, Senin (3/4) siang.


Rapat pleno itu, berlangsung cukup tegang. Dua kader Golkar yang hampir dipastikan turut perkompetisi dalam Pilwako 2012, yakni H Weri Yunaldi alias Haji Singa dan Edward DF, ikut mendengar keputusan DPP Partai Golkar.


Weri Yunaldi yang merupakan bendahara DPD Partai Golkar nampak tenang mendengar keputusan DPP. Begitupula dengan Edward DF yang merupakan wakil ketua DPD Partai Golkar. Sumber Padang Ekspres menyebut, Weri Yunaldi akan tetap berpasangan dengan Syamsul Bahri dari Partai Demokrat. Sedangkan Edward mantap, mendampingi Mulyadi Afmar dari jalur perseorangan.


Sudirman Rusma selepas rapat mengatakan, DPP Partai Golkar sudah memutuskan, bahwa bakal calon wali kota Payakumbuh dari Partai Golkar adalah Almaisyar, pemimpin PT Askrida Kalimantan Timur di Samarinda. “Keputusan DPP ini sudah final. Kami minta, semua kader bersatu melaksanakan keputusan DPP Partai Golkar, dengan penuh kepercayaan dan tanggungjawab,” tegas wakil ketua DPRD Payakumbuh itu.


Soal bakal calon wakil wali kota pendamping Almaisyar, menurut Sudirman, Partai Golkar menyerahkan kepada Almaisyar. ”Dan beliau sudah mengatakan, akan berpasangan dengan Dedrizal yang diusung PPP,” imbuh Sudirman.


Dengan demikian, Partai Golkar dan PPP sudah dapat dipastikan berkoalisi, mengusung Almaisyar-Dedrizal. Bersamaan dengan koalisi tersebut, Partai Bintang Reformasi yang sebelumnya sudah membangun komunikasi politik dengan PPP dan Almaisyar juga akan mendukung.


Rencananya, hari ini, Rabu (4/4), pengurus Partai Golkar, PPP dan PBR akan merapat ke KPU, guna mendaftarkan pasangan Almaisyar-Dedrizal. “Kita akan berangkat ke KPU dari kantor Partai Golkar,” ucap Sudirman.


Informasi ini juga dibenarkan Sekretaris PBR Payakumbuh Asrial Piliang alias Aspil. “Saya bersama ketua baru PBR H Ilson Chong, akan langsung mendaftarkan Almaisyar-Dedrizal ke KPU bersama Partai Golkar dan PPP. Pokoknya, tiga parpol akan berkoalisi, guna memenangkan Almaisyar-Dedrizal,” ujar Aspil di kantor Partai Golkar.


Hal senada disampaikan Ahmad Zifal yang dihubungi secara terpisah. “Koalisi dengan Partai Golkar dan PBR, untuk mengusung Almaisyar-Dedrizal memang sudah hampir final. Malam ini, kita akan tandatangani kesepakatan bersama. Kalau sudah ditekan, akan saya beritahu kepada Padang Ekspres,” ujarnya.


Bila jadi mendaftar ke KPU Rabu ini, Partai Golkar, PPP dan PBR telah punya modal 15.346 suara (30,15 persen). Dengan rincian, Golkar dalam Pemilu 2009 mengantongi 9.157 suara (17,99 persen), PPP mengantongi punya 4.440 suara (8,72 persen) dan PBR memperoleh 1.749 suara sah (3,44 persen).


Hanya saja, kekuatan besar belum bisa menjadi jaminan untuk memenangkan Pilwako Payakumbuh. Berkaca dari Pilkada 2007 yang merupakan pemilihan kepala daerah pertama oleh rayat sepanjang sepanjang sejarah Payakumbuh, Golkar juga membangun koalisi besar, tapi hasilnya justru belum signifikan.


Saat itu, Golkar berkoalisi dengan PAN, PDI-P, PNBK, PBR, Partai Sarikat Indonesia), Partai Persatuan Daerah, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Persatuan Nahdatul Ulama Indonesia, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Persatuan Indonesia Bersatu, Partai Patriot Pancasila, PPDK, Partai Karya Bangsa, Partai Keadilan Persatuan Indonesia dan PNI Marhaenisme, mendukung pasangan Benny Mukhtar-Hendri Maulana.


Total dukungan 16 partai politik dalam Pemilu 2004 mencapai 29.681 suara (53,335 persen). Tapi berdasarkan hasil Pilkada 2007, pasangan Benny-Muchtar yang diusung baru memperoleh 7.208 suara (15, 77 persen). Sementara pasangan Josrizal Zain-Syamsul Bahri yang didukung PP dengan modal Pemilu 2004 hanya 6.652 suara (13,2 persen) justru meraup 28.788 dukungan (49 persen) dalam Pilwako 2007.(*)

17.11 | Posted in | Read More »

Soliditas Kader Golkar Goyah

DI tengah rencana koalisi Partai Golkar, PPP dan PBR untuk mendaftarkan pasangan Almaisyar-Dedrizal ke kantor KPU, soliditas kader Partai Golkar Payakumbuh dikabarkan goyah. Setidaknya, hal itu disyaratkan politisi senior Partai Golkar H Asmadi Taher di Balai Wartawan Luak Limopuluah, Selasa (4/4) siang.


“Selaku kader senior Partai Golkar, saya juga mendapat kabar seperti itu. Banyak teman-teman kader Golkar yang mengeluhkan keputusan Partai Golkar kepada saya,” ujar Asmadi Taher blak-blakan. Kendati demikian, Asmadi mengaku sudah memberi banyak penjelasan kepada para kader yang mengeluhkan keputusan partai.


“Saya katakan kepada kawan-kawan, apabila sudah diputuskan oleh DPP Partai Golkar, berarti sudah keputusan final. Saya juga bilang, dari informasi yang saya dapat, Almaisyar adalah salah satu ratting survey tertinggi yang dilakukan oleh Partai Golkar dari sekian banyak calon,” ujar Asmadi.


Lantaran banyak kader masih belum puas, Asmadi terus memberi penjelasan. “Saya katakan, karena Golkar memiliki motto suara Golkar adalah suara rakyat, maka tolak ukurnya adalah hasil survey tersebut. Dan juga, Golkar adalah partai terbuka. Tidak ada salahnya, mencalonkan sosok yang bukan kader Golkar,” ucapnya.


Walaupun demikian, Asmadi menyebut, keputusan Partai Golkar mengusung pasangan Almaisyar-Dedrizal sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota, memang keputusan yang cukup ironis. Karena tidak ada satu sosok pun yang berasal dari kader Golkar.


”Saya heran, kader terbaik Golkar yang selama ini menjadi tempat kader Partai Golkar berkeluh-kesah dalam segala bidang, seperti H Weri Yunaldi selaku bendahara Partai Golkar, malah dipinang sebagai bakal calon wakil wali kota dari Partai Demokrat,” ujar Asmadi.


Begitupula dengan wakil ketua DPD Partai Golkar Edward DF, dinilai Asmadi, betul betul-betul pencerminan suara Golkar suara rakyat. Karena dicalonkan oleh rakyat melalui jalur perseorangan atau independen. “Sudah 32 tahun saya menjadi kader Partai Golkar, baru sekarang saya melihat fenomena seperti ini,” ucap Asmadi.


Mantan Wakil Ketua DPRD Payakumbuh itupun akhirnya ikut bertanya. “Apakah Golkar tidak punya kader? Atau kader Golkar tidak ada yang layak? Tapi, rasanya tidak mungkin pula. Karena banyak kader Golkar yang mampu bertarung dalam Pilwako Payakumbuh 2012,” imbuh Asmadi.


Asmadi kemudian mencontohkan H Sudirman Rusma. “Beliau sudah teruji elektabilitasnya dan sekarang menduduki pimpinan DPRD Kota Payakumbuh. Beliau juga dua periode menjadi ketua DPD Partai Golkar. Apakah sepak-terjang itu tidak cukup?” ujarnya. (frv)

16.00 | Posted in | Read More »

Dukung Almaisar, DPD Golkar Payakumbuh Klaim Dukung Kader Sendiri

Payakumbuh, (ANTARA) - Ketua DPD Partai Golkar Payakumbuh, Sumatera Barat, Sudirman Rusma membantah lemahnya kaderisasi partai berlambang beringin tersebut, terkait keputusan DPD Partai Golkar Payakumbuh berkoalisi dengan PPP dan PBR untuk mengusung Almaisar-Dedrizal sebagai bakal calon Wali Kota Payakumbuh periode 2012-2017.

"Almaisar sesuai pernyataan Wakil Ketua DPD Golkar Provinsi Sumbar, Yulman Hadi adalah kader Golkar di Provinsi Sumatera Barat dan cukup sering mengikuti kegiatan partai. Jadi tidak benar kalau dikatakan bahwa Golkar tidak mencalonkan kadernya pada Pilwako Payakumbuh 2012 ini," kata Sudirman Rusma, Selasa (3/4) di sekretariat DPD Golkar Payakumbuh.

Menurut Sudirman, dukungan untuk Almaisar-Dedrizal sebagai bakal calon yang diusung Golkar sudah melewati mekanisme partai. Proses penetapannyapun menurut Sudirman telah melewati pembahasan yang komprehensif.

Disebutkan Sudirman, hasil survey independen terkait bakal calon yang telah dilakukan, nilai tertinggi diperoleh mantan calon Gubernur Sumbar, Endang Irzal, posisi dua ditempati Syamsul Bahri, diikuti Riza Falevi dan Almaisar di posisi empat. "Namun, setelah melalui pertimbangan maka diputuskan DPD Golkar berkoalisi dengan PPP dan PBR untuk mendukung Almaisar-Dedrizal," kata Sudirman.

Sudirman menambahkan, dukungan terhadap Detrizal diberikan berdasarkan keputusan yang diambil oleh Almaisar sebagai calon Walikota yang didukung DPD Partai Golkar Payakumbuh.

"Kami memberikan keleluasaan pada Almaisar untuk memilih wakilnya. Ada tiga nama yang kami usulkan masing-masing, Dedrizal, Weri Yunaldi, dan Mirwan. Ternyata Almaisar memilih Dedrizal," katanya.

Terkait adanya kader Partai Golkar yang mencalonkan diri diluar partai, Sudirman mengatakan hal itu bukan indikasi terpecahnya DPD Partai Golkar Payakumbuh dalam menghadapi Pilwako Payakumbuh 2012.

"Itu adalah bukti bahwa pengkaderan Partai Golkar berjalan dengan baik sehingga banyak kadernya yang dilirik untuk menjadi bakal calon Walikota Payakumbuh," katanya.

Dia menambahkan, pada dasarnya, partai tidak akan melarang kadernya mencalonkan diri di luar mekanisme partai, namun tentu saja akan ada konsekwensinya yang diatur dengan PO No.13 Tahun 2010. (mko)

15.51 | Posted in , | Read More »

Suwandel Muchtar, ’Si Kuda Hitam’ dari Koto Nan Ompek

Dalam kancah Pilwako Payakumbuh 2012-2017 yang semakin hari semakin panas, nama Suwandel Muchtar tidak asing lagi. Pengalamannya sebagai calon wakil wali kota 2002-2007 dan bakal calon wakil wali kota 2007-2012, membuat jebolan Lemhanas ke-38 tahun 2005 ini dinilai sebagai salah satu kuda hitam.


”Ah, itu kan pandai teman-teman wartawan saja. Saya ini belum apa-apa. Yang pasti, saya serius untuk berkompetisi secara sehat dan elegan, dalam Pilwako Payakumbuh 2012-2017,” ujar Suwandel Muchtar dengan nada merendah, ketika sejumlah wartawan memuji track record-nya, akhir Februari lampau.


Suwandel memang terkenal rendah hati. Ia lahir di Nagari Koto Nan Ompek, Payakumbuh Barat, 16 November 1954. Pendidikan SD, ST, STM dilaluinya di Payakumbuh dari 1967 sampai 1973. Setamat STM ia masuk pula ke SMU di Padang dan tamat 1978. Setelah itu, baru melanjutkan ke STI SOSPOL Padang.


Setemat dari jurusan administrasi negara 1985, Suwandel memilih mengabadi sebagai pegawai negeri sipil. Karirnya menanjak setelah terpilih sebagai Kasubag TU Rektorat Unand (1990-1993), Kabag TU Fakulta MIPA Unand (1993-1994), Kabag Umum Hukum, Tatalaksana dan Perlengkapan Unand (1994-1997).


Pada tahun 1997 atau sebelum reformasi meletus, Suwandel menjabat sebagai Kabag TU Fakultas Sastra Unand sampai 2002. Dari sini, kariernya semakin melejit. Pria yang sudah melanglang buana ke Malaysia Singapura, Thailand, dan Jepang ini, dipercaya sebagai Kepala Biro Perencanan dan Sistem Informasi Unand.


”Saya menjabat Kabiro Perencanaan dan Sistem Informasi itu enam atau atau sampai tahun 2008. Setelah itu, baru menjadi Kepala Biro Adm Akademik dan Kemahasiswaan Unand sampai tahun 2010. Sekarang atau sejak 2006 saya menjadi dosen luar biasa Unand dalam mata kuliah Kewarganegaraan dan Pancasila,” ujar Suwandel Muchtar.


Mungkin karena dibesarkan di lingkungan kampus, Suwandel saat tampil lagi dalam panggung Pilwako 2012, langsung memusatkan perhatiannya kepada dunia pendidikan. ”Saya lihat, Payakumbuh bisa menjadi kota tujuan pendidikan. Menyusul dibukanya Unand Multi Kampus Payakumbuh dan kehadiran sejumlah perguruan tinggi,” ujarnya.


Hanya saja, cita-cita menjadikan Payakumbuh kota tujuan pendidikan, tentu tidak bisa sebatas ucapan saja. ”Perlu kerja keras dan kesungguhan. Pada tahap awal, kita bisa saja melihat potensi geografis Payakumbuh yang berada di perlintas Sumbar-Riau dan diprediksi aman dari ancaman bencana. Tapi tahap berikutnya, harus ada keberpihakan anggaran terhadap pendidikan,” ucap Suwandel.


Di sinilah Suwandel melihat, pemerintah perlu berpihak kepala lembaga pendidikan, baik perguruan tinggi maupun pendidikan dasar dan menengah.


Bagaimana cara merealisasikan anggaran yang pro-pendidikan dan pro konstitusi? Bekas Sekretaris Panitia Pelaksana Penganugrahan Gelar Doktor Kehormatan Dr. (H.C) kepada Presiden SGY itu, belum mau sesumbar dulu. (***)

15.38 | Posted in | Read More »

Maju Untuk Menang, PKS Mendapatkan Tim Tangguh




















Tampak pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh, Riza Falepi dan Suwandel Muchtar berfoto bersama di depan KPU Payakumbuh dengan ditemani partai pengusung dan pendukungnya setelah mendaftar siang ini di KPU Payakumbuh sebagai peserta Pilkada.

Tim "Kuda Hitam" ini mengangkat tangannya memberikan signal siap bertanding fair untuk mendapatkan kemenangan di Pilkada tahun ini.

15.12 | Posted in , | Read More »