70 Kg Ganja Disita, 2 Kurir Dibekuk. Kibuli Polisi, Kijang Kapsul Dimodifikasi


Payakumbuh, Padek—Satuan Nar­­­ko­ba Polresta Payakumbuh meng­ga­­galkan pengiriman 70 kilogram gan­­ja kering dari Desa Penampaan, Ke­­camatan Blangkejeren, Kabupaten Ga­­yolues, Provinsi Nangroe Aceh Da­russalam ke Payakumbuh dan Lima­puluh Kota, Minggu (24/7) malam.

Tidak cuma meng­gagal­kan pengiriman dan tran­saksi 70 kg ganja, Sa­tuan Nar­koba Polresta Paya­kum­buh yang di-back up Satuan Re­serse dan Kriminal, ber­hasil pula meringkus dua pria yang membawa mari­yuana dari Aceh menuju Payakumbuh de­ngan Kijang Kapsul BK 1739 DM.

“Kedua pria itu Syamsul Bahri, 26, dan Herman, 24. Mereka dari  Desa Pe­nampaan, Kecamatan Blangke­jeren, Nangroe Aceh Darus­sa­­lam,” kata Kapol­resta Pa­ya­kumbuh AKBP Ru­bintoro Su­hada di­dam­pingi Wa­ka­polres Kom­pol Heri P dan Ka­sat Narkoba Iptu Adrian R Lubis kepada wartawan, Se­nin (25/6).

Sampai kemarin siang, Syamsul dan Herman masih men­jalani pemeriksaan di ruang Sat­narkoba Polres Payakum­buh. Polisi me­n­duga mereka meru­pa­kan anggota sin­dikat penge­dar nar­koba lintas pro­vinsi. Namun, Syamsul yang berba­dan gempal tapi sedikit tuli dan Her­man yang bertubuh kecil, me­ngaku hanyalah sebagai kurir.

”Kami disuruh seseorang yang bia­sa kami panggil Wan, me­ngantar­kan barang (ganja) kepada PS (pa­sien atau pemesan) di Payakumbuh.
Untuk itu, kami dibayar Rp 3,5 juta, termasuk biaya rental mobil,” ujar Syamsul Bahri dan Herman kepadaPadang Ekspres, di Mapolres Payakumbuh, Minggu malam.

Kendati mengaku hanya mendapat tugas sebagai kurir, tapi Syamsul dan Herman, tidak tahu kepada siapa ganja yang mereka bawa akan diserahkan. “Kami tidak tahu, siapa dan di mana alamat pemesan. Sebab, pemesan berkomunikasi langsung dengan orang yang menyuruh kami. Nanti, orang yang menyuruh kamilah yang memberi petunjuk,” sebut mereka.

Syamsul dan Herman berangkat dari Aceh ke Sumbar sejak Sabtu (24/6) malam lewat Medan-Pasaman-Bukittinggi. “Sampai di Bukittinggi, kami mendapat perintah untuk mengantar barang ke Payakumbuh. Kami tidak tahu Payakumbuh dan banyak bertanya di jalan,” ucap Herman.

Dalam perjalanan dari Bukittinggi ke Payakumbuh, kedua pria itu mendapat ’perintah’ dari Aceh, untuk mengantar barang ke sebuah warung kosong di jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh, persisnya di Jorong Batutanyuah, Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota, atau sekitar 750 meter setelah PLTA Batang Agam dan 150 meter dari simpang empat Batu Ampa.

Setiba di warung kosong tersebut, Syamsul dan Herman, ternyata tidak bertemu dengan pemesan ganja, melainkan bertemu dengan anggota Satuan Narkoba Polres Payakumbuh yang sedang menyamar. “Jangan bergerak, kalian ditangkap,” teriak sejumlah polisi berseragam preman. Syamsul dan Herman pun tidak berkutik. Mereka menyerah.

Dari mobil Kijang kapsul yang sudah dimodifikasi kedua kurir untuk mengibuli polisi, awalnya ditemukan 18 paket ganja kering seberat 18 kg. Ganja tersebut di antaranya disimpan pada celah dinding dalam dan dinding luar mobil. Selain itu, ada pula ganja yang disimpan dalam ban serap dan di bagian bawah mobil.

Setelah berhasil diamankan di hadapan Kepala Jorong Batutanyuah Masrizal dan Ketua Pemuda Koto Tangah Batu Ampa Afdal, sebanyak 18 kg ganja bersama kedua kurir pengantar dan mobil yang digunakan, langsung digelandang anggota Satnarkoba dan Satreskrim ke Mapolresta Payakumbuh.

Beberapa jam kemudian, polisi mulai melakukan pemeriksaan terhadap Syamsul dan Herman yang sudah diberi makan dan kopi. Dari hasil pemeriksaan itulah diketahui kalau kedua kurir sempat membuang dan menyimpan ganja, pada salah satu tempat dekat lokasi mereka digerebek.

Tanpa menunggu lama, anggota Satnarkoba pun bergegas ke jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh untuk menjemput barang bukti tambahan. Ternyata, di lokasi ditemukan lagi ganja kering sebanyak 52 kg. Dengan demikian, total barang-bukti yang didapat polisi mencapai 70 kg.

Informasi yang beredar, kedua kurir ganja beserta bandar mereka dari Aceh, sejak awal sebenarnya bukan berkomunikasi dengan pengedar ganja dari Payakumbuh, tapi berkomunikasi langsung dengan polisi yang menyamar. Namun, polisi tidak memberi keterangan terkait hal tersebut.

“Tersangka sudah lama menjadi target operasi kita. Pada intinya, kita jajaran Polres Payakumbuh, komit dengan perintah Kapolda Sumbar menjadikan Sumbar zero narkoba. Sekarang, kasus ini masih dikembangkan,” ujar AKBP Rubintoro Suhada didampingi Iptu Adrian R Lubis. (frv)

22.38 | Posted in , | Read More »

Abdul Haviz dan Alfian Hilang di Gunung Marapi

Agam, InfoPublik - Prosesi pencarian Abdul Haviz (19 tahun ) dan Alfian (16 tahun ) yang hilang smenjak Selasa (19/6) lalu hingga Senin  (25/6) dinihari belum juga diketemukan oleh Tim Basarnas.
Dalam pencarian tersebut, Basarnas dibantu BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Agam, BPBD Bukittinggi, BPBD Padang Panjang, BPBD Payakumbuh, PMI Agam, RAPI, Mapala UNAND dan STAIN Bukittinggi, Polsek IV Angkat Canduang, KSB Lasi serta lembaga bantuan kemanusiaan lainnya.
Nyaris semenjak diketahui kedua remaja tersebut hilang di Gunung Marapi semenjak Jum'at malam, upaya pencarian terus dilakukan. Pada Jum'at (22/6) sekitar pukul 23.00 WIB upaya pencarian dengan penyisiran yang difokuskan di Jorong Labuang tepatnya daerah Kacowali, Batu Sampik dan sekitarnya langsung dilakukan dengan menurunkan sebanyak 34 personil.
Pada hari Sabtu (23/6) siang pukul 11.00 WIB tim Basarnas dengan kekuatan 75 orang personil kembali berpencar dengan memulai pencarian yang dibagi pada empat titik namun juga tak mendapatkan hasil.
Hari Minggu (24/6) kemaren berawal pukul 06.00 WIB pagi dengan kekuatan 125 orang personil yang terbagi 9 regu kembali melakukan pencarian pada beberapa titik yang diyakini menjadi lokasi tersesatnya kedua remaja tanggung tersebut, namun setelah kembali seluruh tim pukul 16.00 WIB hasilnya juga nihil.
Pada Minggu (24/6) malam di bawah komando Camat Canduang Drs. Surya Wendri, kembali dilakukan pertemuan evaluasi di kantor camat Canduang guna menyusun strategi yang siap akan kembali melakukan pencari pada hari Senin (25/6) pagi ini dengan kekuatan 2 regu dengan strategi langsung menginap pada malam harinya di daerah Gunung Marapi tempat lokasi pencarian.
Camat Canduang Drs. Surya Wendri berharap, upaya pencarian pada hari Senin ini membawa hasil dan kedua remaja tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat. "Kita sangat berharap, mudah-mudahan hari ini tim menemukan Abdul Haviz dan Alfian," ujar Surya Wendri, di Lasi, Senin (25/6) dini hari.  (mcagam/toeb)

22.37 | Posted in | Read More »

Pilwako Bisa Seputaran. Irfendi: Awasi Kecurangan Terencana


Payakumbuh, Padek—Selu­ruh calon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh, tidak per­lu cemas Pilwako akan ber­lang­­sung dua putaran. Sebab, jika sepasang calon berhasil mem­peroleh suara rata-rata 100 suara per Tempat Pemunguatan Sua­ra (TPS), maka dapat dipas­ti­­kan, pesta demokrasi di Paya­kum­­buh, hanya berlangsung satu putaran.

Demikian disampaikan pe­mer­­hati politik Luak Limo­pu­luah Irfendi Arbi, saat ber­dis­kusi di kantor perwakilanPadang Eks­pres Payakumbuh, Jalan Soe­karno-Hatta Nomor 154, ka­wa­san Tanjuanggadang, Nagari Ko­to Nan Ompek atau di sam­ping asrama Kodim 0306 Lima­pu­luh Kota, Minggu (24/6).

Irfendi mengatakan, dalam Pil­wako Payakumbuh, Komisi Pe­milihan Umum (KPU) bersa­ma pasangan calon, sudah me­ne­tapkan 202 TPS. Ji­ka satu pasangan ca­lon, bisa mem­pe­ro­leh sua­ra rata-rata 100 suara pada se­tiap TPS, ma­ka pa­sa­ngan tersebut su­­dah me­ngantongi 20.400 suara atau le­­bih 30,1 persen da­ri jum­l­ah pemilih da­lam daf­tar pemilih tetap.

”Dengan demi­kian, Pilwako Paya­kum­­buh bisa berlangsung satu pu­taran. Anggaran daerah bisa di­hemat atau untuk kegia­tan lain. Tapi syaratnya, 100 suara per TPS tadi, harus didapatkan pa­­sangan calon secarafair. Ti­dak terjadi politik uang atau­pun ke­c­urangan yang bersifat masif, struk­tural, sistematis, apalagi  te­rencana,” kata Irfendi.

Melihat bursa pencalonan da­lam Pilwako Payakumbuh yang cu­kup ketat, mantan wakil bu­­pati Li­mapuluh Kota itu mem­­perkira­kan, akan sulit bagi pa­sangan ca­lon manapun, untuk mem­pero­leh suara melebihi 30,1 per­sen. ”Sangat sulit. Kecuali par­tisipasi pe­milih di atas angka 95 persen. Dan pasangan calon bisa mem­peroleh sua­ra, rata-rata 100 per TPS,” ucap Ir­fen­di.

Walau begitu, be­­kas Ketua KNPI dan anggota DPRD Pa­dang itu me­nye­but, ada juga pe­luang Pil­wako Paya­kum­­buh dige­lar sa­tu puta­ran, asal­kan un­dang-un­dang ten­tang pe­milu di­revisi. ”Ha­­rus ada ke­be­ra­nian dari pa­sa­­ngan ca­lon, me­nga­­jukan kebe­ra­tan atas salah satu pasal dalam un­dang-undang pe­milu yang me­nye­but, calon ter­pilih harus mem­­peroleh 30,1 persen suara,” ucapnya.

Pengajuan keberatan ke Mahkamah Konstitusi tersebut, menurut Irfendi yang disebut-sebut akan tampil sebagai calon Wali Kota Padang, bukanlah sesuatu yang mustahil. ”Kalau calon yang tampil cuma 2,3, atau 4 pasang, barangkali masih bisa memperoleh suara sebesar 30,1 persen. Tapi kalau sudah 6 atau 7 pasang, sangat sulit mem­peroleh 30,1 persen. Maka­nya, perlu diajukan keberatan ke MK. Saya siap jadi saksi,” imbuhnya.

Lantas, siapakah calon wali kota dan wakil wali kota Paya­kum­buh yang berpeluang me­nang menurut Irfendi Arbi. De­ngan tersenyum, pegawai negeri sipil pada Dinas Pertanian Sum­bar itu menyebut, kalangan media tentu sudah bisa mem­per­ki­ra­kan, siapa calon yang akan me­nang. Sebab, naluri insan media, bia­sanya lebih jernih dan tajam me­mandam sebuah persoalan.

”Kalau saya lihat, kekuatan calon  masih imbang. Pasangan Riza Falepi-Suwandel Mukhtar, Sy­amsul Bahri-Weri Yunaldi dan Al­maisyar-Dedrizal, bisa di­ang­gap saling kejar. Tapi, pasa­ngan Haji Desra-Fitma In­dra­yani, bisa jadi kuda hitam ka­rena ge­rakan­nya yang menga­kar dari ba­­wah. Be­gitu  pula pasangan Ju­s­­ri Zainul-Supardi dan Mul­yadi-Edward, saya lihat juga me­la­kukan gerakan politik,” kata Irfendi.

Terlepas dari itu, Irfendi se­ba­gai pemuka masyarakarat Luak Limopuluah berharap, Pil­wa­ko Payakumbuh benar-benar ber­­l­angsung damai dan  ber­kua­litas. ”Tidak usahlah sa­ling men­jelek-jelekkan,” ujarnya. (*)

22.23 | Posted in | Read More »

Polres, KPUD, Dekopinda Gelar Sepeda Santai


Payakumbuh, Padek—Tiga lembaga penting di Pa­yakumbuh, yakni Polres Payakumbuh, Komisi Pe­milihan Umum Daerah (KPUD) dan Dewan Ko­perasi Indonesia Daerah (Dekopinda), meng­gelar lom­ba sepeda santai dan gerak jalan sehat, Minggu (24/6) pagi.

Lomba sepeda santai yang digelar Polres Pa­ya­kumbuh, dimulai dari depan Pos Lantas. Lom­ba ini di­lepas Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain, ber­sa­ma Kapolres Payakumbuh AKBP Ru­bintoro Su­ha­da, Wakil Wali Kota AKBP (Purn) Syam­sul Bah­ri Dt Bandaro Putiah dan Ketua DPRD Wilman Sing­kuan.

Sedangkan jalan sehat yang digelar KPUD dan De­kopinda juga dilepas wali kota Josrizal Zain, ber­sama Ketua Dekopinda Maharnis Zul dan Ke­tua KPUD Hendra Yani.

Dalam acara jalan sehat yang digelar KPU, tiga ca­lon wali kota dan wakil wali kota nampak hadir. Me­reka, pasangan calon wali kota Almaisyar-De­drizal dan calon wali kota Zainul Jusri Zainud­ddin.
”Sedangkan calon lain, tidak hadir. Padahal, su­d­ah kita undang. Acara ini sendiri, kita gelar un­tuk mensosialiasikan Pilwako Payakumbuh pa­da 12 Juli mendatang,” kata Hendra.

Sementara, Ketua Dekopinda Payakumbuh Ma­harnis Zul, melaporkan, gerakan jalan sehat mem­perlihatkan kepada publik, bahwa gerakan ko­perasi di Payakumbuh, tampak berkembang pe­sat dengan putaran modal yang sudah mencatat Rp100 Miliar lebih. (frv)

22.22 | Posted in | Read More »

Hari Ini, 7 Pasang Calon Sampaikan Visi-Misi


Payakumbuh, Padek—Jika tidak ada aral melintang, Senin (25/6) ini, tujuh pasang calon wali kota dan calon wakil wali kota Payakumbuh, akan me­nyampaikan visi-misi me­reka se­cara ber­gantian, di ha­dapan 25 anggota DPRD Payakumbuh dan masyarakat.

”Ya, Senin besok (hari ini-red), 7 pa­sang calon wali kota dan calon wali wali ko­ta, akan sam­pai­kan visi-misi di DPRD. Sedangkan pa­da Selasa (26/6) ma­lam, calon wali kota akan me­ngikuti debat publik di GOR M Yamin Kubugadang,” kata Ketua KPU Payakumbuh Hendra Yani, Minggu (24/6) siang.

Terkait penyampaian visi-misi di gedung DPRD, Kabag Hu­mas dan Protokoler Sekreta­riat DPRD Payakumbuh Bakh­ta­­rud­din menyebut, pihak­nya su­dah mem­persiapkan tempat acara sebaik mungkin. Para ca­lon, sebut Bakhtar, akan me­nyam­paikan visi-misi masing-ma­sing selama 15 menit.

”Visi-misi akan disampaikan di  lantai dua gedung DPRD, dihadapan 25 anggota DPRD dan seluruh undangan. Sedang­kan masyarakat yang datang, dapat menyaksikan langsung di lan­tai atau lewat mo­nitor yang dipasang di lantai satu,” kata Bakh­taruddin, Ming­gu sore.

Kendati acara pe­nyam­paian visi-misi pa­sangan calon me­rupakan rapat pari­pu­r­na DPRD yang ter­­buka untuk umum, Bakhtarudin yang me­­­ru­pakan Sekretaris PWI Paya­kumbuh dan Limapuluh Kota ber­harap, masing-masing pasa­ngan hanya membawa 5 tim relawan ke lantai satu gedung DPRD.

”Kapasitas ruangan di lantai satu DPRD terbatas. Kita harap, pa­ra calon hanya membawa 5 orang relawan ke lantai satu. Se­le­bihnya, dapat menyaksikan di lan­tai dua. Kita berharap, pe­nyampaian visi-misi di DPRD, me­­nandai Pilwako damai dan ber­kualitas,” demikian Bakh­tarudin. (frv)

22.18 | Posted in | Read More »

Parpol Dukung Penertiban Atribut


Padang, Padek—Apresiasi diberikan beberapa pimpinan partai politik terkait pe­ner­tiban atribut calon wali kota dan wakil wali kota Paya­kumbuh yang dilakukan Pan­waslu Paya­kumbuh, Kamis (21/6). Na­mun, mereka ber­harap ke de­pan Satpol PP dilibatkan.

”Sangat disayangkan, Sat­pol PP tak ikut dalam aksi penertiban itu. Padahal, akan lebih baik lagi jika Satpol PP sebagai lembaga yang ber­we­nang dalam penegakan aturan pe­merintah, ikut dalam pe­nertiban ini,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Payakumbuh Sudirman Rusman, Ketua DPD Partai Gerindra Paya­kumbuh Nursyirman, Sek­retaris PAN Payakumbuh Masrul Malik dan Ketua Par­tai PPP Paya­kum­buh Ahmad Zifal via te­lepon seluler, Jumat (22/6).

Sudirman Rusman me­nga­takan, penertiban sudah sepa­tutnya dilakukan, karena se­belumnya telah ada kese­pa­katan para calon dengan Pan­was­lu, tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan kandidat dalam pilkada ini.

Wakil Ketua DPRD Paya­kum­buh itu berharap Satpol PP lebih aktif dalam pener­tiban dan penegakan pera­tu­ran daerah. Semua pasangan calon dan tim sukses, me­matuhi kesepakatan bersama Pa­n­was, dan peraturan yang ditetapkan dalam pilkada.

”Dengan adanya kesa­da­ran bersama ini, pasti hasil yang kita capai akan lebih baik lagi,” katanya. Ketua DPD Partai Gerindra Payakumbuh Nur­syir­wan mengatakan, apa yang dilakukan Panwaslu su­dah sesuai aturan. (mg19)

13.04 | Posted in | Read More »

Tumpukan Barang dan Ban Tutupi Pintu


Limapuluh Kota, Padek—Polres Limapuluh Kota lakukan re­­konstruksi terbakarnya bus PO Yanti Group yang meng­ha­­nguskan 13 orang korban, awal Mei lalu. Dalam rekons­truk­si ke­marin, tergambar penumpang kesulitan keluar dari ken­­daraan, sebab tumpukan barang di atas dan samping ban me­­nutupi pintu keluar.

Rekonstruksi yang sengaja digelar disamping Mapolres Limapuluh Kota, dirangkum dalam  17  adegan yang diperagakan sopir, Yandri, 31 dan kernet, Asbi, 25. Dari situ juga terlihat tidak tergambar dengan jelas upaya sopir dan kernet untuk melakukan penyelamatan terhadap penumpang.

Salah seorang saksi yang merupakan penumpang selamat bus naas itu, Ali Amran, duduk di bangku paling belakang. Na­mun terpaksa harus berlari ke depan karena pintu sulit dibuka. ”Saya menumpang dari Duri bersama anak, isteri, dan mertua. Ke­t­iganya meninggal terbakar di atas bus,” kenang Ali Amran usai menunjukkan upaya yang dilakukannya untuk menye­la­matkan diri dan keluarganya dari kecelakaan nahas itu..

Saksi lainnya yang dihadirkan pada rekonstruksi, Ermawati, 48, menceritakan, sewaktu asap mulai memenuhi bus, kernet bus Asbi sengaja menuju belakang bus. Tujuannya, untuk me­ngambil dua botol air minuman mineral yang terletak di bangku be­lakang kendaraan.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto me­ngatakan, rekonstruksi digelar untuk mencocokkan Berita Acara Pe­meriksaan (BAP) dengan kedua tersangka (Yandri, dan Asbi). ”Jika semua sesuai dengan BAP, baru perkaranya P-21. Artinya siap untuk disidangkan di  pengadilan,” kata Pratomo didampingi Kasatreskrim, AKP Russirwan dan sejumlah Kapolsek di Wilayah hukum Polres Limapuluh Kota.

Kepala  Kejaksaan Tinggi Negeri Payakumbuh Tri Karyono me­­nyebutkan, setelah rekonstruksi dilakukan oleh pihak ke­po­li­sian, pihaknya juga akan menyidangkan. Namun ketika di­ta­nya soal akan adanya tersangka lain, Tri menjawab, ke­mung­ki­nan ber­tambahnya tersangka tidak ada. ”Untuk saat ini, ter­sang­ka akan di­tetapkan dua orang ini. Yaitu sopir dan ker­net­nya saja. Soal ke­mungkinan bertambah, melihat per­kem­bangan nanti,” ulas­nya.

Sementara bagi penumpang yang selamat dan tidak men­dapat ganti rugi atau asuransi, namun kerugiannya cukup be­sar, kata Tri bisa dilakukan dengan cara mengajukannya saat si­dang di pengadilan atau dengan cara mengajukan gugatan per­data melalui kejaksaan. (fdl)

11.15 | Posted in | Read More »