|

KPU Klaim tak Ada Pemilih Ganda


Payakumbuh, Padek—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Paya­kum­buh mengklaim, tidak ada data ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilwako 2012.

”Tidak ada pemilih ganda dalam DPT. Kita sudah crosschek, tidak di­temukan data ganda,” ujar Ketua KPU Hendra Yani ketika menghu­bu­n­gi Padang Ekspres, Rabu (11/7) sore.

Beberapa jam sebelumnya, Hen­dra Yani didampingi Kordinator Divisi Sosialisasi KPU Yuzalmon dan Kordinator Divisi Logistik KPU Rika, berkali-kali menegaskan kepada wartawan, bahwa KPU siap adu data dengan pasangan calon atau tim kampanye pasangan calon, terkait data pemilih. ”KPU siap dikritik, KPU siap untuk adu data,” tegas mereka.

KPU Payakumbuh menanggapi serius persoalan dugaan pemilih ganda dalam DPT, sebagaimana disampaikan sejumlah calon wali dan wakil wali kota (baca Padek, Rabu 11/7). Saking seriusnya, agen­da rapat KPU dengan tim kampanye pasangan calon soal penyampaian dana kampanye pada Rabu siang, lebih banyak mengupas masalah pemilih ganda dalam DPT.

”Kita tadi diundang untuk mem­bahas pelaporan dana kampanye, tapi dalam pembicaraan, lebih ba­nyak membahas tentang DPT yang diberitakan Padang Ekspres,” ujar seorang tim kampanye pasangan calon, selepas rapat bersama KPU. Rapat  tersebut juga diikuti Ketua Panwaslu Payakumbuh Yusril Yazid.

Selepas rapat, Ketua KPU Hen­dra Yani mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mengingatkan KPU, terhadap  per­soalan data pemilih. ”Kita tidak mendeskreditkan pasangan calon manapun, terhadap shock teraphy hari ini. Kita malah berterimakasih, karena ini akan mengakuratkan data pemilu,” ujar Hendra.

Sementara, Koordinator Divisi Sosialiasi KPU Yulzamon menyebut, persoalan pemilih ganda dalam DPT perlu dipilah. ”Bisa saja pemilih ganda itu terjadi karena secara administratif nama­nya sama. Tapi perlu juga dichek ala­matnya dan no­mor induk kepen­du­du­kannya,” kata Yuzalmon.

Bila ditemukan pe­milih de­ngan nama, alamat dan nomor induk kepen­dudukan yang sa­ma, Yu­zal­mon yakin, jum­lahnya tidak banyak. ”Bisa saja itu terjadi ka­rena dulu dia tinggal di tempat lama, sekarang tinggal di tempat baru. Tapi kita yakin, jumlahnya tidak banyak,” sebut Yuzalmon.

Walau demikian, ma­gister ilmu politik jebolan Universitas Indonesia ini, tetap mengingatkan Pa­nitia Pemilihan Keca­ma­tan (PPK), Pa­nitia Pemu­ngutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pe­mu­ngutan Suara (KPPS). ”Apabila menemukan data ganda, hanya boleh memberikan satu surat pang­gilan model C6,” ujarnya.

Sementara terhadap pemilih, apabila memperoleh dua surat panggilan atau kartu pemilih, KPU meminta menggunakan kejujuran. ”Tolong dikembalikan satunya lagi kepada petugas. Jangan sekali-kali menggunakan hak pilih lebih dari satu. Sebab ini juga bisa me­rugikan yang ber­sang­ku­tan,” ujar Yu­zalmon.

Lantas, bagaimana de­­ngan war­ga yang sudah meninggal tapi masih ma­suk dalam DPT, seperti dite­mukan pada sejumlah kelurahan? Ketua KPU Hendra Yani menyebut, jumlah warga yang sudah meninggal tapi masuk dalam DPT, diperkirakan tidak sam­pai 60 orang.

”Warga yang me­ning­gal tapi masih masuk da­lam DPT terjadi karena mereka meninggal setelah DPT ditetapkan. Kalau sudah dite­tapkan, DPT tidak bisa diutak-atik lagi. Walau demikian, untuk yang meninggal, kita pas­tikan tidak akan mem­peroleh lagi model C-6 atau kartu pemilih,” ujar Hendra.

Setelah memberi keterangan di hadapan wartawan dan tim kam­panye Mulyadi Afmar, KPU beren­cana mengikutsertakan Mulyadi memberi keterangan pers, untuk mengklarifikasi data yang disam­paikan diPadang Ekspres sekaligus meng-croschek dengan data pada KPU. ”Pak Haji Mul akan datang, tunggu sebentar,” kata Roy, ketua tim kampanye Mulyadi Afmar.

Tidak lama berselang, Mulyadi Afmar memang datang bersama staf kampanyenya bidang Teknologi Informasi. ”Data yang saya sam­paikan, merupakan data hasil kerja kawan-kawan di IT. Karena kita dari independen, kita tentu lebih banyak bersentuhan langsung dengan data dan KTP warga. Saya siap berikan datanya,” ujar Mulyadi.

Konsultan bidang lingkungan hidup itu menceritakan, saat me­ngum­pulkan dukungan untuk maju  dari jalur independen tempo hari, pihaknya mendapat banyak du­kungan dan foto copy KTP warga. Tapi karena calon independen ada dua, yakni Mulyadi dan Desra, dukungan Mulyadi dan Desra yang sama nomor KTP-nya, langsung saja dinyatakan ganda oleh KPU.

”Atas kondisi itulah, saya minta staf di IT, mengkroschek nomor KTP atau NIK pada DPT. Apakah ada pula data yang sama atau ganda? Dari hasil pengecekan itulah, kita menemukan hampir 1.200 data ganda di luar Kecamatan Payakum­buh Barat. Kita sudah tahu sejak seminggu lalu, namun baru kita publish, saat Padang Ekspres meng­hubungi tadi malam. Saya tak me­nyangka, beritanya akan headline seperti hari ini,” ujar Mulyadi.

Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Payakumbuh (Ikesma) ini kemudian menyerahkan data hasil pencarian stafnya kepada KPU, untuk di­cros­chek ulang. ”Saya, mengumpulkan data yang kemudian dipublish media-massa, semata-mata untuk mengingatkan kita, akan pentingnya persoalan data pemilih dalam pemi­lihan wali kota, dan pentingnya mem­bangun sistem administrasi kependudukan yang bagus,” ujar Mulyadi.
Data dugaan pemilih double dalam DPT yang disampaikan Mul­yadi dan sejumlah calon wali kota maupun calon wakil wali kota, diyakin kalangan aktifis LSM, benar adanya. ”Saya yakin, pemilih ganda itu masih ada,” kata Ketua I Forum Masyarakat Peduli Payakumbuh Sevindrajuta di kantor Padang Ekspres, Rabu sore.

Malahan, sebut Sevindrajuta, ada pemilih yang dulu tidak sempat masuk pendataan, tapi sekarang dapat kartu pemilih. ”Di rumah saya misalnya, pemilih yang tinggal sekarang cuma 3 orang, tapi kita dapat 6 kartu. Adek saya yang tidak di rumah, juga masih dapat,” kata Sevindrajuta.

Terlepas dari itu semua, per­soalan data pemilih yang disam­paikan sebelum pemungutan suara, dinilai Sevindrajurta, merupakan sesuatu yang tidak perlu dicemas­kan. ”Sebaliknya, itu akan menjadi cemeti bagi banyak pihak, agar tidak terjadi pemilih yang nyoblos dua kali atau persoalan data pemilih, setelah pemungutan suara,” ujar Sevin­drajuta. (*)



Share this Article on : Share

__________________________________________________________________________

0 komentar for "KPU Klaim tak Ada Pemilih Ganda"

Leave a reply