Pejabat-Aparat Dibidik, BNNK Petakan Jaringan Narkoba


Payakumbuh-today.com, Payakumbuh —Badan Narkotika Nasional Nasional Kota Pa­yakumbuh, tengah membidik peng­gunaan narkoba di kalangan pe­jabat dan aparatur penegak hu­kum. Untuk itu, dalam waktu de­kat, akan dilakukan tes urine bagi se­lu­ruh anggota DPRD, pegawai ne­ge­ri sipil, polisi, jaksa dan prajurit TNI.

”Pemberantasan Narkoba ha­rus dimulai dari atas. Makanya, da­lam waktu dekat, kami akan meng­gelar tes urine bagi para pe­jabat dan apa­ratur pe­negak hu­kum,” kata Ke­pala Badan Narkotika Na­sional Kota Paya­kum­buh AKBP Riki Yanuarfi kepada Padang Ekspres, se­lepas buka puasa ber­sama dengan pu­luhan pe­candu Na­r­kotika yang sudah men­jalani terapi, Rabu (15/8) malam.

Perwira Polri yang baru dua minggu ditu­gaskan Kepa­la BNN Komjen Gories Mere untuk me­mimpin Badan Narkotika Na­sio­­nal Kota (BNNK) Pa­ya­kumbuh itu mengaku, sudah me­nya­m­pai­kan rencana tes urine terhadap pe­ja­bat dan aparatur penegak hukum ke­p­ada Ketua DPRD Wilman Sing­kuan, Sekko Irwandi Dt Batujuah dan Kajari Tri Karyono.

”Ketua DPRD Wilman Sing­kuan menyatakan mendukung niat BNNK melakukan tes urine ter­se­but. Bahkan, beliau me­nyatakan siap untuk dites perta­ma kali. Begi­tu­pula dengan Kajari Tri Kar­yono, Sekko Irwandi dan Forum Pim­pinan Daerah yang kami temui tadi siang,” jelas AKBP Ricky Yanuarfi.

Selain menyiapkan tes urine, BNNK Payakumbuh sebagai BNNK pertama yang dibentuk BNN pada kabupaten/kota di Sum­bar juga berniat melakukan map­ping atau pemetaaan terhadap ja­ri­ngan pengedar maupun pe­makai Nar­koba di Kota Paya­kumbuh. Sete­l­ah mapping dilakukan, baru BNNK melakukan penindakan.

”Untuk penindakan terhadap para pengedar Narkoba, kami sudah koordinasi dengan Kapolres dan Satnarkoba. Kami juga akan siapkan anggaran langsung dari BNN. Tapi sebelum  penindakan itu dilakukan, selepas Lebaran ini, kami akan lakukan mapping atau pemeterangan jaringan Narkoba di Payakumbuh,” ujar AKBP Ricky Yanuarfi.

Belum Pahami Aturan

Pada bagian lain, AKBP Ricky Yanuarfi mengakui, masih banyak aparat penegak hukum dan pejabat pemerintah yang belum paham dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika.

”Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 ten­tang Narkotika, me­mang sangat hard (ke­ras) terhadap para pe­nge­d­ar.  Tapi undang-un­dang ini juga sangat soft (lembut) terhadap para korban narkotika seperti pemakai. Kalau para korban, apapun dia, vonisnya rehabilitasi,” kata AKBP Ricky Yanuarfi.

Terkait rehabilitasi ini pula, sam­bung AKBP Ricky Yanuarfi yang didampingi Kabag Tata Usaha BNNK Payakumbuh Drs Eza, Ba­dan Narkotika Nasional sudah me­miliki Panti Rehabilitasi di Lido, Bo­gor, Jawa Barat. ”Kami bisa ki­rim setiap tahun, 5 pecandu Nar­koba yang benar-benar mau insyaf ke panti tersebut. Biayanya one han­ded persen atau free. Tidak ada ba­yar,” ujarnya.

Selain memiliki panti reha­bilitasi, Badan Narkotika Nasional me­nurut AKBP Ricky Yanuarfi juga su­dah mendorong pemerintah, me­ner­bitkan Peraturan Pe­merintah Nomor 25 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika. Sa­lah satu point penting dari pera­turan ini adalah pelak­sana­an wajib lapor bagi pecandu Nar­kotika.

”Untuk Payakumbuh, saat ini su­dah ada sekitar 25 pecandu nar­kotika yang wajib lapor ke BNNK,” ujarnya.

10.03 | Posted in | Read More »

Bazda Payakumbuh Salurkan Zakat ke 1.800 Keluarga Miskin

Payakumbuh-today.com, Payakumbuh - "BAZDA sudah berusaha maksimal melakukan pendataan." 

Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menyalurkan zakat masing-masing sebesar Rp400 ribu kepada 1.800 kepala keluarga miskin di daerah itu, Senin (13/8).

Ketua BAZDA Payakumbuh Maharnis Zul di Payakumbuh menyebutkan, selain warga miskin, pihaknya juga memberikan zakat kepada anggota kebersihan Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Kota Payakumbuh.

Penyerahan zakat itu diawali di aula kantor Kecamatan Payakumbuh Selatan di Sawah Padang yang disaksikan wali kota Payakumbuh diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi Pembangunan Mediar Indra dan Camat Payakumbuh Selatan Elfriza Zaharman kepada 120 KK miskin.

Penyerahan zakat berlanjut ke Kecamatan Payakumbuh Barat untuk 120 KK, Kecamatan Payakumbuh Timur 322 KK, Kecamatan Payakumbuh Utara 381 KK dan terakhir di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori untuk 177 KK miskin. 

Dia menyebutkan, BAZDA Payakumbuh juga menyediakan bantuan Lebaran untuk 174 petugas kebersihan dan 126 KK miskin yang tak terdaftar di kecamatan dan mengajukan permohonan ke BAZ. 

"BAZDA sudah berusaha maksimal melakukan pendataan, sehingga tidak satupun keluarga miskin yang tak kebagian bantuan menghadapi Lebaran tahun ini," kata dia.

Dia menambahkan, zakat yang dihimpun dari PNS di Kota Payakumbuh per Juni 2012 berjumlah Rp2.812.403.228. Jumlah tersebut masih bisa ditingkatkan, jika seluruh PNS benar-benar menyerahkan zakat dari penghasilan yang mereka terima.

"Di antara PNS, kemungkinan masih ada yang menyerahkan sebagian zakatnya kepada keluarga terdekat," kata dia.

Menurut dia, zakat yang diterima BAZ, selain disalurkan untuk keluarga kurang mampu setiap menjelang Lebaran, juga diberikan dalam bentuk beasiswa kepada pelajar di kota itu, mulai dari SD sampai ke tingkat SLTA. Selain itu juga disalurkan berupa bantuan modal usaha kepada keluarga miskin.

Dia mengatakan, sepanjang tahun ini BAZDA Payakumbuh sudah menyalurkan Rp2,244 miliar zakat kepada yang berhak menerimanya. 

Rinciannya, Rp720 juta buat paket Lebaran untuk 1.800 keluarga miskin dan petugas kebersihan, kemudian Rp971 juta berupa modal usaha buat 971 keluarga miskin, beasiswa terhadap pelajar dari keluarag miskin Rp542,7 juta dan bantuan pengobatan Rp10,5 juta.

10.02 | Posted in , | Read More »

Kecamatan Pemekaran belum Punya KUA


Payakumbuh-today.com, Payakumbuh —Dua kecamatan hasil pe­mekaran di Kota Payakumbuh, yak­ni Ke­camatan Payakumbuh Selatan dan Keca­matan Lam­posi Tigo Nagori, belum punya Kantor Uru­san agama (KUA) sendiri. Warga setempat, jika ingin melakukan pengurusan  pernikahan, uru­sannya harus dilakukan di KUA pada kecamatan in­duk sebelumnya.

Warga kedua keca­ma­tan tersebut, melalui Ca­mat Pa­yakumbuh Sela­tan El­friza Zaharman dan Ca­mat Lam­posi Tigo Na­garo Doni Pra­yuda su­dah me­nyam­paikan persoalan ter­­­se­but ke­pada pemko dan dinas ter­kait. Hanya saja, hingga sekarang, pendirian KUA pada kedua ke­camatan itu belum terwu­jud. ”Kita masih me­nunggu,” sebut Elfriza dan Do­ni.

Saat Wali Kota Payakumbuh H. Josrizal Zain, ber­kunjung ke Kecamatan Latina, Kamis pe­­kan lalu, tokoh masyarakat setempat, M Is­rak, ber­harap walikota mampu mewujudkan ha­rapan war­ga ini. Informasi yang diperoleh Is­rak, pihak Kan­­tor Kemenag Payakumbuh su­dah menga­ju­kan pendirian KUA pada kedua ke­ca­matan pe­me­karan ini kepada Kantor Ke­menag.

Hanya saja, usulan tersebut masih terken­dala di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Ne­­gara dan Reformasi Birokrasi. Terkait hal ini, Wa­li Kota Josrizal Zain meminta Kabag Tapem Set­dako Payakumbuh Erwan, untuk men­cari akar persoalan ini. Untuk itu, warga dua ke­ca­matan, diharap bersabar menung­gunya.

10.01 | Posted in | Read More »

Tak Upacara, PNS Disanksi


Payakumbuh-today.com, Payakumbuh —Se­kre­taris Kota Payakumbuh Irwandi Datuak Batujuah, me­ngingatkan seluruh pim­pi­nan SOPD di jajaran Pemko Pa­ya­kumbuh, agar dapat me­nga­tur staf masing-masing un­tuk menghadiri upacara pe­ringa­tan Hari Ulang Tahun Repu­blik Indonesia ke-67, Jumat (17/8) besok.

”Peringatan HUT ke-67 RI memang bertepatan dengan H -2 Lebaran. Walau sudah libur, tapi semua SOPD harus me­ngi­­rim staf untuk me­ngikuti upa­cara detik-detik prok­lama­si. Bagi SOPD yang tak mengi­rim staf  akan disanksi,” kata Ir­wandi kepada Padang Eks­pres, usai menghadiri upacara pe­ngukuhan Pasukan Pengi­bar Bendera 2012.

Upacara pengukuhan Pa­su­kan Pengibar Bendera (Pas­ki­bra) 2012 berlangsung di Ba­laikota Bukiksibaluik, Rabu (15/8) sore, dengan di­pim­pin Ke­pala Kejaksaan Negeri (Ka­jari) Payakumbuh Tri Karyono. Upa­cara itu juga dihadiri Ke­pa­la Badan Narkotika Nasio­nal (BNN) Payakumbuh AKBP Riki Yanuarfi dan Asisten I Setdako Yoherman.

Bersama mereka, hadir pu­la Kadisdik Edvianus, Ka­dis­budparpora Rida Anan­da, Ke­pa­la Kesbangpol-PBD Mus­dik Agus, Kadishub Ko­minfo Adrian, Kabag Pemerintahan Er­wan, Camat Payakumbuh Ti­mur Yunida Fatwa, Camat Pa­yakumbuh Barat Edvidel Ar­da, Camat Payakumbuh Uta­­ra Novriwandi, Camat Pa­ya­­kumbuh Selatan Elfriza Za­harman dan Camat Latina Doni Prayudha.

Dalam amanat upacara, Ka­­jari Payakumbuh Tri Kar­yono meminta kepada Pas­ki­bra 2012, agar dapat melak­sa­nakan tugas menaikkan dan me­nurunkan bendera pada saat Upacara HUT ke-67 RI, dengan rasa cinta terhadap Tanah Air. ”Kami yakin, adik-adik Paskibra mampu untuk itu, apalagi sudah dilatih sela­ma berbulan-bulan,” ujarnya.

Menurut Pembina Paski­bra Payakumbuh Rafdimar di dam­pingi pelatih Iptu Amir­wan dari Polri dan Serka Aidal dari TNI, Paskibra Paya­kum­buh 2012 berjumlah 54 orang. De­ngan rincian, 18 orang bera­sal dari SMAN 1, 10 orang dari SMAN 2, 8 orang dari SMAN 3, 2 orang dari SMAN 4, 1 orangd ari MAN 1, 6 orang dari MAN 2, 1 orang dari MAN 3, 1 dari SMK Kosgoro dan 1 dari SMK Mitra.

”Sebenarnya, ada 57 ang­gota Paskibra yang kita rekrut pa­da tahun ini. Setelah men­jalani latihan, 3 orang dian­taranya terpilih sebagai ang­gota Paskibraka di tingkat na­sional dan anggota Paskibra di tingkat Provinsi. Untuk tingkat na­sional berasal dari SMAN 2, sedangkan untuk Paskibra pro­vinsi berasal dari SMAN 1,” kata Rafdimar.

09.59 | Posted in | Read More »

Kelok Sembilan Dijaga 24 Jam. Elfindri: Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi Sumbar


Payakumbuh-Today.com, Limapuluh Kota —Ke­marin (15/8), sekitar 16.45, Gu­bernur Sumbar Irwan Pra­yitno meresmikan operasional jem­batan layang (fly over) Kelok Sem­bilan, Jorong Aieputiah, Na­gari Sarilamak, Kecamatan Ha­rau, Limapuluh Kota. Mobil Su­zuki Grand Vitara dengan nomor po­lisi B 1985 IR menjadi ken­da­raan pertama melintasi jem­ba­tan flyover Kelok Sembilan, di­ikuti beberapa kendaraan lainnya.

Kendati sudah dilarang, ma­sih banyak pengemudi berhenti di badan jembatan. Walau hanya di­buka selama arus mudik, para pengguna jalan sangat antusias men­jejali jembatan di per­bata­san Sumbar-Riau tersebut. Bah­kan, beberapa pengemudi tetap ber­henti dan berfoto-foto di ba­dan jembatan, padahal semua itu sudah dilarang. 

Menghindari kejadian yang tak diinginkan, Gubernur me­min­­ta jajaran Polres Lima­puluh Ko­ta, Dinas Perhubungan Ko­mu­n­ikasi dan Informatika (Dis­hub Kominfo) Sumbar, serta Sa­tuan Polisi Pamong Praja ber­jaga-jaga selama 24 jam. “Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengemudi. Itu­lah sebabnya, petugas bisa ber­jaga-jaga selama 24 jam,” im­bau Gubernur usai pem­bukaan. 

Hadir dalam pembukaan se­mentara ini Kepala Dinas Pra­sa­rana Jalan dan Tarkim (Prasjal Tar­kim) Sumbar Suprapto, Ke­pal­a Dinas Perhubungan dan Ko­minfo Sumbar Mudrika, Bu­pati Limapuluh Kota Alis Marajo Da­tuak Sori Marajo, Kapolres Li­mapuluh Kota AKBP Pratomo Iria­nanto beserta jajarannya, PPK Satker Kelok Sembilan Dah­ler, serta pelaksana la­pa­ngan dari PT Waskita Karya, Rifto.

”Mudah-mudahan pem­bu­kaan sementara jem­batan ini bisa membuat kendaraan dari arah Riau lebih lancar, lebih ce­pat, lebih nyaman dan aman,” ha­rap Irwan. Gubernur atas na­ma masyarakat Sumbar, juga ber­­harap presiden RI bisa me­res­­mikan jembatan ini ketika se­muanya sudah tuntas.

Kadis Prasjal Tarkim Sum­bar, Suprapto kembali mene­gas­kan, pembukaan jembatan Ke­lok Sembilan ini sifatnya semen­tara. Jembatan ini hanya dibuka un­tuk arus mudik dari arah Pe­kan­baru ke Payakumbuh, se­dang­kan kendaraan dari Pa­ya­kumbuh ke Pekanbaru masih me­nempuh jalan biasa. Begitu se­baliknya, hanya digunakan un­tuk arus balik dari arah Paya­kumbuh ke Pekanbaru.

Meski sudah layak secara tek­nis, Suprapto mewanti-wanti para pengendara agar berhati-hati melewati jembatan. Misal­nya, kecepatan maksimun hanya 40 km/jam. Selain itu, ada jalur pe­nyempitan di atas jembatan guna menghindari benda jatuh dari atas tebing.

Konstruksi jembatan ini, me­nurut Suprapto, dibuat cu­kup kuat. Bahkan, kendaraan be­sar jenis trailer bisa mele­watinya. Se­luruh proyek dijadwalkan ram­­pung pertengahan 2013 men­d­atang. “Melihat kondisi pe­kerjaannya saat ini, nam­paknya ta­hapan pekerjaan bisa disele­sai­kan pertengahan tahun 2013 men­datang,” ucapnya.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Pratomo Iriananto me­nga­­ku sudah menempatkan per­sonel selama 24 jam. “Selain itu, petugas juga menggunakan se­­peda motor mengontrol ke­nya­manan dan keamanan lalu lintas di atas jalan dan jembatan Kelok Sam­bilan,” pungkasnya.

Di sisi lain, empat hari sebe­lum Lebaran (H-4) arus mudik me­lewati ruas jalan lintas kawa­san Kelok Sembilan, Keca­matan Ha­­rau, Limapuluh Kota, belum ter­­lihat lonjakan secara signi­fi­kan. Kabag Ops Polres Lima­puluh Kota sekaligus Koor­dina­tor Pos Pengamanan Leba­ran, AKP Asrul Bayu kepada Padang Eks­pres, memperediksi kepa­da­tan arus lalu lintas di kawasan ini terjadi H-3 sampai H-1 nanti. “Ini but­uh pengawasan ekstra dari pe­tugas. Kami ingatkan pe­ngen­dara tidak berhenti dan ber­foto-foto di atas jembatan,” te­gasnya.

Dorong Ekonomi Sumbar

Pengamat ekonomi dari Uni­­ver­sitas Andalas (Unand), Dr Werry Dartha Taifur meyakini dibukanya jembatan Kelok Sem­bi­lan banyak memberikan man­faat bagi  ekonomi Sumbar. “Se­lain bisa mengurai kema­cetan, Ke­lok Sembilan juga mem­beri­kan manfaat bagi Kota Paya­kum­buh. Ini sebetulnya peluang sa­ngat baik bagi Pemko Paya­kum­buh. Di Bukittinggi kan su­dah sumpek, harusnya seba­gian kegiatan yang dilak­sanakan di Bukittinggi dapat dilakukan di Payakumbuh,” ujarnya.

Rektor Unand ini juga meng­im­bau Pemprov Sumbar atau­pun kepala daerah lainnya ti­d­ak mem­buat kebijakan yang ber­po­ten­si menghambat pen­distri­bu­sian barang dari Padang ke Pe­kan­baru, atau sebaliknya. Sebab, se­­mua itu berpotensi m­e­ma­tikan potensi ekonomi. “Pem­bu­kaan Kelok Sembilan jelas akan men­do­rong bermunculannya ber­ba­gai kegiatan, akhirnya akan mem­berikan manfaat bagi kesejah­teraan masyarakat,” tutur putra Kubang, Limapuluh Kota ini.

Ekonom Unand lainnya, Prof Elfindri  mengatakan, Kelok Sem­bilan aset penting bangsa, ka­­rena menghubungkan dua pro­­vinsi yang dinamikanya sa­ngat cepat akhir-akhir ini. Khu­sus Sumbar, ke­beradaan Kelok Sem­­bilan membuka peluang me­­ngejar ke­tertinggalan dari pro­vinsi te­tangga (Riau), yang ber­lari ken­cang 10 tahun tera­k­hir ini.

“Riau mengalami kemajuan dari berbagai segi, baik dari sisi pem­bangunan manusia, infra­struktur atau ekonomi. Dampak ke­majuan ekonomi Riau, men­ja­dikan Kelok Sembilan menjadi sa­ngat strategis bagi percepatan pem­bangunan Sumbar. Ba­gai­manapun juga, Kelok Sem­bilan strategis tidak saja regional, namun menjadi sebuah integrasi moda transportasi darat yang penting,” tukasnya.

Ketua DPRD Sumbar Yul­tekh­­nil menekankan agar pe­man­faatan megaproyek ini, mes­t­i­nya usai penyerahan lang­sung dari pemegang proyek kepada pe­­merintah. “Jika nanti ada ke­ce­lakaan atau musibah lain­nya di jalur tersebut, yang akan di­ru­gikan tentu masyarakat. Hal ini akan menjadi salah satu perha­tian khusus DPRD dengan mem­bicarakannya dengan komisi ter­kait,” katanya.

13.08 | Posted in , | Read More »

Ketua DPRD Keberatan Fly Over Kelok Sembilan Difungsikan

Payakumbuh-Today.com, Padang - Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil keberatan atas difungsikannya fly overKelok Sembilan di waktu mudik lebaran 2012. "Secara pribadi saya keberatan karena itu fly over belum diserahterimakan," ujarnya saat buka puasa bersama fungsionaris Partai Demokrat se Sumbar di jalan Sudirman Padang, Selasa (14/8).

Alasan Yultekhnil, jika terjadi penurunan kualitas nanti bisa saja kontraktor beralasan karena difungsikan waktu arus mudik. "Saya lebih melihat dampaknya ke depan," sebut Yul. Sementara difungsikannya fly overKelok Sembilan menurut Ketua Komisi III DPRD Sumbar Nurnas karena sudah diizinkan Menteri PU.
"Ya kalau menteri udah izinkan, apa pun resiko dari penggunaan fly overmenjadi tanggungjawab PU dong," sebut Nurnas.

Rencananya akan diresmikan Selasa (14/8). Tapi karena masih ada pedagang kaki lima berjualan di sana, terpaksa ditunda. "Tunda aja, biar bersih dulu ruas itu dari pedagang dan Rabu (15/8) sore diresmikan oleh Pak Gubernur," ujar Kepala Dinas Prasjaltarkim Sumbar, Suprapto.

Sementara pada bagian lain Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil menyebutkan, untuk mengurai kemacetan dan antri panjang di ruas Lembah Anai waktu mudik maupun lebaran, tidak ada salahnya pengendara mencoba ruas alternatif Sicincin-Malalak. "Tapi tetap harus hati-hati, dan jika hujan jangan dipaksakan lewat sana, demi keamanan dan kenyamanan pemudik,"ujarnya.

Buka puasa bersama Partai Demokrat yang berlangsung dalam suasana kebersamaan itu, dihadiri ratusan kader yang merupakan Pengurus DPD, PDC dan Anggota Fraksi Demokrat Sumbar dan Fraksi Demokrat DPRD kabupaten dan kota.

Tampak hadir Ketua DPD PD Josrizal Zain, Ketua Dewan Kehormatan Partai Nasrul Abit, Ketua Dewan Pengawas Yogan Askan dan sejumlah pengurus DPD PD antara lain Feryanto Gani, Gusfen Khairul, Nurnas dan Suwirven Suib.

10.41 | Posted in | Read More »

Fly Over Kelok Sembilan Dibuka


Kendati sempat tertunda selama tiga kali, akhirnya uji coba pemakaian jembatan layang (fly over) Kelok Sembilan yang menghubungkan Provinsi Sumatra Barat dengan Riau, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, bakal terwujud Rabu (15/8) sore.
Syaratnya, kecepatan kendaraan yang menempuh jembatan, tidak boleh melebihi 40 kilometer/jam. Dinas Prasjal Tarkim dan Dinas Perhubungan Sumatra Barat, serta Polres Limapuluh Kota, memberlakukan buka-tutup.
Tahap awal, jelang Idul Fitri, jembatan dibuka untuk pengendara yang meluncur dari arah Riau menuju Sumbar. Selepas Lebaran, fasilitas jalan disuguhkan untuk kendaraan dari Sumbar menuju Riau selama tujuh hari.
Ujicoba pemakaian jembatan layang, dijadwalkan Selasa (14/8). Hanya saja, demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu-lintas dan ancaman keselamatan pemudik, Kapolres AKBP Partomo Iriananto dan Wakapolres Kompol Heru Ekwanto, meminta kepada pihak kontraktor, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, lebih dulu membersihkan lapak-lapak di pinggir jalan sebelah kiri, arah Sumbar.
Lapak sejenis warung kopi, berjumlah lebih kurang enam unit dan terletak di bibir jalan, pintu masuk jembatan layang.
“Jika warung tidak dipindahkan, kami belum berani memberikan izin ujicoba pemakaian jembatan. Sebab akan mengancam keselamatan banyak jiwa,” tegas Kapolres, menjawab permintaan Kadis Prasjal Tarkim Sumbar, Suprapto.
Kapolres meminta, sebelum dioperasikan, seluruh material proyek harus steril dari jembatan layang. Tidak terkecuali, pihak pekerja diminta membersihkan sisa cat pembatas jalan. “Pokoknya harus steril dulu, baru kita buka,” pungkas Partomo Iriananto.
Sikap tegas Kapolres, diangguki Bupati Alis Marajo dan disetujui Suprapto. Tidak hanya sekadar menyetujui, hari ini dijadwalkan, pembukaan ujicoba jembatan layang dipimpin Gubernur Irwan Prayitno.
“Kalau bisa, Pak Gubernur saja yang memimpin ujicoba pemakaian fly over,” pinta Alis Marajo didampingi Kabag Humas, M Siebert.

Dikawal 24 jam
Kepada Singgalang, Suprapto menjelaskan, selama ujicoba, jembatan layang kelok sembilan yang dibangun melalui APBN bernilai ratusan miliar tersebut akan dikawal ketat petugas kepolisian, Dinas Perhubungan dan Pol PP selama 24 jam.
Sepekan setelah lebaran, aktivitas lalu-lintas di jembatan layang resmi ditutup, hingga pengerjaan proyek tahap II tuntas dilakukan.
Suprapto mengemukakan, pembatasan kecepatan kendaraan dilakukan karena beberapa faktor.
“Kita bisa lihat, pinggir pembatas jembatan, kondisinya rendah. Setelah itu, lampu penerang jalan juga belum lengkap. Makanya, pengendara tidak boleh ngebut,” ujar Suprapto.
Mudrika menyebutkan, buka-tutup jembatan layang, merupakan bentuk penghargaan pemerintah provinsi kepada perantau yang pulang kampung.
“Makanya, tahap awal jembatan layang ini kita buka dari arah Riau. Setelah lebaran nanti, baru dibuka untuk pengendara dari Sumbar ke Riau. Ini apresiasi untuk perantau,” sambung mereka.
Suprapto membantah, proyek jembatan layang kelok sembilan plus peledakan bukit yang dilakukan di sekitar proyek, telah merusak hutan cagar Alam Aia Putiah, Kecamatan Harau, seperti yang ditemukan sejumlah aktivis LSM dan pecinta lingkungan.
Menurut dia, peluasan pengerjaan proyek hingga peledakan perbukitan, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kehutanan. “Aman, tidak ada kerusakan,” pungkas dia.
Pelayanan prima
Beberapa sopir pengangkut beras dan telur asal Limapuluh Kota menuju Riau ketika diinformasikan kabar pembukaan jembatan layang, girang hatinya.
Mereka berharap pembukaan jembatan layang dapat meminimalisir terjadinya kemacetan arus mudik lebaran. Aparat Kepolisian Resor Limapuluh Kota mencatat, volume kendaraan yang melewati Sumbar-Riau masih normal.
Kemungkinan besar, menurut Kapolres Partomo Iriananto dan Kasat Lantas AKP Agustober, puncak kepadatan aktifitas jalan negara Sumbar-Riau akan berlangsung H-3 sampai H-2 lebaran.
Kendati demikian, jajaran Polres jauh hari sudah menerjunkan ratusan personil dari beragam satuan dan Polsek terdekat, untuk mengamankan arus mudik dan memberikan pelayanan ops ketupat. “Kita punya dua pos, 24 jam dibuka,” kata Kasat Lantas.
Selain menempatkan anggota di pos pelayanan dan pengamanan, Polres juga menyebarkan intelijen dan anggota Sat Reskrim di sejumlah titik lokasi yang dianggap rawan kriminalitas.

10.40 | Posted in | Read More »