Latih Itik Sambil Menunggu Beduk


Limapuluhkota —Pecinta pacu terbang itik di Limapuluh Kota, menunggu waktu berbuka puasa dengan melatih itik terbang di sejum­lah lapangan. Padahal per­tandingan atau pesta tradisi pacu Terbang Itik masih lama.

”Belum tahu kapan jadwal  alek tradisi terbang itik. Se­karang untuk sekadar kegiatan pengisi waktu untuk me­nung­gu berbuka puasa saja,” ucap salah seorang pecandu terbang itik, Asep Yuan Permata, 20, kepada Padang Ekspres, Ming­gu (22/7).

Pesta terbang itik besar-besaran di dua belas lapangan yang ada di kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota di pre­diksi masih jauh, sekitar bulan September mendatang. Na­mun upaya untuk mem­per­siapakan raja terbang, para pemilik itik sudah mulai mela­tih sejak dini, bahkan di dalam Bulan Ramdhan.

”Yang pasti tidak akan mengganggu Ramdhan, sebab melatih itik bisa dilakukan sambil menunggu waktu ber­buka puasa tiba,” tambah De­vit, 23 salah seorang -pecinta terbang itik.

13.16 | Posted in , | Read More »

Teror Petasan makin Menggila


Payakumbuh —Te­ror mercon di Payakumbuh dan Limapuluh Kota makin meng­gila. Masyarakat sudah resah dibuatnya. Baru saja selesai ummat Islam berbuka puasa, mercon sudah meledak di ma­na-mana. Ini terjadi sampai masuk shalat Isha dan Tarawih berjamaah. Ketika sahur tiba, bunyi mercon dan kembang api masih belum juga reda. Bahkan bunyinya mem­buat  gendang telinga serasa pecah dan meng­hujam sampai ke dada.

”Kalau tidak siap-siap men­dengar petasan yang tiap se­bentar meledak, mereka yang penyakitan jantung bisa mati mendadak,” kata Iin, 58, warga di bilangan Jalan Soe­karno-Hatta, Koto Nan Ompek, Paya­kumbuh Barat, kepada Padang Ekspres, Senin (23/7) siang.

Hal serupa disampaikan sejumlah jamaah Masjid Ans­harullah Muhammadiyah, Mas­jid Mukhlisin Daya Bangun, dan Masjid Taqwa yang ditemui wartawan secara terpisah. Me­nurut para jamaah, bunyi mer­con dan kembang api pada malam hari, benar-benar sudah meneror waktu ibadah ummat islam. Polisi diminta merazia.

Untuk menjawab keluhan warga Kota Payakumbuh, Sa­tuan Reserse dan Kriminal (Sat­re­skrim) Polres Payakumbuh, sejak Minggu (22/7) malam, sudah mulai menggelar razia petasan atau mercon. Hasilnya, sebanyak 140 ribu butir mercon berhasil diamankan.

”Mercon-mercon itu kita amankan dari dari seorang pedagang, berinisial AR,37, warga kompleks Perumahan Piliang, Kelurahan Piliang, Keca­matan Payakumbuh Barat,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Rubintoro Suhada, didampingi Kasat Reskrim AKP Jefrizal Jarun,.

Menurut AKP Jefrizal Jarun, penjual petasan tanpa izin, dapat dikenai hukuman mati atau hukuman seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-ting­ginya dua puluh tahun sesuai UU darurat Nomor  12 Tahun 1951. Menurutnya, petasan digolong pada bahan peledak. Karena itu UU yang digunakan kepolisian untuk memperoses kasus terkait mercon, adalah UU Darurat No 12 Tahun 1951.

”Makanya, kita berharap agar masyarakat, jangan sampai berurusan dengan hukum, kare­na kedapatan menjadi pedagang mercon atau petasan tanpa izin. Hanya saja, biasanya, karena petasan masih termasuk satu bahan peledak ringan, jenis hukumannya lebih ringan, dan sesuai pertimbangan dan kepu­tu­san majelis hakim di persi­da­ngan,” tutur AKP Jefrizal Jarun.

Tak hanya Jefrizal, Kapolres Kota Payakumbuh, AKBP Ru­bian­toro Suhada, turut mem­benarkan sanksi hukum yang akan dikenakan terhadap ter­sangka penjual petasan. Me­nurutnya, karena petasan digo­longkan dalam bahan peledak maka hingga saat ini tidak ada izin yang dikeluarkan bagi pe­dagang petasan (mercon). “Yang ada hanya izin untuk menjual kembang api, itupun terbatas,” katanya.

Menurut Kapolres, pere­da­ran mercon rata-rata meningkat pada bulan Ramadhan, ter­masuk Ramadhan tahun 2012. Pihaknya meminta aparatnya terus melakukan razia terhadap pedagang mercon. Terkait kemungkinan hukuman yang akan diterima tersangka AR jika memang terbukti bersalah, Ru­bintoro menyebut, hal itu ter­gantung keputusan hakim di Pengadilan.

13.15 | Posted in | Read More »

Suami-Istri Jualan Sabu-Sabu


Limapuluh Kota —Sepasang suami-istri di Ba­tangtabik, Nagari Sungai­ka­muyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, bernama Billy Joel alias Billy, 33, dan Elsya Putri alias Caca, 22, ditangkap Satuan Narkoba Polres Payakumbuh karena diduga mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Pasangan suami-istri Billy dan Caca ditangkap sejak pe­kan lalu. Namun polisi baru merilis penangkapan mereka, Senin (23/7) pagi. ”Kami me­nangkap sepasang suami-istri yang menjual sabu-sabu, ber­sama seorang pelanggan mere­ka,” kata Kapolres Payakum­buh AKBP Rubintoro Suha­da­da kepada sejumlah wartawan.

Menurut Kapolres, pasa­ngan suami-istri Billy dan Caca, punya track record pan­jang di dunia bisnis barang haram tersebut. Billy meru­pakan buronan Polda Sumbar. Sedangkan Caca adalah putri dari Elvira alias Era, ‘ratu sabu-sabu’ dari Payakumbuh yang sampai kini masih ditahan di penjara khusus anak dan wa­nita, Tanjungpati, Limapuluh Kota.

”Mereka ditangkap ber­sama barang-bukti empat pa­ket besar sabu-sabu bernilai le­bih kurang Rp 8 Juta. Penang­kapan mereka, tidak terlepas dari penangkapan terhadap Bambang, seorang pemakai sabu-sabu-sabu di Paya­kum­buh,” kata AKBP Rubintoro Suhada didampingi Waka­polres Kompol Heri B dan Pjs Kasatnarkoba AKP Jufri Tam­pubolon.

Sampai kemarin, menurut Kapolres, pasangan Billy-Caca dan Bambang, masih men­jalani pemeriksaan di Ma­polres Pa­yakumbuh. Dari ta­ngan mere­ka, polisi juga me­ngamankan barang-bukti be­rupa tim­ba­ngan digital, telephone geng­gam, plastik be­ning, kaca pirek, kompeng, se­dotan, sekotak pensil warna hi­jau dan uang tunai sisa tran­saksi sabu-sabu senilai Rp250 Ribu.

7 Warga Andaleh Ditangkap

Selain menangkap pasa­ngan suami-istri penjual sabu-sabu, Polres Payakumbuh me­la­­lui anggota Satuan Reserse dan Kriminal juga menangkap 7 warga Tanjuangbaru, Nagari An­daleh, Kecamatan Luak, Ka­bupaten Limapuluh Kota, pada Se­nin (23/7) sekitar pu­kul 00.00 WIB, karena diduga ter­libat permainan judi alik (judi menggunakan batu domino).

”Ketujuh warga Andaleh itu adalah Deri,33, Sadri,36, Erman, 40, Jasmi, 60, Fuad, 50, Arif, 26, dan Parit,41, sebagai pemilik warung. Kasus mereka, se­ka­rang masih dalam penyidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Pa­yakumbuh AKP Jefrizal Jarun didampingi Kaur Reskrim Ipda Ismet.

13.14 | Posted in | Read More »

Penahan Banjir Batang Mahat Perlu Segera Dibangun


Limapuluhkota —Batang Mahat yang melintasi Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota me­miliki risiko tinggi terjadinya banjir. Sehingga dibutuhkan perhatian pemerintah dalam upaya mencarikan solusi me­nahan banjir hingga ke pe­mukiman warga.

Hal itu diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Pang­kalan, Mukhlis Hasan di hada­pan Wakil Bupati Lima­puluh Kota, Asyrwan Yunus, Menteri Lingkungan Hidup yang diwakili Tribangun Elsoni saat acara tradisi Potang Ba­limau Pang­kalan, Kamis (19/7) lalu.

Menurut Mukhlis, anca­man banjir hingga ke pemu­kiman warga yang berada di pinggir Sungai Mahat sangat beresiko terkena banjir. Sungai dengan lebar sekitar 50 hingga 100 meter itu, butuh perhatian pemerintah dalam hal an­tisipasi banjir.

Menurutnya, sungai yang mengalir hingga ke Kampar dan di jadikan sebagai akses transportasi hingga ke Malaka, Malaysia dan Singapura di masa lalu itu, pernah meng­genangi daerah di sekitar ping­giran Sungai.

Hal itu dibenarkan salah seorang warga Pangkalan Koto Baru, Azri, 45. Dijelaskan Azri, tabuah atau beduk Masjid Raya Pangkalan yang konon di buat di Sambas, Kalimantan Barat tersebut juga pernah hanyut akibat banjir.

”Tabuah pernah hanyut akibat luapan air yang sampai ke bangunan masjid dengan jarak sekitar 10 meter dari pinggir sungai. Namun berun­tung, bisa kembali ditemukan oleh masyrakat,” cerita Azri.

Soal pelestarian dan men­jaga lingkungan merupakan hal yang harus dan wajib dila­kukan oleh masyarakat. Ter­masuk menjaga aliran sungai agar tetap terjaga dan tidak terkikis.

”Bunga mawar bunga me­la­ti, meski bisa ditawar, na­mun menjaga lingkungan har­ga mati,” timpal Tribangun El­soni.

Tribangun memuji kejer­nihan air yang mengalir di Batang Mahat. Sebab, menu­rutnya warna airnya sangat berbeda jauh dengan yang mengalir di kali Ciliwung. ”Kita berharap kondisi air yang bersih dan menjaga sungai agar tidak tercemari selalu dipertahankan masyarakat di sepanjang aliran sungai Batang Mahat,” harapnya.

13.14 | Posted in | Read More »

Gubernur Sumbar imbau masyarakat jangan boros selama Ramadhan

Padang - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengimbau masyarakat jangan konsumtif atau boros selama Ramadhan 1433 Hijriah, karena dapat menimbulkan prilaku hidup kemubaziran.

"Keinginan selama siang Ramadhan lebih tinggi dibandingkan pada bulan-bulan biasanya, tapi semua itu hanya karena hawa nafsu," kata Irwan Prayitno saat memberi arahan pada safari Ramadhan di Padang Panjang, Minggu malam.

Menurut dia, apabila masyarakat berprilaku boros dengan menurut keinginan hawa nafsu, akibatnya dapat memincu kenaikkan harga sebagai kebutuhan pokok di pasaran.

Sebab, masyarakat pada sore harinya berbondong-bondong ke pusat-pusat perbelanjaan "pabukoan" dan membeli banyak menu siap saji untuk hidangan berbuka puasa.

Jadi, saat berbuka puasa tiba semuanya terhidang di atas meja, tapi yang disantap hanya beberapa saja dan diharapkan dapat dihabiskan pada sahur tetapi akhirnya tidak juga, akhirnya terbuang sia-sia.

"Boleh membeli makanan menu siap santap dan kebutuhan harian tak masalah selama Ramadhan, sepanjang bisa dikonsumsi. Tapi kenyataannya banyak yang sia-sia," ujarnya.

Makanya, masyarakat perlu mengontrol diri agar menghindari sikap yang berlebih-lebihan selama menjalankan ibadah puasa, karena pada akhirnya menimbulkan sikap mubazir.

Menurut gubernur, tingginya tingkat konsumsi masyarakat selama Ramadhan, salah satu indikatornya terjadinya kenaikan inflasi daerah.

Semestinya pada Ramadhan inflasi turun, karena masyarakat tidak mengkonsumsi makanan pada siang hari, tapi kenyataan malah berbalik permintaan untuk kebutuhan pokok meningkat.

Kondisi itu, katanya, banyak masyarakat pada Ramadhan menjadikan tempat mengumbar nafsu sehingga tidak tercapai fitri yang diharapkan pada bulan buasa.

Justru itu, masyarakat harus mampu melawan dan mengendalikan hawa nafsu selama Ramadhan, terutama menjauhkan sikap konsumtif sehingga dapat menjalankan ibadah sesuai yang diharapkan.

Gubernur mengatakan, pemerintah daerah dengan melibatkan BUMN/BUMD serta distributor berbagai komoditas terus berupaya mengendalikan harga kebutuhan pokok dan menstabilkan harga di pasaran melalui pasar murah dan operasi pasar sejak awal Ramadhan.

Kebijakan pemerintah daerah itu, akan sia-sia saja tanpa dukungan masyarakat melalui pengontrolan atau menghindari prilau konsumtif.

"Kita minta masyarakat jangan sampai memborong kebutuhan bahan pokok selama Ramadhan, karena dapat memicu harga di pasaran," imbau gubernur lagi.

Dalam tim safari Ramadhan 1433 hijriah Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan bantuan uang untuk pembangunan masjid senilai Rp10 juta dan 20 eksamplar Al Quran dan sepuluh tafsir Al Quran.

13.20 | Posted in , | Read More »

Pangkalan-Manggilang Nyaris Rusuh


Limapuluh Kota —Ibadah puasa Ramadhan tercoreng di Kabu­pa­ten Limapuluh Kota. Warga dua na­gari bertetangga di Kecamatan Pang­kalan Koto Baru, lepas kontrol hing­ga nyaris terlibat cakak banyak atau tawuran, Minggu (22/7) malam. Beruntung, polisi dibantu TNI dan pe­merintah kedua nagari—Nagari Pang­­kalan dan Nagari Manggilang—da­pat mengendalikan konsentrasi massa, sehingga situasi dapat diken­dalikan.

“Tadi, memang sempat terjadi salah paham antara warga Nagari Mang­gilang dengan warga Jorong Pauh, Nagari Pangkalan. Sempat pula terjadi konsentrasi massa pada kedua nagari. Tapi sekarang, situasi sudah kembali kondusif. Pemuka kedua na­gari, sedang membahas per­damaian,” kata Kapolres Lima­puluh Kota AKBP Partomo Iriananto kepada Padang Ekspres, tadi malam.

Informasi yang dirang­kum Padang Ekspres di Kecamatan Pangkalan Ko­to Baru menyebutkan, ri­buan warga Nagari Mang­gilang dan Nagari Pangka­lan, nyaris terlibat terlibat kontak fisik, menyusul salah paham antara sekelompok pe­mu­da dari kedua na­gari, setelah pelak­sanan tradisi po­tang balimau atau mandi-mandi se­belum Ramadhan, Kamis (19/7) lalu.

”Setelah pe­laksanaan po­tang balimau di pinggir Batang Maek, Nagari Pangkalan, Kamis lalu, rupanya terjadi salah pa­ham antara sekelompok kecil pemuda dari Nagari Manggilang de­ngan pe­muda dari Jorong Pauh, Na­gari Pangkalan. Salah pa­ham itu, berujung perkelahian di simpang SMKN Gambir Pang­­kalan pada Sabtu (21/7) ma­lam,” jelas AKBP Partomo Iriananto.

Usai perkelahian di simpang SMKN Gambir, 100 meter sebe­lum SPBU Pangkalan dari arah Pa­yakumbuh tersebut, dua pe­mu­da Pangkalan yang belum terlacak iden­titasnya, dilaporkan me­nga­lami luka ringan. Untuk itu,­ aparat Pol­sek Pangkalan ber­sama pe­merintah kedua na­gari dan pemu­ka masyarakat, men­coba mencari jalan penyelesaian ter­baik.

“Pada Sabtu malam itu, dua pi­hak yang berkelahi sudah ber­damai di Polsek Pangkalan,” im­buh AKBP Partomo Iria­nanto. Tapi, perdamaian tersebut tidak ter­laksana efektif. Buktinya, pa­da Minggu (22/7) sore, dua pe­muda Manggilang yang me­ngen­darai sepeda motor, dicegat oleh sekelompok pemuda Pang­k­a­­lan di depan Masjid Raya Pang­kalan.

Setelah kedua pemuda Mang­­gilang dicegat, sepeda motor mereka diambil dan dibakar oleh pemuda Pangkalan. Aksi pem­bakaran itu tersiar luas sam­pai ke Manggilang. Pun­caknya, pe­muda dari Mang­gilang mem­ba­las peristiwa tersebut, dengan me­lempari dua kendaraan jenis dump truck milik warga Pang­ka­lan yang lewat di nagari me­reka.

Polisi yang mengetahui keja­dian tersebut langsung bertin­dak cepat. Kapolres Limapu­luh Kota AKBP Partomo Iriananto ber­sama Wakapolres Kompol Heru Ekhwanto, Kasat Reskrim AKP Russirwan, dan Kasat Intel­kam AKP Sunarya, langsung be­rang­kat dari Mapolres Li­ma­pu­luh Kota di kawasan Keting­gian, Ke­camatan Harau, menuju Pang­­­kalan dengan membawa per­­sonel bersenjata lengkap.

Sesampai di Pangkalan, per­sonel Polres Limapuluh Kota dan personel Polsek Pangkalan, lang­sung berjaga-jaga di per­ba­ta­san Nagari Manggilang de­ngan Nagari Pangkalan. Se­lain ber­jaga-jaga di perbatasan, se­jum­lah polisi berseragam preman juga diturunkan untuk me­me­cah konsentrasi massa dan mengendalikan situasi.

Sekitar pukul 22.00, situasi di Pangkalan mulai berangsur kon­dusif. Karena itu, para pe­muka masyarakat dan pe­merin­tah dari kedua nagari, langsung menggelar pertemuan di Rumah Ma­­kan Sederhana, milik pe­mu­ka masyarakat Pangkalan Da­­tuak Lelo.

Pertemuan untuk mem­b­a­has upaya perdamaian itu difasi­li­tasi langsung oleh Kapol­res Li­ma­puluh Kota AKBP Par­tomo Iria­nanto bersama Mus­pika Pang­kalan, termasuk Danramil Pang­kalan Kapten Joni Forta. “Saat ini, rapat masih ber­lang­sung. Tapi si­tuasi di lapa­ngan, su­dah kon­du­sif,” kata Kapten Jo­ni Forta ke­pa­­da Padang Eks­pres tadi ma­lam.

Wali Nagari Pangkalan Des­wanto dan Wali Nagari Mang­gi­lang Ridwan, yakin per­soalan sa­lah paham antara kelompok pe­muda dari nagari mereka, akan dapat diselesaikan secara ke­ke­luar­g­aan. “Kami yakin, per­soalan ini akan menemui titik te­rang dan men­dapati solusi ter­baik. Seka­rang, kami sedang ra­pat,” kata Deswanto diamini Ridwan.

Kedua wali nagari juga me­minta masyarakatnya ma­sing-ma­sing menahan diri dan tidak ter­provokasi. “Bagaimanapun, an­tara Pangkalan dan Mang­gilang, masih satu rum­pun. Masih satu kecamatan. Salah paham yang terjadi, pasti dapat kita selesaikan secara baik-baik. Apalagi, sekarang situasi sudah kondusif,” kata Deswanto.

Hal serupa disampaikan Wa­kil Bupati Limapuluh Kota Asyir­wan Yunus yang meru­pa­kan pu­tra Kecamatan Pang­ka­lan. “Tadi, kita sudah koor­dinasi de­ngan kapolres, kedua wali na­gari dan niniak mamak dari ke­dua nagari. Harapan kita, mas­yarakat agar dapat menahan diri. Apalagi, kita masih berada pa­da po­s­­isi satu kecamatan dan da­lam suasana bulan Ra­madhan,” ujar Asyirwan.

Sampai berita ini ini ditu­runkan, kondisi di Keca­matan Pangkalan, terutama di Nagari Manggilang dan Pangkalan, di­laporkan berangsur kondusif. Ken­dati demikian, sebanyak 100 personel Polres Limapuluh Kota dan Polres Pangkalan, masih ber­jaga-jaga di kedua nagari.

“Kita bersama 100 personel, ma­sih standby di Pangkalan un­tuk berjaga-jaga, sekalian me­nunggu hasil rapat antara pe­merintah kedua nagari, niniak mamak, dan tokoh masyarakat da­ri kedua nagari. Kita berharap, sa­lah paham yang terjadi, dise­lesaikan secara baik-baik,” ujar AKBP Partomo Iriananto.

13.19 | Posted in , | Read More »

Almaisyar: Kawal Janji Kampanye F-WAN


Payakumbuh — Kendati be­lum terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh 2012-2017, namun pasangan Almaisyar-De­drizal yang diusung Partai Golkar, PPP, PBR, PKPB, PKB, PMB, PPRN, PDK, dan PNI Marhaenisme, tidak ber­kecil hati. Se­baliknya, pasangan yang mem­pe­roleh suara terbanyak ke­dua dalam Pil­wako Payakumbuh 2012 ini, tetap me­nyampaikan komit­men untuk ikut membangun Payakumbuh.

Komitmen itu disampaikan A­l­mai­syar dan Dedrizal, saat meng­gelar bu­ka puasa bersama 2.000 relawan dan mas­­y­arakat di kediaman orang tua Al­maisyar, persisnya di kawasan Balai Nan Duo, Nagari Koto Nan Ompek, Ke­camatan Payakumbuh Barat, Ming­gu (22/7) sore.

”Walau belum berhasil meme­nangkan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh, namun saya akan tetap ikut membangun Paya­kum­buh. Akan tetap berbuat untuk kam­pung  halaman tercinta ini,” kata Al­maisyar kepada wartawan yang ikut menghadiri buka puasa ber­sama tersebut.

Bekas pemimpin PT Askrida Kal­tim itu juga menyampaikan terima­ka­sih kepada seluruh partai pen­dukung, re­l­awan Almaisyar-Dedri­zal dan mas­ya­rakat Payakumbuh yang sudah men­­dukung pasangan Almaisyar-De­dri­zal dalam Pilwako 2012. ”Tanpa mas­­yarakat, relawan dan parpol pen­dukung, kami belum apa-apa,” ujar Almaisyar merendah.

Pria berperawakan tenang itu juga me­ngajak seluruh relawan Almaisyar-De­drizal untuk tetap membangun ko­munikasi. ”Mari, kita dukung pasa­ngan wali kota dan wakil wali kota ter­pilih.

Tapi jangan lupa pula untuk me­nga­wal pemerintahan mereka. Kita ka­wal janji kampanye pasangan Riza Falepi-Suwandel Muchtar atau F-WAN,” ajak Almaisyar.

Sebelum menggelar buka puasa ber­sama di kediaman orang tuanya se­kaligus Posko Almaisyar-Dedrizal da­lam Pilwako 2012, pasangan Al­maisyar-Dedrizal juga memasang ba­liho bertuliskan ucapan selamat me­nu­naikan ibadah puasa di seantero Pa­yakumbuh. Kondisi ini membuat ba­nyak pihak, menaruh apresiasi ke­pada Almaisyar-Dedrizal.

”Sungguh, kita salut dengan Pak Almaisyar. Walau belum terpilih se­bagai wali kota, tapi beliau tetap mem­beri perhatian terhadap para re­lawan dan masyarakat. Jarang ter­jadi, calon pe­mimpin seperti ini. Per­lu kita per­tim­bangkan untuk masa men­datang,” kata Ketua PPP Paya­kum­buh Ahmad Zifal, Ketua Partai Golkar Paya­kum­buh H Sudirman Rusma dan Ketua Par­tai Golkar Limapuluh Kota Safa­ru­din Dt Bandaro Rajo.

Hal senada disampaikan relawan Al­maisyar-Dedrizal dalam Pilwako 2012, yakni Syaiful Haswan dan Adrian Danoes. ”Mana ada calon wali ko­ta yang kalah dalam Pilwako, tapi ma­sih mau me­ngumpulkan relawan dan masya­rakat. Barangkali, baru Al­maisyar yang pernah melak­uk­an­nya. Ini yang mem­buat kita salut,” kata mereka.

13.16 | Posted in , | Read More »