4 Pemain Semen Kembali ke Timnas

Padang, Padek—Baru satu hari latihan bersama timnya, empat pemain Semen Padang; Hengki Ardiles, Abdurrahman, Ferdinand Sinaga, Joshua Pahabol terpaksa harus kembali meninggalkan tim.

Mereka dipanggil ke timnas U-23 untuk menjalani ujicoba dengan Persijap Jepara, Kamis (29/3). Selain ujicoba, ini juga bagian dari ajang seleksi skuad Garuda Muda (julukan timnas U-23).

”Keempat pemain itu kembali menjalani latihan di timnas U-23. Tapi itu tidak mengurangi motivasi pemain lainnya untuk menjalani latihan besok (pagi ini, red),” kata pelatih Semen Padang, Nil Maizar kepada Padang Ekspres, Minggu (25/3).

Keempat pemain itu akan berada di timnas hingga Sabtu (31/3). Minggu (1/4) mereka sudah kembali menjalani sesi latihan dengan rekan-rekan lainnya dalam persiapan laga perdananya di putaran kedua Indonesia Premier League (IPL) musim ini, kontra Persibo Bojonegoro di Stadion Letjen Sudirman, Bojonegoro, Sabtu (7/4).

Pemanggilan keempat anak asuhnya itu, tetap tidak mengurangi motivasi pelatih asal Payakumbuh untuk memberikan sesi latihan kepada pemain lainnya. Menjalani sesi latihannya, Ellie Aiboy dan kawan-kawan dijadwalkan bakal menjejal pasir Purus untuk menggenjot fisiknya pagi ini.

Sesi latihan itu difokuskan kepada speed pemain. “Kami ingin menggenjot sedikit speed mereka, jadi besok (pagi ini, red) kami latihan di pantai Purus,” ungkap suksesor Semen Padang di peringkat empat super liga musim lalu.

Pagbe belum Tiba
Sementara itu, David Pagbe masih belum menunjukan batang hidungnya di mess Bukit Karang Putih Indarung. Defender tim urang awak itu masih disibukan dengan urusan Kitas-nya yang hingga kini belum selesai.

Nil Maizar juga belum bisa memastikan kapan pemain asal Kamerun itu akan kembali ke Padang. Hanya saja dia memperkirakan penggawa yang tengah dibalut cedera dibagian siku kananya ini sudah berada di mess paling lambat, Rabu (28/3). (zl)

19.01 | Posted in | Read More »

SP Tatap Putaran Kedua

Padang, Padek—Semen Padang tampaknya tak ingin berlama-lama santai. Kendati menutup paruh musim kompetisi Indonesia Primear League (IPL) di posisi 3, ini bukanlah akhir segalanya, saatnya menatap putaran kedua.

Hari ini, anak-anak bukit Karang Putih Indarung, kembali masuk mess, dan ini wajib. Saking wajibnya, manajemen pun menyiapkan sanksi tegas bagi siapa saja yang telat.

“Jelas pemain tak bisa seenaknya disini, karena kami juga mempunyai peraturan yang wajib ditaati. Jika berani melanggar, ya kita kasih teguran,” kata Dirut PT KSSP, Erizal Anwar kepada Padang Ekspres, Kamis (22/3).

Menurutnya, seorang pemain itu dituntut harus memiliki sikap disiplin yang tinggi. Tidak hanya displin waktu, mereka juga harus disiplin di lapangan dan jangan sekali-kali membantah instruksi yang diberikan pelatih.

Sikap tegas yang ditunjukan pihak manajemen ini mengingat beratnya tantangan yang akan dihadapi di putaran kedua ini. Buktinya, mengawali laganya usai jeda putaran perdana ini Pasukan Bukit Indarung dihadapkan dengan tim kuat Persibo Bojonegoro.

Laskar Angling Dharma (julukan Persibo) saat ini juga sukses merajai putaran pertama dengan mengemas 20 poin atau terpaut satu poin dari Persebaya Surabaya yang saat ini bertengger di posisi runner up dengan koleksi 19 poin.

Sedangkan, Hengki Ardiles cs saat ini mengukuhkan diri di peringkat tiga dengan membukukan 18 poin. “Tak cukup dengan kerja keras, namun juga dibutuhkan disiplin yang tinggi untuk memperbaiki prestasi di putaran kedua nanti,” timpal pelatih Nil Maizar.

Pelatih asal Payakumbuh itu juga mengaku putaran kedua ini bakal menjadi pertarungan hidup dan mati untuk meningkatkan prestasi peringkat empat yang didapatkan Kabau Sirah (julukan Semen Padang) saat bermain di liga super musim lalu.

Karena itu pelatih berusia 42 tahun itu bakal menyiapkan menu khusus untuk membenahi timnya jelang melakoni laga perdana di putaran kedua ini. “Secara umum tidak ada program latihan yang dirubah, melain hanya di tata lagi.

Sehingga hasil yang di dapat di kompetisi ini nantinya sesuai dengan apa yang diinginkan pihak manajamen dan juga masyarakat Ranah Minang,” tegas mantan penggawa Persepak Payakumbuh era 80-an itu.(zl)

18.56 | Posted in | Read More »

Payakumbuh Dapat DAK Rp 3,2 Miliar

PAYAKUMBUH, SO--Kementerian Dalam Negeri RI, tahun 2012 ini, mengucurkan bantuan buat Pemko Payakumbuh sebesar Rp 3.328.000.000. Dana alokasi khusus (DAK) itu, diperuntukkan buat pembangunan kantor baru Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP), lanjutan pembangunan Kantor Camat Payakumbuh Selatan dan Kantor Camat Lamposi Tigo Nagori (Latina).

Keterangan Wakil Walikota Syamsul Bahri di Balaikota Payakumbuh, hari ini, bantuan tersebut bukan mengucur begitu saja ke Payakumbuh. "Tapi, berdasarkan proposal yang disampaikan tahun-tahun sebelumnya ke Kemendagri. Karena, ketiga SOPD itu belum mempunyai kantor yang representatif. Kemudian, juga berdasarkan kesanggupan Pemko Payakumbuh menyediakan dana pendamping dari APBD sebesar 10% dari pagu dana yang diperuntukkan buat Payakumbuh", ujarnya.

Dari total DAK Rp 3,2 miliar, plus dana pendamping lebih kurang Rp 350 juta, menurut Syamsul, akan dibangun kantor baru BPM-PTSP, berlokasi di kawasan Pasar Ibuah Timur. Kemudian, lanjutan pembangunan lantai dua Kantor Camat Payakumbuh Selatan dan pembangunan aula Kantor Camat Latina.

Pihak Dinas PU Payakumbuh melalui Bidang Cipta Karya, sekarang ini tengah memproses tender proyek pembangunan prasarana gedung pemerintahan itu. Diharapkan, paling lambat Mei mendatang sudah dimulai pekerjaannya.

Di tempat terpisah, Camat Payakumbuh Selatan Elfriza Zaharman, mengatakan, bantuan DAK Kemendagri itu, membantu mempercepat rampungnya pembangunan kantor camat setempat.

Menurut camat, jika diandalkan lewat dana APBD Payakumbuh, kemungkinan kantor Camat Payakumbuh Selatan, bakal lama rampungnya. “Alhamdulillah, tahun ini bangunan kantor kami sudah kelar”, katanya.

Nada yang sama juga dilontarkan Camat Latina Mardius. Meski sudah punya gedung baru, tapi kantor camat setempat belum punya aula buat pertemuan dengan masyarakat. Selama ini, jika ada kegiatan rapat internal, pihaknya terpaksa memanfaatkan ruangan yang ada, meski sangat sempit sekali.

"Mudah-mudahan, dengan bantuan DAK Kemendagri itu, juga dapat diselesaikan pembangunan pagar Kantor Camat Latina", katanya.

18.35 | Posted in , , | Read More »

Tiga Petenis Kepri Lolos ke Final Kejurnas Series Payakumbuh

Prestasi cabang olahraga tenis untuk petenis junior di daerah ini kian menjanjikan. Setelah sukses menjuarai kejuaraan nasional junior di Jakarta awal Maret, kali ini prestasi itu berada didepan mata.

Tiga petenis junior unggulan Kepri, yakni Muariyandi, Zahra, dan Iqbal berhak lolos ke partai puncak setelah melumat lawan-lawan mereka dari daerah lainnya.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Tenis (Pengprov Pelti) Kepri Mukhti mengungkapkan, sebelum masuk ke babak final, petenis Muariyandi mengalahkan petenis asal Padang Panjang Aidil dengan skor 8-4, sedangkan Zahra menyingkirkan lawannya di partai semifinal dari Padang Pariaman Iftika dengan skor 8-4. Petenis unggulan asal Kepri lainnya Iqbal Bilal menumbangkan petenis asal Payakumbuh Fadilul dengan skor 6-2/6-2.

Di partai final nanti, Iqbal akan berhadapan dengan Yogi, petenis asal Padang sedangkan Zahara melawan petenis asal Padang lainnya yakni Pionita.

”Kalau Muariyandi akan berhadapan dengan petenis asal Padang juga. Kita berharap ketiganya bawa pulang tropi juara ke Kepri,” imbuh Muhkti kepada koran ini kemarin (25/3).

Mukhti mengaku optimis tenis akan menjadi salah satu cabang olahraga kebanggaan di daerah ini karena hasil yang ditorehkan saat ini cukup mengejutkan untuk atlet-atlet junior yang ada.

”Kita ibarat mutiara dalam lumpur dan atlet Kepri bisa bicara dilevel nasional,” katanya.

Muhkti juga menyampaikan ucapan terimaksihnya atas dukungan KONI Kepri serta masyarakat umum atas terlaksananya Musprov Pelti Kepri baru-baru ini. (spt)

18.30 | Posted in | Read More »

Pengosongan Lahan Nyaris Ricuh

Payakumbuh, Padek—Eksekusi pengosongan lahan beserta ruko tiga pintu dan sawmill di Jalan Profesor Hamka atau Jalan SMP 3 Tarok Nomor 46 C, Kelurahan Tarok, Payakumbuh Utara oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Payakumbuh, Senin (5/5) siang, diwarnai ketegangan.

Tidak hanya tegang dan memakan waktu selama hampir 6 jam, eksekusi yang dilakukan berdasarkan surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh No 01/Pen.Pdt/2012/PN.PYK tanggal 8 Februari 2012 tersebut, juga nyaris berlangsung ricuh.

Ini terjadi karena pemilik lahan dan bangunan enggan melaksanakan perintah eksekusi. Sedangkan pihak pemohon eksekusi yang hadir bersama juru sita, terkesan ngotot untuk melakukan eksekusi, bahkan membawa sekitar 20 pria untuk mengosongkan lahan.

Pemilik lahan seluas 1.260 meter persegi beserta ruko tiga pintu dan sawmill, yakni pasangan suami-istri Nasir dan Lili Suryani beralasan, mereka masih mengajukan bantahan atau keberatan atas eksekusi maupun lelang yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia.

“Kami masih mengajukan bantahan atau keberatan atas lelang lahan dan bangunan kami oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bukittinggi atas permintaan BRI. Seharusnya, pengadilan berpegang kepada bantahan yang kami ajukan,” ujar Irfan, salah seorang putra Nasir dan Lili Suryani.

Irfan juga meminta juru sita dan panitera yang dikawal puluhan polisi berpakaian dinas maupun sipil, memberi mereka waktu sampai selesai proses bantahan atau keberatan. Namun, juru sita dan pihak pemohon atas nama Iradi Rahman, tetap ngotot eksekusi dilaksankan.

Kondisi ini membuat ibu Irfan bernama Lili Suryani sempat pingsan. Tiga adik-adik Irfan yang masih usia sekolah juga menangis sesugukan. Sementara, ayah mereka Nasir, entah kemana. “Indak talok dek Ama doh nak, sakik kapalo Ama,” ucap Lili saat dipeluk anak-anaknya.

Tidak lama kemudian, sejumlah pemuda yang didatangkan pemohon, mencoba mengangkat karung berisi cirik (kotoran) ayam yang ada di depan ruko. Aksi ini mendapat perlawanan dari Irfan. “Jan diangkek dulu da, alun salasai masalah ko lai,” ucapnya.

Aksi main angkat cirik ayam itu berlangsung selama dua kali dan dua-duanya gagal. Baru setelah masuk waktu sholat Zuhur, setelah puluhan polisi dan juru sita makan siang bersama, cirik ayam itu diangkat. Begitupula dengan besi, tanki minyak dan batu yang ada di depan ruko.

”Biarlah kami mundur dulu, sementara. Silahkan saja dikosongkan hari ini, kami akan tetap mengajukan bantahan,” ujar Irfan saat ditanya Padang Ekspres. Sebelumnya, Irfan terlihat beberpa kali bernegoisasi dengan juru sita dan panitera Pengadilan Negeri Payakumbuh.

Proses negoisasi itu juga dikawal Kabag Ops Polres Payakumbuh Kompol Yoserizal, Kasat Samapta AKP Rumzi Piliang, Kapolsekta Kompol Efrizal, Kasat Intelkam AKP Zulman Efendi. “Kami hanya mengamankan eksekusi atas permintaan pengadilan,” kata Kompol Yoserizal kepada keluarga termohon.

Sebelumnya, panitera dan juru sita Pengadilan Negeri Payakumbuh mengatakan, surat permohonan eksekusi pengosongan dari Iradi Rahman masuk sejak tanggal 19 Juli 2011. Eksekusi pengosongan tanah seluas 1.260 meter persegi berikut banguan di atasnya itu dilakukan berdasarkan Acara Lelang No.168/2010 tanggal 22 Desember 2010. (frv)

18.21 | Posted in , | Read More »

Jual-Beli Dukungan Dikecam, FMPP Tantang KPU


Payakumbuh, Padek—Praktik politik uang dalam pemilihan kepala daerah, seperti jual-beli suara buat calon perseorangan ataupun jual-beli dukungan buat partai politik, terus dikecam banyak pihak. Sejumlah perantau dan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Payakumbuh atau FMPP juga mengecam hal tersebut.


”Pelaksanaan Pilkada di Indonesia, sudah jauh melenceng. Biaya yang dikeluarkan dari APBD besar, namun hasilnya tak memuaskan. Pilkada lebih banyak melahirkan sosok tebal, tapi tipis kemampuan dan kejujuran,” ujar Ketua Umum FMPP Yohanes Abdullah dalam sejumlah diskusi sepanjang Sabtu (3/3) dan Minggu (4/3).


Diskusi itu, antara lain digelar FMPP di kawasan Sungaipinago Payakumbuh Barat, di kampus Faperta UMSB, kantor KPU, Padang Ekspres Payakumbuh, radio Total FM, Safasindo, dan Pass TV. Sepanjang dialog digelar, sejumlah pengurus FMPP dari rantau ataupun kampung hadir.


Di antaranya, Muhammad Lutfi, Titin Hastinar, Erizal Azhar, Teddy Piliang, Sevindrajuta, Yudilfan Habib, Ron Tevi, Sutanku Mudo Malako, Astra Santayana, Taufik, Budi Mulya dan sejumlah nama lain. ”Ini baru permulaan, nanti akan kita bikin acara lebih besar,” kata Titin Hastinar, bendahara FMPP.


Dalam diskusi FMPP di Sungaipinago, sejumlah politisi, kandidat kepala daerah dan tokoh masyarakat hadir. Di antaranya, H Asmadi Taher, Supardi, Dedrizal, Resnulius, Nurberita Ben Yuza, Edlen Syarkawi, Hardedi, Yossi Danti, Zainul Jusri Zainuddin, Risman Mansyur, Andiko Apris, Edward DF, dan sejumlah tokoh lain.


Saat itu, Ketua FMPPP Yohanes Abdullah mengatakan, masyarakat membutuhkan seorang yang berkarakter dan memiliki visi kemakmuran untuk memimpin Payakumbuh ke depan. Sosok itu siap mengenyampingkan kepentingan pribadi dan kelompok, berani ambil risiko, serta mau bekerja nyata untuk memajukan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat.


Sedangkan dalam dialog di sejumlah kantor media-massa, Sekjen FMPP Muhammad Luthfi mengatakan, Payakumbuh memerlukan sosok kepala daerah yang visioner. Sehingga tahu harus melangkah ke mana, mampu membaca peluang dan potensi daerah, mampu merealisasikan gagasannya, mampu mengakomodasi dan berkompromi.


”Paling penting lagi, kepala daerah Payakumbuh mampu mengukur tingkat keberhasilan dari strategi yang telah dilaksanakan. Kepemimpinan kepala daerah juga diharapkan menjadi perekat bagi kolaborasi pemerintah, DPRD, tokoh adat, dan segenap elemen untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi,” imbuh Titin.


Sementara, salah satu Ketua FMPP Teddy Piliang mengajak masyarakat dan partai politik, melihat rekam jejak calon kepada daerah. ”Sosok itu mesti seorang yang mencintai kampungnya dan mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan menghamba kepentingan golongan atau pribadi,” ujar Teddy.


Tantang KPU
Dalam diskusi di kantor KPU Payakumbuh, FMPP menantang KPU menggelar debat kandidat. Terkait tantangan itu, Ketua KPU Hendra Yani didampingi Koordinator Divisi Logistik Rika dan Kordinator Divisi Sosialiasi Yuzalmon mengatakan, KPU sudah merancang debat kandidat.


”Itu bagian dari tahapan yang akan kita gelar. Soal pelaksanaan, tanpa mengecilkan arti FMPP dan lembaga lain, KPU mencoba mewujudkan kemandirian. Kalaupun melibatkan media-massa seperti sejumlah pilkada di tanah air, KPU tetap mengatur siklus debat,” ujar Hendra.


Mewakili KPU, Hendra mengapresiasi kehadiran FMPP dalam Pilwako Payakumbuh 2012. "Dalam pemilihan sebelumnya, saya belum temukan ada LSM yang mau berdiskusi, sebelum menyatakan ikut mengawal proses pilkada. Ini sebuah kebangaan sekaligus tantangan bagi kami,” kata Hendra.


Disisi lain, politisi senior Payakumbuh Asmadi Taher mengapresiasi langkah FMPP dalam mewujudkan pemilih cerdas. ”Ya, ini layak kita apresiasi. Harapan kita, FMPP jangan terlibat praktik dukung mendukung calon tertentu atau sisipan kandidat tertentu,” imbuh mantan Sekkab Limapuluh Kota N Ben Yuza. (frv)

18.04 | Posted in , | Read More »

BAMUS MAGELANG BERKUNJUNG KE PAYAKUMBUH

Payakumbuh(Sumbar), BAKINNews---DPRD Payakumbuh kedatangan tamu dari anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Magelang, Jateng, Rabu (13/3). Kedatangan anggota DPRD itu, tukar informasi dalam banyak hal terutama dalam melahirkan berbagai kebijakan yang akan diaplikasikan ditengah masyarakat.

Keterangan Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan, S.Sos., di Payakumbuh, Minggu (18/3) rombongan DPRD Magelang itu mengaku banyak pelajaran yang ditimbanya di Payakumbuh. “Kita senang dengan kedatangan tamu itu, cerminan Payakumbuh semakin dikenal ditingkat Nasional,” katanya.

Rombongan berjumlah 16 orang itu, dipimpin Ketua DPRD Magelang H. M. Hasan Suryoyudho, SH. MH., dan dua orang Wakil Ketua Heri Pramoko dan Titiek Utami, S.Sos. Di Payakumbuh, mereka disambut Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wilman Singkuan, S.Sos., didampingi Wakil Ketua H. Suhaimi Birran, BA., dan juga anggota Bamus DPRD Kota Payakumbuh H. Maharnis Zul, S.Pd., Marhidayandi, A.Md., Nasrul dan Alhadi Hamid.

Pengakuan Ketua DPRD Magelang H. M. Hasan Suryoyudho, pilihan ke Payakumbuh sangat tepat. Karena banyak informasi yang dapat dipetik dan dibawa ke Magelang, akunya ditirukan Wilman Singkuan.

Ditambahkannya, DPRD Kota Magelang cukup mengenal Kota Payakumbuh melalui website. Mereka yakin banyak hal yang bisa dipelajari dari Kota Payakumbuh. “Kami tidak asal pilih daerah tujuan, Kota Payakumbuh adalah pilihan yang tepat,” katanya sebut Wilman lagi. BIN 800

18.01 | Posted in , | Read More »